Bisnis

Picu Revolusi di Sejumlah Negara, Rizal Ramli Ingatkan Pemerintah Agar Hati-hati pada Kebijakan Pajak

Oleh : very - Selasa, 16/02/2021 22:23 WIB

Rizal Ramli, ekonom senior. (Foto: ist)

Jakarta, INDONEWS.ID -- Setiap pemimpin diminta berhati-hati terhadap pungutan pajak. Pajak yang tinggi dan memberatkan rakyat terbukti telah menjadi penyebab utama revolusi yang terjadi di sejumlah negara.

“Sistem pajak yang berlebihan (excessive), tidak effisien dan tidak adil yang memberatkan kehidupan rakyat jadi salah satu penyebab utama Revolusi Perancis, Amerika, India dan banyak negara lain,” ujar ekonom senior Rizal Ramli dalam akun Twitternya, @RamliRizal, Selasa (16/2).

Mantan Menko Perekonomian itu mengingatkan bahwa gejolak sebuah negara akan makin nyata jika para pejabat hidup bermewah-mewahan, sementara rakyat menderita karena dipunguti pajak yang tinggi.

Sebuah negara akan semakin mendekati revolusi jika pajak rakyat itu dikorupsi untuk memenuhi gaya hidup pejabat negara.

Mantan Menko Kemaritiman itu menjelaskan bahwa pada periode 1774 hingga 1792, Kaisar Perancis, Louis XVI telah keterlaluan dalam memungut pajak. Sementara peruntukan pajak tidak efisien dan tidak adil.

Menkeunya Colbert ugal2an uber pajak rakyat Itulah salah satu peyebab Revolusi Perancis. Louis XVI dan Marie Antoinette akhirnya dihukum mati dgn guillotine 1793,” ujarnya seperti dikutip RMOL.

Selain Perancis, Rizal Ramli juga mencontohkan revolusi yang terjadi di Amerika Serikat. Revolusi di negara itu dimulai ketika kolonial Inggris menaikkan pajak. Kemudian terjadilah ‘Boston Tea Party’ pada Desember 1773.

Awal dari revolusi kemerdekaan Amerika. Rakyat di Boston lemparkan teh ke pelabuhan di Boston sebagai protes thd pajak teh oleh Inggris. ‘No taxation without representation’,” ujarnya.

Sementara di India, kenaikan pajak dan monopoli garam yang dilakukan Inggris membuat Mahatma Gandhi menggalang kekuatan. Bersama jutaan rakyat India, Gandhi menggelar aksi long march yang dikenal sebagai gerakan Satyagraha.

“Gerakan protes damai itu diikuti jutaan orang, awal dari kemerdekaan India,” pungkas Rizal Ramli. (Very)

Loading...

Artikel Terkait