indonews

indonews.id

Parpol Diminta Ciptakan Strategi Kampanye Alternatif untuk Tarik Dukungan Pemilih

Oleh karena itu, parpol-parpol pendukung Capres harus segera untuk menciptakan strategi kampanye alternatif yang taktis dan efektif guna menarik kembali pemilih yang berbeda haluan. Khususnya pemilih primordial, pragmatis dan yang lebih terpenting adalah pemilih situasional. 

Reporter: very
Redaktur: very
zoom-in Parpol Diminta Ciptakan Strategi Kampanye Alternatif untuk Tarik Dukungan Pemilih
Peneliti 7 (Seven) Strategic Studies, Divisi Demokrasi dan Kepemiluan, Girindra Sandino. (Foto: ist)

 

Jakarta, INDONEWS.ID -- Hasil survei baru-baru ini menunjukkan bahwa Parpol  pengusung capres tertentu tidak serta merta membuat pemilih ikut memilih Capres yang di usungnya.

Sebagai contoh survei indikator merilis survei penelitiannya, yakni 43% pemilih PPP memilih Prabowo. Sementara 40,5% pemilih Partai Demokrat mendukung Jokowi. Jadi, split ticket voter-nya cukup besar. 

Terkait hal itu, Peneliti 7 (Seven) Strategic Studies, Divisi  Demokrasi dan Kepemiluan, Girindra Sandino mengatakan bahwa dalam kajian ilmu politik mengenai perilaku pemilih, setidaknya ada beberapa perilaku pemilih.

Pertama, pemilih rasional. Kedua, pemilih emosional. Ketiga pemilih Sosial, keempat pemilih primordial. Kelima, pemilih situasional. Dan keenam, pemilih Pragmatis. “Namun demikian, jika dicermati perilaku pemilih situasional, primordial dan pragmatis lebih mendominasi,” ujarnya dalam siaran pers, di Jakarta, Senin (27/1/2019).

Girinda mengatakan bahwa pemilih situasional adalah kelompok pemilih yang dipengaruhi faktor-faktor situasional dalam menetukkan pilihannya. Segmen ini lebih digerakan oleh perubahan dan akan menggeser pilihan politiknya jika terjadi kondisi-kondisi tertentu.

Sedangkan pemilih primordial, lebih mengutamakan suku, agama, keturunan. Dan pemilih  pragmatis yaitu pemilih yang didasari perhitungan untung rugi.

“Oleh karena itu, parpol-parpol pendukung Capres harus segera untuk menciptakan strategi kampanye alternatif yang taktis dan efektif guna menarik kembali pemilih yang berbeda haluan. Khususnya pemilih primordial, pragmatis dan yang lebih terpenting adalah pemilih situasional,” pungkasnya. (Very)

  

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas