Jakarta, INDONEWS.ID - Tangsi militer disambangi puluhan fotografer, kedatangan mereka untuk mencari bidikan foto yang baik, guna mengikuti lomba foto bertema militer. Kegiatan tersebut merupakan kerjasama antara komunitas fotografer Indonesia dengan Yonmek 203/Arya Kemuning.
Sekitar pukul 07.00 WIB puluhan anggota komunitas mendatangi Mako 203, ada yang rombongan, kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Kehadiran mereka di markas 203, Jatake, Tangerang, Banten untuk mengikuti lomba foto yang digelar komunitas kerjasama dengan Yonmek 203/Arya Kemuning yang didukung Datascrip yang berulangtahun ke 55. Acara kumunitas itu bertema "Tour of Duty Batalyon Mekanis 203/AK.
Perwira Seksi Operasi (Pasi Ops) Yonmek 203/AK, Lettu Inf. George mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari kedekatan TNI dan rakyat, dimana ini merupakan kerjasama yang kesekian kalinya antara Yonmek 203 dengan komunitas fotografi.
"Kami mendukung mereka, dengan memfasilitasi kegiatan para fotografer, ada beberapa skenario yang kita tampilkan dan itu merupakan bagian dari latihan kita sehari-hari", ujarnya.
Para fotografer memang disuguhkan beberapa adegan, seperti petembak sniper dengan senjata bersembunyi diantara pepohonan, penanganan demo yang bersifat anarkis, menghalau geng motor yang banyak meresahkan masyarakat, dan perang kota.
Kegiatan yang ditampilkan prajurit 203 merupakan bagian dari latihan mereka sebagai batalyon pengamanan ibukota. Menurut Pasi Ops, adegan yang ditampilkan prajurit 203 hanya sebagian kecil dari kegiatan mereka sehari-hari. Prajurit kami selain berlatih juga menjadi model bagi para fotografer untuk mereka abadikan.
"Inilah bentuk nyata dari slogan TNI, dari rakyat untuk rakyat. Kami mendukung kegiatan mereka, sekaligus mengenalkan batalyon 203 ke masyarakat. Kegiatan di mako 203 agar kami tidak terlihat angker di mata masyarakat", ungkapnya.
Sementara Anas pelajar SMA Bosowa Bina Insani, Bogor mengatakan, ia bersama tiga teman sekolahnya ikut kegiatan tersebut adalah bagian dari belajar luar ruang (ekskul). Kebetulan mereka bertiga mengambil kegiatan sinematografi di sekolahnya.
Menurut Anas mewakili 3 temannya, ikut kegiatan komunitas fotografer adalah pengalaman pertama mereka ikut hunting foto di luar sekolah. Banyak ilmu dan pengalaman baru yang mereka dapat, senior mereka di fotograpi (anggota komunitas) tak segan-segan memberikan ilmunya pada mereka berempat.
Ke markas militer pun merupakan pengalaman mereka, 4 pelajar yang didampingi gurunya kagum dan baru tahu bila markas militer itu luas dan besar. "Pertama kali masuk gerbang, agak tegang, dipikirkan kita prajurit itu badannya tinggi besar dan tanpa senyum tapi begitu dekat ternyata mereka baik", tuturnya.
Gambaran Anas tentang anggota TNI mewakili masyarakat kebanyakan, bahwa prajurit itu tidak humanis dan galak. Gambaran Anas menjawab ungkapan Pasi Ops Yonmek 203/AK mendukung kegiatan komunitas fotografer sekaligus menepis anggapan TNI menyeramkan dan tak humanis.
Untuk itu, 4 pelajar tersebut mengajak pelajar lain khususnya teman satu sekolahnya, belajar di luar ruang dengan mengikuti kegiatan yang bisa menambah wawasan dan pelajaran baru dari apa yang mereka pelajari di sekolah. Mereka juga mengungkapkan, prajurit TNI itu tidak seseram yang kita duga, mereka humanis dan murah senyum serta siap membantu kita. Mereka pun berpesan, jangan takut mencoba hal baru, kita tidak pernah tahu pengalaman apa yang kita dapat.