INDONEWS.ID

  • Kamis, 14/03/2019 12:01 WIB
  • Keluarga Korban Aktivis Hilang Mengadu ke Moeldoko

  • Oleh :
    • very
Keluarga Korban Aktivis Hilang Mengadu ke Moeldoko
Perwakilan Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (IKOHI) saat bertemu Jenderal (Purn) Moeldoko, Kepala Staf Presiden, Rabu (13/3/2019) di Binagraha, Jakarta. (Foto: ist)

Jakarta, INDONEWS.ID -- Keluarga 13 aktivis ‘98 meminta pemerintah segera memastikan status saudara dan anak mereka yang hilang. Permintaan ini disampaikan bertepatan 21 tahun peristiwa penculikan para aktivis. Perwakilan Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (IKOHI) mengungkapkannya saat bertemu Jenderal (Purn) Moeldoko, Kepala Staf Presiden, Rabu (13/3/2019) di Binagraha, Jakarta.

Status keberadaan 13 aktivis hilang itu sangat diperlukan untuk memastikan apakah mereka masih hidup ataukah sudah meninggal.  “Apalagi kasus ini juga sudah ada rekomendasi dari Komnas HAM dan DPR,” kata Mugiyanto, dari IKOHI.

Baca juga : Meski Sudah Bertemu Jokowi, Besok KSPI Tetap Aksi di 10 Provinsi

Mereka berharap pemerintah segera menerbitkan dokumen resmi terkait status kependudukan korban yang masih hilang. Selain itu, mereka mengharapkan ada kompensansi atau bantuan untuk mendapat beasiswa pendidikan, kesehatan, dan bantuan biaya hidup bagi keluarga yang ditinggalkan. Terakhir, mereka meminta pemerintah mempercepat ratifikasi Konvensi Internasional tentang Perlindungan Terhadap Semua Orang dari Tindakan Penghilangan Secara Paksa.

“Tinggal satu konvensi ini yang belum diratifikasi. Kami yakin Pak Jokowi mampu !" ujar Mugiyanto yang datang bersama keluarga korban hilang lainnya. Dalam pertemuan, IKOHI menyampaikan sikap politiknya sesuai hasil Kongres 1 IKOHI, Oktober 2002. Dimana mereka mengajak masyarakat untuk memilih pemimpin yang tidak pernah tersangkut kasus pelanggaran HAM.

Baca juga : Moeldoko: Presiden Jokowi Tak Pernah Abaikan Suara Publik

Moeldoko sangat memahami isi hati keluarga yang kehilangan. Dia memuji langkah keluarga korban yang terus memperjuangkan keberadaan nasib anggota keluarganya ini. Pengungkapan ini penting agar generasi sekarang tahu sejarah kelam yang pernah menimpa republik ini.

Panglima TNI periode 2013 – 2015 itu berjanji akan menyampaikan tuntutan keluarga korban kepada Presiden Joko Widodo. "Pasti nanti akan saya sampaikan kepada beliau," kata Moeldoko. (Very)

Baca juga : Girindra Sandino: Masa Depan dan Peran Strategis KSP
Artikel Terkait
Meski Sudah Bertemu Jokowi, Besok KSPI Tetap Aksi di 10 Provinsi
Moeldoko: Presiden Jokowi Tak Pernah Abaikan Suara Publik
Girindra Sandino: Masa Depan dan Peran Strategis KSP
Artikel Terkini
Jaksa Tuntut Rizieq 2 Tahun Penjara Terkait Kasus Kerumunan Petamburan
Azis Syamsuddin Diperiksa Terkait Penyidik Stepanus
Pembangunan Tidak Berkesinambungan, Banyak Pihak Dukung Pentingnya Haluan Negara
TNI AL Laksanakan Swab Antigen Pasca Libur Idul Fitri
Menkeu Naikkan PPN, Rizal Ramli: Cara-cara Panik dan Tidak Kreatif
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
legolas