INDONEWS.ID

  • Jum'at, 18/10/2019 22:01 WIB
  • Presiden Terpilih Jokowi Tanggapi Isu Demokrat dan Gerindra Masuk Kabinet

  • Oleh :
    • Marsi Edon
Presiden Terpilih Jokowi Tanggapi Isu Demokrat dan Gerindra Masuk Kabinet
Presiden terpilih Joko Widodo.(Foto:IST)

Jakarta,INDONEWS.ID - Presiden terpilih Joko Widodo menegaskan bahwa saat pengumuman secara resmi susunan kabinet Indonesia kerja jilid 11 akan memastikan Partai Demokrat dan Partai Gerindra berada di dalam atau di luar kabinet. Hal ini ia sampaikan menanggapi wacana di masyarakat terkait dengan bergabungnya kedua partai tersebut dalam pemerintahan periode 2019-2024.

Jokowi mengatakan, masyarakat perlu bersabar menunggu pengumuman resmi darinya. Pada saat pengumuman tersebut, rakyat Indonesia akan tahu, Partai mana yang masuk dan berada di luar kabinet.

"Nanti kalau sudah diumumkan, kita semuanya tahu," kata Jokowi kepada media di Istana Negara, Jakarta, Jumat,(18/10/2019)

Hingga saat ini, kata Jokowi, ia masih merahasiakan susunan kabinet pemerintahannya. Hal ini dilakukan untuk menjaga etika serta mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan terkait pengumuman menteri-menteri yang berada dalam kabinet.

"Mana yang masuk, mana yang tidak masuk. Apa mana yang belum masuk," ungkapnya.

Diketahui, selama beberapa hari terakhir, kedua Parpol tersebut semakin gencar diberitakan masuk dalam kabinet. Demokrat diisukan mendapatkan posisi Menteri Pemuda dan Olahraga dan Gerindra diberitakan mendapatkan kursi menteri pertanian.

Mantan Wali Kota Solo itu belum memastikan waktu pengumuman kabinetnya disampaikan kepada publik. Pengumuman tetap dilaksanakan sebelum pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih.

"Kita mungkin bisa minggu, tapi bisa juga Senin. Bisa Senin, tapi bisa juga Selasa," ungkapnya.

Ia sekali lagi, meminta kepada masyarakat Indonesia untuk bersabar menunggu. Pada wakutnya, susunan kabinet tersebut akan disampaikan kepada masyarakat.

Terkait calon menteri, ia juga belum memberikan penjelasan terkait nama-nama yang masuk dalam kabinet. Nama-nama menteri tersebut masih dirahasiakan kepada publik.

"Nantilah, tadi kan sudah saya sampaikan, tunggu sabar," tutupnya.

 

 

 

 

 

Artikel Terkait
Artikel Terkini
Billy Mambrasar: Saatnya Mengkapitalisasi SDM Anak Papua
Selesaikan Konflik Papua Secara Holistik dan Kolaboratif
Jangan Serahkan Papua ke TNI dan Polri Saja, Perlu Peranan Tokoh Adat, Agama dan Masyarakat
Paulus Waterpauw: Yang Dilabeli Teroris Adalah Mereka yang Lakukan Kekerasan
Rapat Dengar Pendapat Kasal dengan DPR RI
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
legolas