INDONEWS.ID

  • Minggu, 27/01/2019 20:07 WIB
  • Yenny Wahid : Ibunda Presiden Jokowi Adalah Keluarga Muslimat NU

  • Oleh :
    • luska
Yenny Wahid : Ibunda Presiden Jokowi Adalah Keluarga Muslimat NU
Presiden Joko Widodo bersama Ibundany (Sujiatmi).(Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID - Ketua Panitia Hari Lahir Muslimat NU ke-73, Yenny Wahid menjelaskan bahwa ibunda Presiden Jokowi merupakan keluarga muslimat NU dan sering mengikuti pengajian di kota tempat tinggalnya.

"Bapak presiden kita jelas, ibunya dari dulu sampai sekarang ikut pengajian Muslimat NU di Solo. Makanya enggak heran, kalau presiden begitu fasih ikut bernyanyi Subhan Waton (lagu NU) bersama kita semua," kata Yenny dalam sambutannya di acara yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (27/1/2019).

Baca juga : Jokowi: Moderasi Islam Harus Terus Digaungkan

Dikatakan Yenny, muslimat NU telah berkecimpung cukup lama dalam perjalanan bangsa.

"Peran Muslimat NU dalam meneguhkan Wal Jamaah sangat besar. Itu menangguhkan aswaja menguatkan bangsa bahkan menguatkan dunia," imbuhnya.

Baca juga : Siang ini, Yenny Wahid Umumkan Sikap Politiknya untuk Pilpres 2019

Sementara ditemui usai acara, ketika dikonfirmasikan soal pernyataan putri Abdurrahman Wahid perihal ibunya tersebut, Presiden Jokowi hanya tersenyum dan berkomentar sedikit.

Kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu, lebih baik ditanyakan langsung kepada keluarganya yang tinggal di Solo, Jawa Tengah.

Baca juga : Pilihan Sikap Politik Yenny Wahid, Jokowi atau Prabowo Subianto ?

"Ya, ditanyakan ke Solo sana," jawab Jokowi sambil tersenyum. (Lka)

Artikel Terkait
Jokowi: Moderasi Islam Harus Terus Digaungkan
Siang ini, Yenny Wahid Umumkan Sikap Politiknya untuk Pilpres 2019
Pilihan Sikap Politik Yenny Wahid, Jokowi atau Prabowo Subianto ?
Artikel Terkini
Banyak Target Pemprov Tidak Tercapai, Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Tolak Perubahan RPJMD
BNPB Lakukan Pemantauan Posko PPKM Tingkat kelurahan di Jabodetabek
Kemendagri Perkuat Pembinaan Ideologi Pancasila serta Gerakan Revolusi Mental
Polemik Calon Paskibraka, Kepala BPIP: Diselesaikan Melalui Musyawarah dan Kekeluargaan
Menkes: Skenario Terburuk Penambahan Kasus 70 Ribu Kasus per Hari Belum Terjadi
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
legolas