INDONEWS.ID

  • Senin, 14/10/2019 16:01 WIB
  • Apakah Pertemuan Prabowo dan Surya Paloh Membahas Kabinet Jokowi?

  • Oleh :
    • Marsi Edon
Apakah Pertemuan Prabowo dan Surya Paloh Membahas Kabinet Jokowi?
Sekretaris Jenderal Partai NasDem Johnny G. Plate.(Foto:Ricardo/ Indonews)

Jakarta,INDONEWS.ID - Sekretaris Jenderal Partai NasDem Johnny Plate menegaskan bahwa pertemuan antara Prabowo dan Surya Paloh tidak membahas susunan kabinet pemerintahan Jokowi periode 2019-2024. Terkait dengan komposisi menteri, merupakan wewenang penuh dari presiden terpilih.

Menurut Johnny, presiden terpilih memiliki hak penuh untuk menentukan partai mana yang akan berada di dalam atau di luar pemerintahan. Karena itu, NasDem ingin memberikan kesempatan kepada Jokowi untuk menggunakan hak tersebut demi kepentingan bangsa yang lebih besar.

"Terkait hal-hal yang lain, hal-hal yang sifatnya pragmatis termasuk di dalamnya kabinet pak Joko Widodo itu sepenuhnya menjadi kewenangan pak Joko Widodo itu hak prerogatifnya untuk menentukan bagi kedua pemimpin berada di dalam atau di luar ya tetap semangatnya membangun bangsa dan negara," kata Jhony kepada media usai pertemua Prabowo dan Surya Paloh, Jakarta,(13/10) kemarin.

Johnny menjelaskan, menyusun kabinet pemerintahan merupakan hak prerogatif presiden yang telah diatur secara tegas dalam konstitusi. Karena merupakan perintah konsitusi, maka, tidak ada pihak yang dapat mengintervensi pelaksanaan wewenang tersebut.

NasDem dan Gerindra, kata Johnny, ingin menghargai presiden terpilih dalam hal menggunakan wewenangnya dalam menyusun kabinet pemerintahan selama lima tahun ke depan. Baik NasDem maupun Gerindra sama-sama mengutamakan kepentingan bangsa dan negara.

"Itu komitmennya jadi kita betul-betul harus pisahkan yang mana yang menjadi kewenangan prerogatif presiden terpilih menyusun kabinet dan itu harus dihormati dan mana yang menjadi kewenangan parpol dan peran-peran parpol dalam hal ini Partai Nasdem dan Partai Gerindra sepakat bahwa mengutamakan kepentingan bangsa di dalam karya karya poltiknya menjadi yang paling utama," jelas Jhony.

Perkembangan ekonomi global, jelas Johnny, semakin tidak menentu dan memberikan pengaruh tersendiri terhadap sistem perekonomian nasional. Kondisi ini membutuhkan soliditas di antara sesama anak bangsa untuk membangun kekuatan bersama memajukan ekonomi nasional.

Selain perkembangan ekonomi global yang tidak menentu, banyak ancaman dari luar yang mengancam keutuhan NKRI. Karena itu, persatuan dan kesatuan mesti diperkuat demi menjaga keutuhan bangsa dan negara.

"Keutuhan bangsa yang menjadi utama apalagi di era dimana tantangan global yang semakin berat, situasi global yang semakin dinamis membutuhkan persatuan dan kesatuan nasional yang membutuhkan soliditas di antara para pemimpin nasional untuk memastikan kepentingan-kepentingan bangsa dan kepentingan negara kita dapat kita laksanakan dengan baik," pungkasnya.*

 

 

 

Artikel Terkait
Artikel Terkini
Yenny Wahid: Kebijakan Afirmasi Berlaku Semua Sektor, Indonesia Timur Harus Menjadi Prioritas
Bantu Perluas Jaringan Nasabah, PNM Gelar Pelatihan Online di Tengah Pandemi
Dukung Pemerintah Lawan COVID-19, Bank BJB Serahkan Bantuan Melalui Gugus Tugas Nasional
Adaptasi Kebiasaan Baru, Dokter Reisa: Perhatikan Sirkulasi Udara Ruang Kerja
Pasien Sembuh COVID-19 Naik Jadi 37.636, Kasus Positif Jadi 78.572
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
gandalf