INDONEWS.ID

  • Minggu, 15/09/2019 16:01 WIB
  • Kepala BNPB Ajak Semua Elemen Masyarakat Tanggulangi Bahaya Asap Karhutla

  • Oleh :
    • hendro
Kepala BNPB Ajak Semua Elemen Masyarakat Tanggulangi  Bahaya Asap Karhutla
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Republik Indonesia (BNPB)  Doni Monardo  saat meninjau Riau akibat asap Karhutla

Jakarta, INDONEWS.ID - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo meminta para kepala daerah di Provinsi Riau untuk serius menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengakibatkan kabut asap. Dia ingin ada tindakan nyata yang dilakukan.

Doni mendambakan tindakan nyata lantaran sebelumnya pernah ada slogan 'Riau Tanpa Asap'. Akan tetapi, asap pekat akibat karhutla masih ada pada tahun ini.

Baca juga : Ustad Abdul Somad Ingatkan Dosa Besar Pembalakan dan Pembakaran Hutan

Asap yang diakibatkan karhutla di Riau sudah membuat kualitas udara masuk kategori berbahaya, khususnya di wilayah Pekanbaru.

"Saya tidak ingin hanya slogan-slogan. Dulu saya senang dengan pernyataan Riau Tanpa Asap. Tapi apa, hari ini Riau penuh asap," ujar Doni dalam Rapat Koordinasi (rakor) Penanggulangan dan Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Riau bersama Gubernur Riau, Kapolda Riau, Kepala BPBD, hingga walikota dan bupati se-Provinsi Riau mengutip siaran pers, Sabtu (14/9)kemarin.

Baca juga : Antisipasi Karhutla Tahun Ini, BNPB Kerahkan 6.000 Personel ke 6 Provinsi

Doni juga menganggap bahwa asap akibat karhutla adalah pembunuh yang tidak dapat diketahui secara langsung. Mengabaikan asap karhutla, lanjutnya, sama saja menjadi pembunuh potensial.

Oleh karena itu, dia meminta semua elemen masyarakat turut berperan untuk menanggulangi bahaya asap karhutla. Sinergi harus terus dilakukan, dari pencegahan hingga penanggulangan.

Baca juga : Seorang Tourist Asal Swiss Tertular Virus Corona di Riau

"Boleh jadi nanti kalau anda sekalian bisa, (menanggulangi karhutla) maka semuanya bisa jadi pahlawan kemanusiaan. Jika tidak bisa, kita adalah pembunuh potensial," tegas Doni.

Kualitas Udara Masih Buruk

Kualitas udara di wilayah Riau masih belum membaik sepenuhnya akibat asap pekat kebakaran hutan dan lahan. Jarak pandang yang terganggu dan kualitas udara yang buruk masih menyelimuti wilayah Riau.

Merujuk catatan BNPB per Sabtu (14/9), indeks standar pencemar udara (ISPU) tertinggi di wilayah Pekanbaru 269, Dumai 170, Rohan Hilir 141, Siak 125, Bengkalis 121, dan Kampar 113.

Kualitas udara yang diukur dengan ISPU memiliki kategori baik (0 - 50), sedang (51 - 100), tidak sehat (101 - 199), sangat tidak sehat (200 - 299), dan berbahaya (lebih dari 300).

Dengan demikian, kualitas udara di Riau masih tergolong tidak sehat hingga sangat tidak sehat.

"Data juga menunjukkan kualitas udara di provinsi lain, seperti Jambi (123), Kepulauan Riau (89), Sumatera Selatan (51), Sumatera Barat (46) dan Aceh (14)," ucap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas (Pusdatinmas) BNPB Agus Wibowo.

Siagakan 5.000 Personel

Agus mengatakan upaya pemadaman karhutla di Riau masih terus dilakukan. Termasuk pada hari ini, Minggu (15/9).

"Untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan tersebut tersebut disiagakan personil sebanyak 5.809," kata Agus melalui siaran pers, Minggu (15/9).

Jumlah tersebut berasal dari Korem 031/WB 2.200 orang, Lanud Roesmin Nurjadin 117 orang, Polda Riau 2.200 orang, Pangkalan TNI AL Dumai 31 orang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) 300 orang.

Kemudian, Pemadam Kebakaran 200 orang, Polisi Kehutanan 109 orang, Manggala Agni 210 orang, Masyarakat Peduli Api 292 orang, dan dari sejumlah perusahaan sebanyak 150 orang.

Selain itu, 6 helikopter untuk water bombing juga dikerahkan. BNPB juga tengah menyiapkan tambahan pesawat Hercules pada Senin mendatang (16/9). Pesawat itu nantinya akan digunakan untuk operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

"Penambahan pesawat TMC ini karena prediksi BMKG akan ada pertumbuhan awan potensial dibuat hujan buat dalam beberapa hari ke depan," kata Agus.

Artikel Terkait
Ustad Abdul Somad Ingatkan Dosa Besar Pembalakan dan Pembakaran Hutan
Antisipasi Karhutla Tahun Ini, BNPB Kerahkan 6.000 Personel ke 6 Provinsi
Seorang Tourist Asal Swiss Tertular Virus Corona di Riau
Artikel Terkini
Masih Sulit Menentukan Critical Time Penanganan Covid-19
Keputusan Pembelajaran Online demi mengatasi merebaknya Virus Corona
Sudah Ditangkap, Polisi Dalami Latar Belakang Tersangka Pelaku Pelecehan Rapid Test di Bandara
Ibu Rumah Tangga dan Organisasi Perempuan Ujung Tombak Tekan Penularan Klaster Keluarga
Mendikbud : Siswa Belum Terima Kuota Internet, Lapor Ke Kepala Sekolah
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
faramir