INDONEWS.ID

  • Selasa, 24/09/2019 16:45 WIB
  • Kepala BNPB Doni Monardo Tinjau Penanganan Karhutla di Jambi

  • Oleh :
    • Marsi Edon
Kepala BNPB Doni Monardo Tinjau Penanganan Karhutla di Jambi
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo (Foto:Dokumentasi BNPB)

Jakarta, INDONEWS.ID - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana(BNPB) Doni Monardo kembali melakukan kunjungan dalam rangka penanganan Karhutla di Provinsi Jambi. Doni ingin memastikan masalah Karhutla ini segera selesai dan masyarakat yang terkena dampak mendapatkan perawatan memadai.

Doni menegaskan, beberapa wilayah di Provinsi telah turun hujan. Hujan tersebut merupakan hasil dari upaya yang dilakukan oleh semua tim dalam rangka memadam api akibat kebakaran huta dan lahan.

"Alhamdulilah pagi ini diawali hujan, dari hasil usaha kita bersama. Doa dan usaha manusia memadamkan Karhutla. Saya mendapat laporan sudah delapan kabupaten yang mengalami hujan. " kata Doni di Posko Karhutla, Desa Arang-Arang, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muara Jambi, Provinsi Jambi Selasa, (24/09/2019).

Diiformasikan, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Karhutla di Provinsi Jambi sangat buruk. Menurutnya, kondisi udara ini tidak terlepas dari masalah kebakaran hutan dan lahan yang terjadi selama beberapa pekan terakhir.

"Hal ini berdampak kepada kesehatan. Catatan ISPU tahun 2019 lebih jelek dibandingkan tahun 2015" kata Doni.

Lebih lanjut ia menjelaskan, kondisi di Jambi cukup berbeda dengan daerah lain yang mengalami Karhutla. Jika daerah lain tim tidak terlalu mengalami kesulitan, di Jambi cukup sulit karena apinya berada di dalam tanah.

"Di beberapa tempat apinya ada yang berada di dalam tanah, dengan kedalaman 5 meter," ungkapnya.

Data dari BMKG menunjukkan, tahun 2015 ISPU (Partikulat PM10) terburuk Jambi adalah 173 (Tidak Sehat). Sedangkan di tahun 2019 ISPU (Partikulat PM10) terburuk Jambi mencapai 411 (Berbahaya)  (data sampai dengan 23 September 2019).

Karena itu, tegas Doni,strategi selanjutnya adalah menggalakkan sosialisai kepada masyarakat secara langsung. Libatkan pemuka agama dan sebagainya untuk sosialisasi.

Kedepannya, pencegahan akan jauh lebih baik dari penanggulangan. TMC dan water bombing tidak serta merta dapat mengatasi Karhutla. Hanya alam yang dapat mengatasinya, yakni Hujan.

"Tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar," tutupnya.*

 

Artikel Terkait
Artikel Terkini
Moeldoko Sampaikan Daftar Nama Lembaga Negara Berpotensi Dibubarkan Jokowi
Pengukuhan Pengurus GP Jamu Secara Online oleh Ketua Badan POM
Pemerintah Rencana Bubarkan 18 Lembaga Negara, Bamsoet: Harus Sertakan Solusi
Bertemu Dubes Qatar, Bamsoet: Indonesia Ingin Menjalin Kerja Sama Melalui Investasi
Sampah Demokrasi, Rizal Ramli Punya Cara Membuat Para Buzzer Keok
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
eowyn