INDONEWS.ID

  • Senin, 02/09/2019 20:01 WIB
  • Ini Tanggapan Alexander Marwata Setelah 10 Nama Capim KPK Diserahkan ke Jokowi

  • Oleh :
    • Marsi Edon
Ini Tanggapan Alexander Marwata Setelah 10 Nama Capim KPK Diserahkan ke Jokowi
Capim Petahana KPK Alexander Marawata.(Foto:Kompas.com)

Jakarta,INDONEWS.ID - Calon pimpinan (capim) petahana KPK Alexander Marwata merangkan, dirinya mengikuti proses seleksi secara baik sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh tim Pansel.Hal ini ia sampaikan menanggapi namanya masuk dalam 10 besar Capim yang diserahkan kepada Presiden Jokowi.

Ia menerangkan, proses seleksi ini memiliki aturan dan mekanismenya. Setiap peserta diwajibkan mengikuti mekanisme tersebut agar dapat mengikuti tahap demi tahap keseluruhan proses seleksi yang sedang berjalan.

"Saya ikuti prosesnya, ikuti fit and proper test," kata Alexander dikutif dari detiknews, Jakarta, Senin,(2/09/2019)

Alexander sendiri saat ini merupakan wakil ketua Komisi Pemberantasan Korupsi.(KPK). Untuk sampai pada 10 besar, dirinya mengaku mengikuti seluruh tahapan proses dari tahap seleksi administrasi hingga tahap asesmen.

"Saya ikut dari awal pendaftaran, administrasi, psikologi, dan asesmen. Saya lihat sudah dijalankan dengan prosedur dan yang digunakan Pansel (untuk melakukan penelusuran capim) lembaga independen," ungkapnya.

Ia juga yakin bahwa proses seleksi yang dilakukan oleh tim Pansel telah berjalan sesuai dengan ketentuan yang ada. Tim Pansel pasti memiliki data terkait dengan rekam jejak peserta sehingga berhak merekomedasikan 10 orang kepada presiden sebelum diserahkan kepada DPR.

"Saya pikir Pansel punya data lebih lengkap dan dapat masukan dari banyak pihak seperti PPATK dan BIN," jelasnya.

 

10 Nama Capim Disetujui Presiden Jokowi


Sementara itu, Ketua pansel capim KPK Yenti Garnasih menerangkan, 10 nama Capim yang diserahkan, langsung diterima oleh Presiden Jokowi. Nama-nama tersebut disetujui tanpa ada koreksi lebih lanjut oleh presiden.

Ia mengklaim, nama-nama tersebut telah sesuai dengan harapan dari presiden. Karena itu, tidak ada koreksi lebih lanjut oleh presiden sendiri.

"Nggak, nggak ada. Ternyata nggak ada istilah koreksi. Mungkin karena sudah sesuai," jelasnya.

Terpisah, Presiden Jokowi menegaskan,ia tidak ingin terlalu cepat mengambil keputusan terhadap nama-nama yang sudah diterima dari tim Pansel. Ia akan berusaha untuk melakukan seleksi secara selektif, memilih yang terbaik di antara yang ada.

Presiden sendiri akan mendengarkan masukan-masukan postif dari masyarakat terkait dengan nama-nama yang ada. Ini penting dilakukan agar terpilih calon komisioner yang memiliki visi besar dalam proses penegakan hukum dan pemberantasan korupsi di Indonesia.

"Kita harapkan, saya kira kita juga kan tak harus tergesa-gesa, yang paling penting menurut saya, apa yang akan nanti saya sampaikan ke DPR itu betul-betul nama nama yang memang layak dipilih oleh DPR," tutupnya.*

 

 

Artikel Terkait
Artikel Terkini
Menkominfo Harap Kisruh Manajemen TVRI Diselesaikan Secara Internal
Soal Kasus Dirut Garuda, DPR Minta Pemerintah Beri Sanksi yang Berat
Sejumlah Massa Desak Gus Muwafiq Jadi Tersangka Nyaris Bentrok dengan Pemuda NU
Fenomena Harimau Serang Warga, Walhi Sebut Ekspansi Tambang Jadi Penyebab
Kisruh di TVRI, Menkominfo Sebut Tak Memihak Siapapun
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
eowyn