INDONEWS.ID

  • Rabu, 03/10/2018 20:14 WIB
  • BI: Industri Halal Dapat Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional

  • Oleh :
    • hendro
BI: Industri Halal Dapat Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo

Jakarta, INDONEWS.ID -  Indonesia memiliki potensi yang besar dalam pengembangan sektor industri halal. Hal ini tercermin dari persentase penduduk Indonesia yang merupakan 12,7 persen dari populasi penduduk muslim dunia dengan didukung oleh peningkatan kesadaran akan pentingnya konsumsi sektor industri halal.

Demikian dikatakan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dalam The Indonesia International Halal Lifestyle Conference & Business Forum, yang mengangkat tema “Halal Lifestyle Goes Global: Trend, Technology & Hospitality Industry” di Jakarta, Rabu (3/10/2018).

Baca juga : Kepala Perwakilan BPKP Jambi Hadiri FGD Pemulihan Ekonomi di BI Jambi

Menurut Perry, besarnya potensi Indonesia di sektor industri halal dapat mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Prospek pengembangan industri halal baik secara global maupun di Indonesia tersebut

Konferensi yang diselenggarakan pada tanggal 3 hingga 4 Oktober 2018 oleh Bank Indonesia bekerjasama dengan Indonesia Halal Lifestyle Center (Inhalec) ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menuju Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018 dan Indonesia Sharia Economic Festival 2018.

Baca juga : Tolak Cetak Uang, Gubernur BI Ikuti Saran Ekonom Senior Rizal Ramli

Lebih lanjut Perry Warjiyo menjelaskan, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah khususnya sektor industri halal, Bank Indonesia bersama dengan pemerintah dan institusi terkait berpegang pada prinsip 4 C, yaitu komitmen yang kuat dari pihak-pihak terkait (Commitment), program yang konkrit sehingga mudah untuk diimplementasikan (Concrete), sinergitas antara lembaga dan pihak terkait (Collaborative) serta edukasi yang dilakukan secara intens mengenai nilai lebih dari gaya hidup halal (Campaign).

Menurutnya, laju pertumbuhan industri halal global meningkat dalam beberapa tahun terakhir, dari 7,5 persen pada 2015 menjadi lebih dari 8 persen pada 2016 dan diperkirakan akan terus meningkat pada 2017 dan seterusnya.

Baca juga : Hadapi Covid-19, Pemerintah Rencana Terbitkan Surat Utang untuk Pemulihan Dunia Usaha

"Sedangkan, pasar industri halal di Indonesia, khususnya sektor makanan halal, travel, fashion, dan obat-obatan serta kosmetik halal telah mencapai sekitar 11 persen dari pasar global pada tahun 2016," ujarnya.

Sebagai bagian dari strategi membangun ekosistem halal value chain, tambah Perry, Bank Indonesia telah melaksanakan program pengembangan ekonomi syariah di sektor pertanian, makanan dan fashion, pariwisata serta energi terbarukan.

Bank Indonesia memandang pentingnya mendorong ekonomi dan keuangan syariah sebagai bagian dari bauran kebijakan. Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah diharapkan dapat menjadi salah satu upaya dalam memperkuat struktur ekonomi dan pasar keuangan global saat ini dan mendatang.(hdr)

Artikel Terkait
Kepala Perwakilan BPKP Jambi Hadiri FGD Pemulihan Ekonomi di BI Jambi
Tolak Cetak Uang, Gubernur BI Ikuti Saran Ekonom Senior Rizal Ramli
Hadapi Covid-19, Pemerintah Rencana Terbitkan Surat Utang untuk Pemulihan Dunia Usaha
Artikel Terkini
Dihadiri Sejumlah Tokoh Nasional, Ketua MPR Akan Gowes Reuni Pembalap Tiga Zaman di Warsol
Treasure Hiding Merilis Single Terbaru Menjauh
White Shoes & The Couples Company Merilis Piringan Hitam Single Terbaru Irama Cita
Mendagri Tito Minta Pemda Fokus Pemulihan Ekonomi dalam RAPBD 2021
Klaim Ekonomi Seringkali Tak Terwujud, Rizal Ramli Sebut Sri Mulyani Sudah Jadi Politisi
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
faramir