Jakarta, INDONEWS.ID - Musik sejatinya adalah ekspresi kegembiraan, kala mendengarkan musik difatwa haram tentu mereka yang menyukai itu bergolak. Sound horeg jadi fenomenal maka gus Rofi'i menembus' fatwa MUI Jawa Timur dan akhirnya Gubernur Jatim mengeluarkan rekomendasi terkait sound horeg yang kini bisa lagi dimainkan di kawasan timur Jawa Dan penyanyi dangdut senior bakal menggelar ajang pencarian Ratu dan Raja Horeg dalam waktu dekat.
Merdeka itu bebas dalam arti sesungguhnya, bila kegembiraan kita dibatasi fatwa-fatwa ajaib apakah itu kemerdekaan?, warga Jawa Timur sedikit 'terbelenggu' kemerdekaannya kala memperdengarkan sound horeg keliling kampung, untungnya hal itu tak berlangsung lama saat masyarakat pencinta horeg 'menggeliat' di Jatim melawan larangan itu. Dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengeluarkan rekomendasi memperbolehkan soud horeg bisa kembali dimain dengan batas kekuatan suara ditentukan.
Gus Rofi'i selaku Ketua Umum Barisan Kesatria Nusantara (BKN) bisa dikatakan orang yang ada ditengah antara fatwa dan konunitas pencinta horeg, lewat usahanya melobi semua pihak akhirnya musik nan fenomenal itu bisa lagi didengar masyarakat Jawa Timur.
ia mengatakan, kami menghormati fatwa haram MUI Jawa Timur, karena para ulama itu memang punya tugas seperti itu. Namun karena kita berbangsa dan bernegara ada pemimpin, di Jatim itu ada Gubernur yang telah mengeluarkan surat edaran untuk membolehkan sound horeg diperdengarkan meski ada fatwa haram tersebut.
"Artinya sound horeg diperbolehkan dengan catatan disablenya diatur antara 85 sampai 120 jadi jelas itu. Kita ini hidup bukan di negara agama, jadi semua harus menghormati surat edaran yang disampaikan Gubernur", ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan sound horeg ini hanya setahun sekali dan pihak desa yang mengundang sound horeg, jadi ini hiburannya rakyat kecil dan hiburannya masyarakat. "Sound horeg itu keliling kampung, pedagang kaki lima, salon tata rias, atau tukang sablon laku semua, jadi ada sound horeg menghidupkan perekonomian desa", tambahnya.
Lalu tokoh muda NU yang kerap disapa cak Ovi mengajak Trio Sample grub penyanyi ini akan mendendangkan lagu karya mereka lewat sound horeg di Jatim. Grub musik digawangi Oky Pradana, Lili Chandra dan Susantara bakal mendengarkan lagu-lagu ciptaan Oky Pradana.
Selain mengajak Trio Sample, cak Ovi juga menggandeng penyanyi dangdut senior Citra Yunita guna mengadakan ajang pemilihan Ratu dan Raja Horeg. Rencananya akan digelar di bulan Oktober di Kediri dan Jakarta.
Menurut Citra Yunita, lewat sound horeg kita bakal putar lagu yang 'heboh' lalu menseleksi peserta untuk dinobatkan sebagai Raja dan Ratu Horeg. Mungkin ketiga pihak itu bakal berkolaborasi, lagu Trio Sample mengiring peserta berkespresi mengikuti alunan sound horeg, dan cak Ovi serta Citra Yunita selaku juri.
Semoga dengan keluarnya surat edaran Gubernur Jatim, masyarakat di sana tak lagi dirundung sedih akibat fatwa tersebut. Dan sound horeg itu memang menyatukan perbedaan serta ungkapan gembira masyarakat desa.