Pojok Istana

Presiden Bahas Kerja Sama Infrastruktur dan Ekonomi Digital dengan Deputi PM Singapura

Oleh : adri - Sabtu, 12/08/2017 12:41 WIB

Jakarta, INDONEWS.ID - Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kehormatan Deputi Perdana Menteri Singapura, Teo Chee Hean, beserta rombongan, di Istana Merdeka Jakarta, Jumat pagi (11/8/2017). Kunjungan tersebut dalam rangka memperingati 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Singapura sekaligus ulang tahun ke-52 kemerdekaan Singapura yang juga dirayakan di Jakarta. "Bapak Presiden menyampaikan selamat atas ulang tahun ke-52 Singapura dan berharap bahwa Singapura tetap maju dan bekerja sama lebih erat lagi dengan Indonesia," ujar Wakil Menteri Luar Negeri A.M Fachir kepada para jurnalis usai mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut. Lebih lanjut, Fachir menjelaskan bahwa pertemuan tersebut membicarakan kelanjutan dari Annual Leader's Meeting kedua negara yang digelar November tahun lalu di Kendal, Semarang, Jawa Tengah. Berdasarkan laporan yang diterimanya, saat ini sudah ada 30 perusahaan Singapura yang ada di Semarang, dan 41 perusahaan lainnya sedang dalam proses. "Sementara ini sudah menyerap sekitar 1.700 tenaga kerja dan akan dipersiapkan semacam politeknik di mana nanti untuk mempersiapkan tenaga-tenaga kerja yang akan bekerja di sana. Terutama kalau 41 perusahaan ini kemudian beroperasi akan menyerap sekitar 4 ribuan," ungkap Fachir seperti dikutip dari siaran pers Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden. Selain itu, pertemuan tersebut juga membahas sejumlah rencana investasi dan kerja sama kedua negara. Mulai dari soal ekonomi digital yang dinilai kedua negara sangat potensial hingga rencana investasi ke depan. "Singapura kita ketahui adalah (investor) yang terbesar. Tahun 2016 itu sekitar US$9,2 miliar investasinya," ucap Fachir. Terakhir, kedua negara juga membahas kerja sama di bidang infrastruktur, utamanya pembangunan kawasan. Kedua negara berkomitmen untuk mengembangkan kawasan lain di Tanah Air yang serupa dengan kawasan industri Kendal. "Deputi Perdana Menteri menyebut bahwa Batam, Bintan, dan Karimun adalah juga menjadi target dari investasi Singapura," tuturnya. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia akan mempersiapkan sejumlah langkah untuk memfasilitasi kemudahan-kemudahan penanaman investasi. Rencananya, kedua negara akan membicarakan kembali hal tersebut pada Annual Leader's Meeting September mendatang. "Insya Allah September depan di Singapura," ujar Fachir. (Very)
TAGS :

Artikel Terkait