Nasional

Peran Gender di USA

Oleh : Rikard Djegadut - Rabu, 09/10/2024 15:05 WIB


Oleh

JIMMY H SIAHAAN

Jakarta, INDONEWS.ID - Di Amerika, peran gender mengalami revolusi besar. Semakin banyak masyarakat kini memberikan status hukum, hak politik, dan kesempatan ekonomi yamg setara bagi laki-laki maupun perempuan.

Walaupun kesenjangan gender masih besar, namun perubahan bergerak dengan kecepatan luar biasa. Ketika pada tahun 1913 para pejuang hak pilih perempuan mencengangkan publik Amerika dengan tuntutan menghebohkan mereka agar perempuan diberi hak pilih.

Baca juga : Jakarta Satu

Demikian juga tokoh pengacara perempuan, bernama Eunice Roberta Hunton Carter Lahir 16 Juli 1899. Ia merupakan jaksa penuntut berkulit hitam pertama di Amerika. Carter aktif di Konggres Pan African dan komite PBB berjuang memajukan status perempuan di dunia.

Ia memimpin investigasi prostitusi skala besar, berhasil mendakwa pemimpin mafia Charles "Lucky" Luciano.

Selanjut, Hilary Clinton, disamping berkarier dibidang hukum di Rose Law Firm, Arkansas, dia lanjut terjun ke dunia politik praktis. Ikut mencalon sebagai Senat dua kali, Capres juga walau kalah dari Obama & Trump. Namun Hilary pernah tercatat sebagai Menlu dalam kabinet Obama.

Perjalanan dunia gender ditahun 2013, lima hakim Mahkamah Agung Amerika, tiga diantara perempuan, memutuskan mendukung legalisasi pernikahan sesama jenis mengalahkan keberatan hakim laki-laki.

Kemudian Kamal Harris, seorang jaksa agung perempuan di California yang sukses membela kaum perempuan dan anak2, ditahun 2020 terpilih jadi Wapresnya Presiden Biden.

Ditahun 2024, menjelang akhir bulan July, Presiden Biden, menyatakan mundur dari pencalonan sebagai Presiden. Selanjut partai Demokrat memberikan persetujuan untuk Harris maju sebagai Calon Presiden Amerika.

Bukan tidak mungkin sang Jaksa akan memenangkan pemilu ini. Lawannya adalah Calon Terpidana, Donald Trump.

Artikel Lainnya