Polemik Neymar Dibalik Mega Transfer Termahal Dunia

Neymar saat bersama Presiden PSG Nasser Al- Khelaifi (foto: sbnation.com)

Jakarta, INDONEWS.ID – Pemain Internasional Brazil, Neymar Jr. menandatangani kontrak termahal di dunia sebesar €222 juta dari Barcelona, dipresentasikan di depan publik Paris Saint Germain pada pertandingan pembuka Ligue 1 melawan tim promosi Amiens dan menang 2-0 pada Sabtu lalu.

Neymar menyaksikan para kompatriot barunya di PSG bersama dengan ayahnya, bertepuk tangan dan ikut merayakan gol yang dicetak Edinson Cavani dan Javier Pastore di kursi penonton.

Banyak polemik yang terjadi dibalik kepindahannya yang menjadi rekor transfer termahal di dunia. Selain alasan olahraga juga ada alasan politik di dalamnya.

  1. Qatar

Klub PSG dimiliki oleh Qatari Sport Investment (QSI), sebuah unit usaha Kerajaan Qatar yang sangat kaya. Dengan diasingkannya Qatar oleh para tetangganya akhir-akhir ini, mereka ingin menunjukkan pada dunia bahwa selain Piala Dunia 2022, PSG (atau dalam hal ini transfer Neymar) adalah bukti bahwa Qatar telah mencapai ambisinya sebagai negara.

2. Orde Baru

Qatar mengerti bahwa PSG, klub yang mereka beli beberapa tahun pada tahun 2011 lalu bukanlah tim yang biasa mengangkat trofi Eropa. Tidak seperti Real Madrid, Barcelona, Bayern Munich dan Juventus. Dengan hadirnya Neymar yang merupakan salah satu bakat terbaik sepakbola saat ini, PSG ingin merubah tatanan baru Eropa melalui satu hal yang mereka miliki yaitu uang.

3. Neymar

Sebagai pion di permainan yang lebih besar, dunia mungkin bertanya mengapa kapten Brazil itu meninggalkan Barcelona yang selalu menjadi favorit juara di setiap musim dengan Messi cs-nya untuk pindah ke liga dimana dia akan melawan tim seperti Guingamp atau Amiens. Selain karena gaji 500 ribu pounds per minggu, juga karena Neymar sudah lelah berada di bawah bayang-bayang Messi dan Ronaldo.

Sebuah perjudian yang hanya hasil yang menentukan. Apabila Neymar meraih ballon d’or atau Liga Champion bersama PSG maka kita semua berhutang permintaan maaf kepadanya.

(dey)