INDONEWS.ID

  • Minggu, 17/06/2018 14:48 WIB
  • Cari Buaya, Polair Patroli di Teluk Jakarta

  • Oleh :
    • luska
Cari Buaya, Polair Patroli di Teluk Jakarta
Petugas Polair lakukan patroli di Teluk Jakarta mencari buaya yang buat geger.(Indonews.id/Luska)

Jakarta, INDONEWS.ID - Dalam rangka waspada terhadap ancaman buaya yang berkeliaran dan sempat membuat geger di Dermaga Pondok Dayung, Jakarta Utara pada Kamis (14/6), Direktorat Polisi Air (Polair) Polri melaksanakan patroli di Teluk Jakarta.

"Karena beredarnya buaya yang muncul di Pondok Dayung, kami anggota Ditpolair berpatroli di pesisir Teluk Dayung hingga Ancol," kata Kepala Seksi Pertolongan dan Penyelamatan Ditpolair Baharkam Polri, Kompol Faried di lokasi, Minggu (17/6/2018).

Dalam patroli ini, polisi mengerahkan empat kapal. Usai berpatroli selama 60 menit, polisi tidak menemukan seekor buaya di Teluk Jakarta. Untuk itu, pihak Polair berharap masyarakat tidak lagi khawatir. Namun, sejauh ini belum bisa dipastikan apakah buaya itu masih hidup atau tidak.

"Karena buaya seperti apa masih hidup atau mati masyarakat tetap waspada. Sewaktu-waktu buaya muncul, kami akan siap mengamankan. Kita butuh info dari masyarakat untuk mengamankan," katanya.

Faried juga mengimbau kepada masyarakat, jika melihat binatang liar di laut untuk segera melaporkannya ke pihak kepolisian.

Sebelumnya, patroli serupa juga digelar Basarnas Jakarta. Basarnas Jakarta menyisir perairan Pondok Dayung untuk mencari keberadaan buaya. Meski tidak menemukan tanda-tanda buaya di permukaan, Basarnas tetap meminta masyarakat waspada.

Kabar seekor buaya yang tengah berenang di perairan sekitar Dermaga Sunda, Pondok Dayung, Jakarta Utara, beredar luas melalui video dan pesan di grup WhatsApp, Jumat (15/6).

Buaya tersebut dikabarkan terlihat oleh anggota KRI Sibolga di perairan itu, Kamis 14 Juni 2018, sekitar pukul 17.48 WIB. Posisi buaya saat itu sedang melintas berenang ke arah barat Pantai Ancol. (Lka)

Artikel Terkait
Artikel Terkini
Didik J Rachbini: Salim Said Maestro Intelektual yang Paling Detail dan Mendalam
Penyumbang Devisa Negara, Pemerintah Harus Belajar dari Drama Korea
Bupati Tanahdatar buka Grand Opening Sakato Aesthetic
Strategi Implementasi "Buku Teks Utama Pendidikan Pancasila", Menyemai Nilai Kebangsaan di Tengah Tantangan Zaman
Satgas Yonif 742/SWY Perkenalkan Ecobrick Kepada Para Murid Di Perbatasan RI- RDTL
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
legolas