INDONEWS.ID

  • Kamis, 17/10/2019 15:05 WIB
  • Arif Budimanta Sebut UMKM Harus Jadi Kekuatan Ekonomi Nasional

  • Oleh :
    • Marsi Edon
Arif Budimanta Sebut UMKM Harus Jadi Kekuatan Ekonomi Nasional
Direktur Eksekutif Megawati Institute Arif Budimanta saat menjadi pembicara dalam diskusi bedah buku di Sofyan Hotel.(Foto:Marsi/Indonews)

Jakarta,INDONEWS.ID - Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah mesti menjadi kekuatan utama dalam menopang pembangunan nasional. Hal ini mengingat, masyarkat Indonesia lebih banyak yang berusaha dengan modal yang kecil dan menengah.

Menurut Direktur Eksekutif Megawati Institute Arif Budimanta, sektor UMKM harus naik kelas.Adapun pilihan cara agar UMKM naik kelas yakni melakukan redistribusi aset dan penyertaan modal kepada pelaku UMKM.

"Kalau kita mau meningkatkan pendapatan negara dari sektor UMKM, pemerintah mesti hadir memberikan penyertaan modal kepada masyarakat untuk melakukan kegiatan bisnis," kata Arif saat `Diskusi dan Bedah Buku,`Tantangan Kabinet Baru Menghadapi Kondisi Ekonomi Global di Sofyan Hotel, Kawasan Menteng, Kamis ,(17/10/2019)

Sektor UMKM, kata Arif, sangat diminati oleh masyarakat Indonesia. Alasannya karena sektor UMKM tidak membutuhkan modal yang besar dalam memulai kegiatan bisnis.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pemerintah mesti memiliki strategi atau pola baru dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi terutama di sektor UMKM. Dengan cara tersebut, sektor UMKM, betul-betul diberdayakan.

"Yang perlu dilakukan adalah memperkuat pasar di dalam negeri,caranya yakni melakukan transformasi struktural dan transformasi pelaku ekonomi," jelasnya.

Ada tiga manfaat utama jika negara memberi perhatian dalam pengembangan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Indonesia. Selain negara mampu menguasai pasar dalam negeri,sektor UMKM juga dapat meningkatkan potensi eksport.

Selain itu, negara dapat mengatasi ketimpangan dalam berusaha. Hal ini sangat beralasan karena sektor UMKM belum memberikan pengaruh besar terhadap pembangunan ekonomi nasional.

Arif berharap, pertumbuhan ekonomi nasional ke depan bergerak naik di atas lima persen. Untuk mencapai hal tersebut, pemerintah harus mendorong kegiatan investasi dan ekspor dari hasil pemberdayaan sektor UMKM.

Ia juga mendorong generasi muda Indonesia untuk melakukan karya yang lebih nyata. Banyak anak muda Indonesia yang cerdas tetapi belum mampu memaksimalkan memiliki kecerdasannya untuk kepentingan negara.

"Kita membutuhkan generasi muda yang tidka hanya kritis dari segi pemikiran, tetapi mampu memberikan sumbangsih terhadap perkembangan dan kemajuan bangsa," pungkasnya.

 

 

 

 

 

 

Artikel Terkait
Artikel Terkini
Dihadiri Sejumlah Tokoh Nasional, Ketua MPR Akan Gowes Reuni Pembalap Tiga Zaman di Warsol
Treasure Hiding Merilis Single Terbaru Menjauh
White Shoes & The Couples Company Merilis Piringan Hitam Single Terbaru Irama Cita
Mendagri Tito Minta Pemda Fokus Pemulihan Ekonomi dalam RAPBD 2021
Klaim Ekonomi Seringkali Tak Terwujud, Rizal Ramli Sebut Sri Mulyani Sudah Jadi Politisi
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
faramir