INDONEWS.ID

  • Selasa, 29/10/2019 09:30 WIB
  • Soal Perppu KPK, Mahfud MD Sebut Presiden Jokowi Tengah Mempertimbangkannya

  • Oleh :
    • Rikardo
Soal Perppu KPK, Mahfud MD Sebut Presiden Jokowi Tengah Mempertimbangkannya
Menkopulkam Mahfud MD (Foto: Ist)

Jakarta,INDONEWS.ID - Desakan sejumlah elemen masyarakat terkait penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang oleh Presiden masih terus bergulir.

Menkopolhukam Mahfud MD mengklaim Presiden Joko Widodo tengah mempertimbangkan masukan dari semua pihak terkait Perppu KPK. Menurutnya, Perppu KPK merupakan kewenangan presiden.

Baca juga : Kasus Joko Tjandra, Mahfud MD Bakal Aktifkan Kembali Tim Pemburu Koruptor

"Jadi tinggal kita nunggu presiden bagaimana. Sudah diolah," ujar Mahfid di Hotel JW Marriott, Jakarta, Senin (28/10).

Mahfud menuturkan masukan terkait Perppu KPK sudah ada sebelum ia dipilih menjadi menteri menggantikan Wiranto. Ia berkata masyarakat juga telah memberikan sikap dan pandangannya mengenai Perppu KPK kepada Jokowi.

Baca juga : Bamsoet: Presiden Jokowi Akan Hadir Secara Fisik dalam Sidang Tahunan MPR

Lebih lanjut, Mahfud mengatakan Perppu KPK merupakan kewenangan Jokowi. Dengan posisi tersebut, ia mengatakan tidak berwenang untuk mengintervensi penerbitan Perppu KPK.

"(Perppu) Itu presiden, apakah akan mengeluarkan apa tidak itu. Semua masukan sudah disampaikan," ujarnya.

Baca juga : Mahfud MD Ungkap Alasan Menteri Lambat Cairkan Anggaran di Tengah Covid-19

Sebelumnya, Jokowi menyebut tengah mempertimbangkan menerbitkan Perppu KPK usai bertemu dengan sejumlah tokoh nasional pada Kamis (26/9).

Pertimbangan itu merupakan respons terhadap aksi unjuk rasa kalangan aktivis hingga mahasiswa yang menolak pengesahan revisi UU KPK.

Selain Perppu KPK, dalam pertemuan dengan tokoh-tokoh nasional di Istana itu juga membahas berbagai permasalahan, seperti kebakaran hutan dan lahan, hingga permasalahan Papua dan RUU KUHP.

Tokoh nasional yang hadir di antaranya Romo Magnis Suseno, Mahfud MD, Alissa Wahid, Quraish Shihab, Butet Kartaredjasa, Goenawan Mohamad, Anita Wahid, hingga Christine Hakim.

Sejumlah elemen masyarakat terus menyuarakan desakan kepada presiden agar mengeluarkan Perppu KPK. Mereka berpendapat UU KPK yang telah disahkan justru melemahkan KPK. Poin-poin yang dianggap melemahkan KPK diantaranya keberadaan dewan pengawas.

 

 

Artikel Terkait
Kasus Joko Tjandra, Mahfud MD Bakal Aktifkan Kembali Tim Pemburu Koruptor
Bamsoet: Presiden Jokowi Akan Hadir Secara Fisik dalam Sidang Tahunan MPR
Mahfud MD Ungkap Alasan Menteri Lambat Cairkan Anggaran di Tengah Covid-19
Artikel Terkini
DPP Granat Gelar Webinar Bertajuk Generasi Emas Tanpa Narkoba
Tambang di Tengah Geliat Pariwisata: Sebuah Ironi Kebijakan Gubernur Lasikodat
Kasus Joko Tjandra, Mahfud MD Bakal Aktifkan Kembali Tim Pemburu Koruptor
KPK Hormati Keputusan Polisi Hentikan Penyelidikan Kasus OTT Pejabat Kemendikbud dan UNJ
PT KCI Kembalikan Temuan Uang Rp500 Juta di KRL Kepada Pemiliknya
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
gimli