INDONEWS.ID

  • Selasa, 24/09/2019 08:05 WIB
  • Kepala BNPB Sebut 80 Persen Lahan Terbakar Menjadi Kebun

  • Oleh :
    • Marsi Edon
Kepala BNPB Sebut 80 Persen Lahan Terbakar Menjadi Kebun
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo (Foto:Dokumentasi BNPB)

Jakarta,INDONEWS.ID - Kepala Badan Nasional Penaggulangan Bencana(BNPB) Doni Monardo menyampaikan beberapa fakta terbaru tentang kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Sebanyak 99 persen kebakaran hutan dan lahan di Indonesia disebabkan oleh ulah manusia dan 80 persen akan dijadikan sebagai lahan perkebunan. Jakarta, Selasa,(24/09/2019)

Dalam rapat koordinasi penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan bersama dengan Gubernur Jambi,Fachrori Umar serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Doni mengatakan, masyarakat perlu diberikan konsep baru dalam membuka lahan perkebunan. Tujuannya tidak lain agar masyarakat terhindar dari masalah asap yang dapat menibulkan berbagai macam penyakit.

"Saya mempunyai data, penyebab Karhutla adalah 99% ulah manusia, dan 80% lahan yang terbakar menjadi kebun," kata Doni.

Doni menekankan kembali kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga keseimbangan dengan alam dan lingkungan. Banyak pilihan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi tanpa harus membakar hutan dan lahan.

Ia pun mencontohkan beberapa jeni usaha ekonomi yang potensial untuk dikembangkan seperti Kopi Liberica, Pohon Pinang,  Nenas, Lidah Buaya, Pisang Barangan, Enau,Sayur Mayur, Ikan Gabus, tanaman sagu dan sebagainya. Masyarakat diminta memilih sesuai dengan tingkat ketrampilan yang dimiliki tanpa harus menebang hutan.

"Jenis tanaman ini dapat menjadi alternatif pilihan pohon untuk masyarakat tanpa harus membakar lahan," ungkapnya.

Demi memudahkan pekerjaan yang dilakukan, kata Doni, masyarakat diminta untuk membentuk kelompok masing-masing dengan beban tanggungjawab yang sama kepada setiap anggota. Metode seperti ini akan memudahkan masyarakat saling koordinasi karena ada sanksi yang akan diterima jika tidak melaksanakan kewajibannya.

Selain itu, Doni juga kembali kepada pejabat Pemerintah Daerah Provinsi Jambi untuk terus mengingatkan kepada masyarakat, pelaku bisnis agar menghindari cara-cara membakar dalam membuka lahan yang baru. Terhadap sisa-sisa api yang masih ada, menjadi tanggungajawab bersama untuk memadamkannya.

"Sisa api yang ada, mari kita padamkan bersama. Pemerintah pusat siap membantu dan mendukung upaya pemadaman" ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Jambi Fachrori Umar menyampaikan, bencana kabut asap yang terjadi di Jambi telah dilakukan upaya pencegahannya. Mulai dari rapat kordinasi, apel siaga, sosialisai,pemantauan dan pengecekan di lapangan, Pemadaman darat dan udara.

Namun, hingga saat ini, sisa-sisa kebakaran hutan dan lahan itu masih ada. Adanya kebakaran hutan dan lahan ini, katanya, karena masyarakat belum menemukan cara baru dalam membuka lahan perkebunan.

"Belum ada mekanisme membuka lahan tanpa cara membakar," jelasnya.

Pemprov sendiri berharap, masalah Karhutla tidak akan terjadi lagi tahun depan. Pemprov terus meningkatkan pengawasan, pembahasan lahan, buka kanal yang dibebankan kepada dunia usaha.

"Semoga tahun depan dan di tahun-tahun selanjutnya tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan lagi," tutupnya.*

 

 

Artikel Terkait
Artikel Terkini
Masih Sulit Menentukan Critical Time Penanganan Covid-19
Keputusan Pembelajaran Online demi mengatasi merebaknya Virus Corona
Sudah Ditangkap, Polisi Dalami Latar Belakang Tersangka Pelaku Pelecehan Rapid Test di Bandara
Ibu Rumah Tangga dan Organisasi Perempuan Ujung Tombak Tekan Penularan Klaster Keluarga
Mendikbud : Siswa Belum Terima Kuota Internet, Lapor Ke Kepala Sekolah
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
faramir