INDONEWS.ID

  • Senin, 23/09/2019 21:57 WIB
  • Pendekatan Humanis Kepala BNPB Ajak Masyarakat Cegah Karhutla

  • Oleh :
    • Marsi Edon
Pendekatan Humanis Kepala BNPB Ajak Masyarakat Cegah Karhutla
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo (Foto:Dokumentasi BNPB)


Jakarta,INDONEWS.ID - Kepala BNPB Doni Monardo kembali melakukan pendekatan humanis mengajak kembali masyarakat menjaga keseimbangan hidup,antara manusia dan Tuhan, sesama manusia, serta manusia dan alam. Kali ini, Doni menyampaikannya di Masjid seribu tiang, atau Masjid Agung Al Falah, Kota Jambi, Provinsi Jambi, Senin, (23/09/2019).

Doni menjelaskan, bencana terbagi dua, bencana alam dan bencana non alam. Bencana alam seperti gempa bumi di Jambi relatif sedikit dan belum ditemukan adanya potongan sesar gempa di Jambi.

Namun, bencana yang terjadi adalah bencana non alam seperti Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang diakibatkan ulah manusia dan akibat musim kemarau panjang selama dua bulan lebih di Jambi. Salah satunya permukaan gambut menjadi kering, sehingga mudah terbakar.

"Relatif mudah dipadamkan, karena lahan gambut masih relatif basah. Tahun ini boleh dibilang hampir sama dengan tahun 2015 kebakarannya. Karena lahan gambut relatif kering" kata Doni.

Tercatat 2,6 juta hektar terbakar di tahun 2015. Di tahun 2019 ini sudah 328 ribu hektar lahan gambut terbakar. Sifat lahan gambut habitatnya basah dan tidak boleh kering, karena merupakan fosil batu bara muda yang mudah terbakar.

"Presiden`menugaskan saya untuk memprioritaskan daerah-daerah yang belum turun hujan. Kita bekerja dengan baik, dan berdoa untuk memadamkan api bersama" tambahnya.

Kepala BNPB menganjurkan, bertani, beladang, berkebun tidak lagi membakar. Aturan yang memperbolehkan membuka lahan dengan cara membakar harus perlu izin.

"Hal yang perlu diperhatikan adalah membuka lahan di areal gambut, yang berbahaya jika kering, api langsung menjalar. Hal ini yang harus diperhatikan oleh masyarakat agar api tidak membesar" ungkapnya.

Masalah pencegahan penanggulangan bencana harus di sekolah.Dengan demikian, generasi muda mendapatkan pemahaman tentang pelestarian hutan.

"Hal ini harus dipupuk dari kecil, bekerjasama dengan kementerian pendidikan nasional untuk menanamkan pendidikan edukasi bencana sejak dini" gagasnya.

Masalah bencana tidak dapat diselesaikan oleh satu instansi saja. Butuh bantuan dari berbagai kalangan, bersinergi dan menyelesaikan masalah secara bersama-sama.

Tidak perlu saling menyalahkan, mari kita bahu-membahu memadamkan api. Kedepannya pencegahan harus dikedepankan, dan pemerintah daerah harus melibatkan masyarakat sebagai kunci pencegahan Karhutla.

Hal yang sama disampaikan oleh Gubernur Jambi, Fachrori Umar. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk berdoa serta bekerja sama dalam upaya penanganan kebakran hutan dan lahan yang sedang berlangsung.

"Mari kita Sholat Istisqo bersama, untuk minta pengampunan dan petunjuk dan pertolongan Alloh SWT. Serta menurunkan hujan untuk mengatasi bencana asap di bumi Jambi kita" ungkapnya.

Anggota DPR Komisi 10 Dapil Provinsi Jambi Sutan Adil Hendra menyampaikan ucapan terima kasih kepada ketua BNPB atas beberapa langkah yang telah diambil dalam menangani kebakran hutan dan lahan di Jambi. Ia berharap, masalah ini segera selesai dan seluruh masyarakat dapat berpartisipasi dalam mengatasi Karhutla ini.

"Terima kasih kepada BNPB, yang sudah membantu Jambi dalam pemadaman, pengiriman personil, dan melakukan hujan buatan," tutupnya.

 

Artikel Terkait
Artikel Terkini
Erman Rahmat Pjs Bupati Tanahdatar
Puting Beliung Terjang Tiga Kecamatan di Kota Medan, Ratusan Rumah Rusak
Sastrawan Apresisasi Corpus Puisi Pandemi Karya Akademisi dari Berbagai Perguruan Tinggi
Bertemu Moeldoko, Rizal Ramli: Sudah Lama Tidak Nikmati Cigar Berdua
Pendaftaran Beasiswa Unggulan Dibuka 21 September Hingga 3 Oktober 2020
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
faramir