Pilgub Jateng, Organisasi Sayap PDIP Dukung Ganjar Pranowo

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Gubernur Jateng (ist)

Semarang, INDONEWS.ID – Salah satu organisasi sayap PDI Perjuangan, Gerakan Tani Nelayan Indonesia Jawa Tengah, menyatakan akan “habis-habisan” mendukung petahana Ganjar Pranowo maju kembali pada Pilgub Jateng 2018.

“Kami akan all out mendukung karena Pak Ganjar berhasil dan pantas untuk memimpin Provinsi Jateng yang kedua kalinya,” kata Ketua Gerakan Tani Nelayan Indonesia Jawa Tengah Widhi Handoko di Semarang, Senin (19/6/2017).

Menurut pria yang berencana maju sebagai bakal calon wakil gubernur pada Pilgub Jateng 2018 itu, Ganjar sudah total dan merakyat saat bekerja sebagai Gubernur Jateng selama kurang lebih empat tahun terakhir.

“(Hasil kinerja) Pak Ganjar ini bisa dinikmati masyarakat, jadi Pak Ganjar kalau saya nilai, nilainya itu di atas 80,” katanya seperti dikutip Antara.

Widhi menyatakan siap membantu secara penuh jika dipercaya menjadi  bakal calon wakil gubernur pada Pilgub tahun depan, mendampingi Ganjar.

Menanggapi kemungkinan isu mengenai suku, agama, ras, dan antargolongan yang dihembuskan pihak lawan saat Pilgub Jateng 2018, Widhi memprediksi hal itu tidak akan terlalu berpengaruh.

“Tiap wilayah punya kultur masing-masing, isu SARA tidak akan laku. Jakarta dengan Jateng beda, apalagi Pak Ganjar all out dan merakyat,” katanya optimistis.

Widhi mengatakan sudah berencana maju sebagai calon wakil gubernur pada Pilgub Jateng 2018. “Saya sudah mendapat izin dan restu dari DPP Gerakan Tani Nelayan Indonesia termasuk izin dari DPP PDI Perjuangan,” katanya.

Daftarkan Abdullah Azwar Anas

Sebelumnya, PDIP Banyuwangi mendaftarkan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dalam penjaringan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jatim yang digelar DPD PDIP Jatim, Rabu (14/6).

“Kami mengambilkan formulir dengan harapan Pak Anas bisa ikut maju dalam pesta demokrasi di Jatim 2018 mendatang,” kata Ketua DPC PDIP Banyuwangi Made Cahyana Negara melalui keterangan tertulis.

Menurut Made, PDIP Banyuwangi berinisiatif mendaftarkan Anas berdasarkan aspirasi dari konstituen PDIP di kabupaten paling timur Pulau Jawa itu.

Selain itu, katanya, Anas termasuk nama yang terjaring berdasarkan rekapitulasi hasil rapat pleno DPC PDIP se-Jatim terkait penjaringan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur. Hal itu tertuang dalam surat dari DPD PDIP Jawa Timur Nomor 122/eKS/DPD/VI/2017 yang ditujukan ke Anas.

“Dengan adanya surat dari DPD PDIP Jatim tersebut, kami semakin mantap untuk berinisiatif bergotong-royong mengambil formulir pendaftaran di PDIP Jatim untuk Pak Anas. Ini aspirasi DPC PDIP Banyuwangi, dan ada juga DPC lain yang menyatakan hal serupa,” ujar Made.

Apalagi, sambung Made, Anas mempunyai popularitas, akseptabilitas, dan elektabilitas yang cukup memadai.

“Dari banyak survei yang dipublikasikan, kami cermati nama Pak Anas cukup baik penerimaannya. Itu sebenarnya secara tidak langsung juga membuktikan bahwa kinerja Pak Anas selama memimpin Banyuwangi cukup berhasil sehingga dikenal publik luas, tentu dengan tidak mengesampingkan masih ada beberapa kekurangan,” kata Made.

Made mengatakan, pihaknya akan langsung menyerahkan formulir pendaftaran ini ke Bupati Anas. Selanjutnya, Made menyerahkan tahap selanjutnya kepada DPP PDIP.

“Pengambilan formulir ini hanya tahap awal. Setelah itu menjadi kewenangan penuh Ketua Umum DPP PDIP Ibu Megawati Soekarnoputri. Kami akan mengikuti dan tunduk pada keputusa Ibu Ketua Umum,” kata Made. (Very)