INDONEWS.ID

  • Kamis, 04/01/2018 01:32 WIB
  • Partai Demokrat Minta Presiden Jokowi Lakukan Sesuatu Terkait Pilkada Kaltim

  • Oleh :
    • hendro
Partai Demokrat Minta Presiden Jokowi Lakukan Sesuatu Terkait Pilkada Kaltim
Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan XII (istimewa)

 Jakarta, INDONEWS.ID-  Terkait dinamika Pilkada serentak 2018, Rabu (3/1/2018)malam, Partai Demokrat menggelar rapat tertutup.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Hinca Panjaitan XII mengatakan, rapat yang dipimpin langsung Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono  membahas beberapa hal yang dianggap penting. “Diantaranya  mengenai perlakuan parpol tertentu, yang diduga telah mengganggu para calon yang diusung partai Demokrat,”  kata Hinca.

Baca juga : Demokrat Kubu Moeldoko: SBY Sebaiknya Mohon Maaf ke Jokowi dan Cium Tangan Megawati

Hinca menjelaskan, salah satu wilayah yang dibahas adalah Pilgub Kalimantan Timur. Pihaknya, mendeteksi adanya `lobi-lobi culas` yang dilakukan parpol tertentu kepada bakal calon gubernur yang sudah diusung partai Demokrat.

Dua lobi yang dimaksud yakni kepada dua bakal calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Timur yang diusung Demokrat, yakni Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang dan Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi.

Baca juga : Selamatkan Pancasila dari Radikalisme, Moeldoko Terima Amanah Jadi Ketum Partai Demokrat

"Perlakuan yang tidak adil adalah pada persiapan Pilkada Kalimantan Timur 2018. Bersama-sama, kami hadir di sini. Kader terbaik kami di Kaltim adalah wali kota Samarinda sekaligus ketua DPD Demokrat Kaltim, yang akan maju di Pilgub Kaltim berpasangan dengan saudara Rizal Effendi, wali kota Balikpapan," kata Hinca  di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat.

Hinca mengatakan, beberapa masalah ketidakadilan yang diterima Syaharie dan Rizal di Kaltim. Pertama,  ada parpol tertentu yang mencoba melobi Syahrie supaya berpasangan dengan kapolda Kaltim pada Pilgub Kaltim nanti. Bahkan, upaya lobi-lobi itu sampai delapan kali pertemuan.

Baca juga : Ketua Departemen Komunikasi Demokrat Kubu Moeldoko: Pertarungan Sesungguhnya Ada di PTUN Bukan di Kemenkumham

"Pertama, kader kami saudara Syaharie Jaang dipanggil oleh parpol tertentu, dan diminta agar wakilnya adalah kapolda Kaltim yang saat ini. Padahal, wakilnya sudah ada, yakni Pak Rizal Effendi. Tentu secara etika politik, ini tidak baik kalau sudah berjalan," kata Hinca.

DPP Demokrat, menurut Hinca, meyakini bahwa Presiden Joko Widodo tidak mengetahui perlakuan yang tidak sepatutnya itu. Untuk itu, DPP Demokrat berharap Jokowi melakukan langkah-langkah agar pesta demokrasi ini tidak dicederai oknum-oknum tertentu.(hdr)

Artikel Terkait
Demokrat Kubu Moeldoko: SBY Sebaiknya Mohon Maaf ke Jokowi dan Cium Tangan Megawati
Selamatkan Pancasila dari Radikalisme, Moeldoko Terima Amanah Jadi Ketum Partai Demokrat
Ketua Departemen Komunikasi Demokrat Kubu Moeldoko: Pertarungan Sesungguhnya Ada di PTUN Bukan di Kemenkumham
Artikel Terkini
Menhan Prabowo Dikabarkan Bentuk Pasukan Khusus Jaga Kementerian
Hebat! Dirut PNM Raih Penghargaan di Anugerah BUMN 2021
Top! PNM Raih 2 Penghargaan di Anugerah BUMN 2021
TNI AL Terus Mengerahkan Kapal Perang Bantu Angkut Bantuan Ke NTT
Gemparbumi Malang, Doni Monardo Akan Beri Dana Stimulan Bagi Warga
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
legolas