INDONEWS.ID

  • Selasa, 17/09/2019 09:01 WIB
  • Soal Karhutla, Presiden Jokowi Kemungkinan Akan Ke Jambi

  • Oleh :
    • Rikard Djegadut
Soal Karhutla,  Presiden Jokowi Kemungkinan Akan Ke Jambi
Kasdam II Sriwijaya Brigjen TNI Syafrial (Foto: Afm/IndoNews.id)

JAMBI. INDONEWS.ID - Kasdam II Sriwijaya Brigjen TNI Syafrial menyatakan tidak menutup kemungkinan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) akan mendatangi Provinsi Jambi terkait dengan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

"Presiden dan Menteri terkait rencananya akan datang ke Riau dan tidak menutup kemungkinan beliau akan melihat Jambi ataupun Palembang," ungkapnya saat di Korem 042/Gapu, Senin (16/9/2019).

Baca juga : Perwakilan Nasabah PNM Mekar Terima Banpres Produktif Jokowi di Banda Aceh

Jika dibandingkan dengan 5 Provinsi lainnya yang terjadi Karhutla, menurut nya Provinsi Jambi termasuk paling rendah, namun tingkat pencemaran udara ISPU 4 hari belakangan ini sudah tidak sehat yang berdampak pada kesehatan masyarakat.

"Kita harus lebih meningkatkan upaya kita untuk mengurangi, saya sudah berkoordinasi dengan Kepala BNPB pusat, ketika beliau datang kita sudah melakukan upaya-upaya pencegahan maupun penanganan," terangnya.

Baca juga : Jokowi Resmikan Jembatan Holtekamp, Sejumlah Fakta di Balik Kemegahan Ikon Papua ini

Syafrial mengatakan pihaknya telah banyak melakukan upaya pengendalian dan pencegahan, baik itu kegiatan yang bersifat sosialisasi, tindakan langsung di titik-titik yang menjadi tanggung jawab dan terjadi kebakaran, maupun dampak dari kebakaran itu sendiri, itu sudah dilakukan.

"Ada Dansatgas dalam hal ini Korem, TNI/Polri beserta Stakeholder terkait, ada pemadam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas terkait, Manggala Agni dan segala macam," katanya.

Baca juga : Pemprov Jambi Sebut Karhutla Disebabkan oleh Pengelolaan Lahan Gambut yang Sulit Dikendalikan

Sampai sekarang sudah dilakukan 500 personil diturunkan ke wilayah-wilayah yang terdampak Karhutla, akan tetapi sampai saat ini pula, tutur Syafrial, seperti di ketahui bersama masalah ini belum selesai.

"Asap masih ada, jadi harapan kita semua harus bersinergi, harus disinkronkan, harus saling bahu-membahu bersama-sama satu untuk penanggulangan sesuai dengan tupoksi masing-masing," pungkasnya.(afm)

Artikel Terkait
Perwakilan Nasabah PNM Mekar Terima Banpres Produktif Jokowi di Banda Aceh
Jokowi Resmikan Jembatan Holtekamp, Sejumlah Fakta di Balik Kemegahan Ikon Papua ini
Pemprov Jambi Sebut Karhutla Disebabkan oleh Pengelolaan Lahan Gambut yang Sulit Dikendalikan
Artikel Terkini
Gembel Unjuk Rasa Tolak PSBB
Sri Mulyani: RI Resesi pada Akhir September 2020
Ekonomi Melambat Akibat Covid-19, LaNyalla Minta Kepala Daerah Beri Kemudahan Usaha
Sektor Perdagangan Tersungkur Selama Covid-19, DPD Minta Pemerintah Beri Perlindungan
Komisioner Kompolnas Pudji Hartanto Ucapkan HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-65
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
faramir