INDONEWS.ID

  • Rabu, 25/07/2018 06:05 WIB
  • Ini Isi Pertemuan SBY - Prabowo

  • Oleh :
    • hendro
Ini Isi Pertemuan SBY - Prabowo
Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto (istimewa)

Jakarta, INDONEWS.ID - Pertemuan antara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di  Jalan Mega Kuningan Timur VII, Kuningan, Jakarta Selatan  Selasa (23/7/2018) malam, akhirnya menelurkan 3 poin pembahasan. 

Menurut SBY, ke 3 poin pembahasan tersebut adalah Demokrat dan Gerindra berkomitmen menjaga pemilu berjalan secara damai dan adil.

Baca juga : Putra Asli Papua dan NTT Diusulkan Jadi Menteri Milenial Kabinet Jokowi

Selain itu, kata SBY, adanya kemungkinan koalisi antara Demokrat dan Gerindra di Pilpres 2019 mendatang.

"Komitmen kami pemilu berjalan jurdil. Kami sepakat berupaya dan kontribusi bagi berlangsungnya pilpres yang aman, damai jujur dan adil. Untuk ikut mencegah, jangan sampai politik identitas dan SARA mendominasi pelaksanaan pemilu," kata SBY saat memberikan keterangan pers seusai pertemuan.

Baca juga : KPU Tetapkan Presiden dan Wapres Terpilih Sore Ini

SBY dan Prabowo menyerukan agar negara serta aparat keamanan bersikap netral dalam pilpres mendatang.

"Jika pemilu 2019 berjalan jurdil maka kita semua wajib mengakui dan menerima siapa pun yang kelak keluar sebagai pemenang. Itu kesepakatan Pak Prabowo dan saya sebagai pemimpin parpol peserta pemilu 2019," tandas SBY. (Hdr)

Baca juga : KPU Berharap Kedua Paslon Terpilih Hadiri Rapat Pleno Penetapan Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024
Artikel Terkait
Putra Asli Papua dan NTT Diusulkan Jadi Menteri Milenial Kabinet Jokowi
KPU Tetapkan Presiden dan Wapres Terpilih Sore Ini
KPU Berharap Kedua Paslon Terpilih Hadiri Rapat Pleno Penetapan Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024
Artikel Terkini
Dorong Pelaku UMKM, Alametric Inisiasi Program Bakti Negeri
Tidak Ada Soal Rekrutmen CPNS, Ini Kata MenPAN Tjahjo Kumolo
Sisi Positif Perubahan Budaya Masyarakat Akibat Adaptasi Kebiasaan Baru
Pilkada Serentak 2020 Digelar Desember, Arif Budiman: Regulasi Tidak Berubah
Minta Perlindungan Hukum, John Kei Kirim Surat Ke Jokowi
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
eowyn