Pilkada 2020

Tito Karnavian Sebut Pilkada Mendorong Pertumbuhan Ekonomi, Rizal Ramli: Lebih Baik Diundur

Oleh : very - Selasa, 29/09/2020 09:20 WIB

Tokoh Nasional, Rizal Ramli. (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID -- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut Pilkada Serentak bisa menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Mantan Kapolri itu mengatakan, sebagian dari total anggaran Rp15 triliun itu sudah terserap dan disalurkan kepada pihak-pihak yang terkait dalam menangani pilkada.

Dia menyebutkan misalnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang hampir menyerap 99 persen, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang sudah hampir 98 persen, serta aparat keamanan sebesar 61,90 persen.

Dia menguraikan bahwa 60 persen anggaran digunakan untuk para penyelenggara, yang berarti program padat karya terjadi.

Selain itu, 20 persen sudah digunankan untuk alat pilkada dan 20 persennya untuk melindungi dari Covid-19 bagi para petugas penyelenggara, pengamanan, maupun para pemilih di TPS.

Menanggapi pernyataan Mendagri tersebut, ekonom senior Rizal Ramli mengatakan, total dana yang diputar dalam perhelatan Pilkada bukan hanya berasal dari pemerintah, tapi juga sektor dari dana peserta maupun sumber-sumber lain.

Dalam hitungan Rizal Ramli, total uang yang berputar dalam pilkada nanti bisa mencapai Rp200 triliun.

“Mas Tito benar: Biaya negara Rp 20 trilliun. Biaya dari peserta sekitar 10 kalinya. Total stimulus sekitar Rp 200 T,” katanya dalam akun Twitternya, @RamliRizal.

Rizal mengatakan, total uang yang berputar selama pilkada tidak hanya berasal dari dana yang digelontorkan pemerintah. Namun, juga ada dana dari peserta yang jumlahnya lebih dari 10 kali lipat.

Secara satire, menko perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu mengingatkan bahwa risiko penyelenggaraan pilkada jauh lebih besar di tengah pandemi.

Jika protokol kesehatan ketat yang digadang pemerintah tidak berjalan baik, maka korban jiwa tak bisa dihindari.

“Tapi risiko kematian covid besar. Utamakan kemanusian, ingat Pancasila !! Jangan pidato doang. Undur,” ujarnya. (Very)

Loading...

Artikel Terkait