INDONEWS.ID

  • Kamis, 26/09/2019 13:25 WIB
  • Moeldoko: Presiden Jokowi Tak Pernah Abaikan Suara Publik

  • Oleh :
    • very
Moeldoko: Presiden Jokowi Tak Pernah Abaikan Suara Publik
Pertemuan Tokoh Gerakan Suluh Kebangsaan bersama Kepala Staf Kepresidenan, Dr. Moeldoko. Foto : Istimewa

Jakarta, INDONEWS.ID - Kepala Staf Kepresidenan RI, Dr. Moeldoko bertemu 13 tokoh Gerakan Suluh Kebangsaan. Pertemuan dilakukan menyikapi situasi terakhir dimana terjadi sejumlah unjukrasa di sejumlah kota di Indonesia. Selain itu mereka juga membahas sejumlah persoalan kebangsaan yang sedang terjadi.

Dialog hangat sambil mencicipi makan malam itu berlangsung hampir tiga jam. Pertemuan dilakukan Selasa (24/9), di kediaman Moeldoko, Jakarta Pusat. “Pemerintah berupaya mendengar dan mencari masukan dari para tokoh yang hadir,” kata Moeldoko.

Baca juga : JK Negarawan Luwes dan Selalu Menjaga Tali Silaturahim

Sejumlah tokoh menyampaikan pendapatnya tentang munculnya perbedaan pendapat yang terjadi di masyarakat saat ini. Moeldoko memastikan bahwa pemerintah dalam hal ini presiden memberi perhatian pada aspirasi masyarakat. “Presiden tidak pernah mengabaikan suara publik,” kata Moeldoko.

Profesor Machfud MD dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa akan lebih bijak jika pemerintah dan mahasiswa menempuh jalur hukum daripada aksi jalanan. Alissa Wahid menambahkan,”Mereka yang berunjukrasa sebagian adalah pendukung Jokowi. Presiden harus lebih peka terhadap kritik yang disampaikan.”

Baca juga : Kartelisasi Politik dan Masa Depan Demokrasi Indonesia

Menanggapi aksi unjukrasa mahasiswa, para tokoh sepakat agar pemerintah lebih persuasif dengan membuka ruang dialog. Unjukrasa di lapangan terjadi akibat mampetnya ruang bagi mahasiswa menyampaikan pendapat secara langsung. Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa kampus menjadi tempat ideal untuk berdialog langsung dengan melibatkan pemerintah.

Para tokoh Gerakan Suluh Kebangsaan yang hadir antara lain Prof Mahfud MD, Franz Magnis Suseno, Sarwono Kusumaatmadja, Helmy Faishal, Ahmad Suaedy, Alissa Wahid, A. Budi Kuncoro, Syafi Ali, Prof. KH Malik Madany, Romo Benny Susetyo, Rikad Bagun, Alhilal Hamdi, dan Siti Ruhaini. (Very)

Baca juga : Jubir Presiden Pastikan Jokowi Hadiri Penutupan Kongres Partai Nasdem
Artikel Terkait
JK Negarawan Luwes dan Selalu Menjaga Tali Silaturahim
Kartelisasi Politik dan Masa Depan Demokrasi Indonesia
Jubir Presiden Pastikan Jokowi Hadiri Penutupan Kongres Partai Nasdem
Artikel Terkini
Indonesia Tunjukkan Toleransi Melalui Bazar Amal Akhir Tahun di Yordania
Berhentikan Dirut Garuda, Presiden: Menteri BUMN Sudah Tegas Sekali
Presiden Ingatkan Nasabah Mekaar Disiplin Membayar Angsuran
Pemred INDONEWS Hadiri Malam Puncak Orasi Kampus IPDN Jakarta
Presiden Jokowi Berharap Indonesia Tak Lagi Impor Petrokimia
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
eowyn