INDONEWS.ID

  • Senin, 21/10/2019 10:59 WIB
  • Melihat Perubahan Nomenklatur Kementerian Jelang Pengumuman Kabinet Jokowi

  • Oleh :
    • Marsi Edon
Melihat Perubahan Nomenklatur Kementerian Jelang Pengumuman Kabinet Jokowi
Presiden Joko Widodo saat pelantikan kemarin di Gedung DPR/MPR RI.(Foto:Kompas.com)

Jakarta,INDONEWS.ID - Presiden Jokowi segera mengumumkan nama-nama menteri yang masuk dalam kabinet pemerintahan pada hari ini, Senin(21/10). Diketahui, Jokowi mengubah nomeklatur beberapa kementerian untuk menjawab visi dan misi serta mendorong efektivitas dan efisiensi kerja selama lima tahun ke depan.

Mantan Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin, menjelaskan, perubahan nomenklatur kementerian tersebut dilkakukan berdasarkan evaluasi yang dilakukan oleh Jokowi selama lima tahun terakhir. Dengan adanya nomenklatur baru, diharapkan kenierja lebih baik dan tepat sasaran.

"Mungkin 10 atau lebih nomenklatur baru. Yang paling terpeting itu adalah lima tahun ke depan wajah kementerian lembaga dan nomenklatur yang presiden ubah, tambah dan kurang itu jauh lebih siap, jauh lebih komprehensif, jauh lebih sempurna, berhasil dan maju di lima tahun kemarin, karena presiden telah membaca dan telah melakukan satu evaluasi menyeluruh, dimana yang lemah, di mana yang masih kurang dan di mana sudah berhasil ditingkatkan," kata Ngabalin kepada media, Senin(21/10/2019)

Ali Mochtar Ngabalin menambahkan, perubahan nomenklatur ini dalam rangka mencapai visi besar presiden yang pernah disampaikan kepada rakyat Indonesia di pemilu kemarin. Dengan demikian, perubahan atau penggabungan beberapa Kementerian ini tidak bertujuan politis atau bagi- bagi kekuasaan.

Hingga saat ini, ada tuju nama Kementerian yang bakal mengalami perubabahan. Kementerian-Kementerian tersebut diantaranya sebagai berikut:

1.Kementerian Lingkungan Hidup perubahan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK);
2.Kementerian Agraria Tata Ruang dan Kehutanan peleburan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang dengan KLHK;
3.Kementerian Digital dan Ekonomi Kreatif perubahan Badan Ekonomi Kreatif;
4.Kementerian Investasi perubahan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal;
5.Badan Khusus Olahraga perubahan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga;
6.Kementerian Pendidikan Tinggi perubahan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek);
7. Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan peleburan dari Kementerian Pariwisata dan Kemendikbud.

Perubahan nomenklatur beberapa nama Kementerian di atas, jelas Ngablin, merupakan informasi sementara yang didapatkan. Ia sendiri berharap, Nomenklatur yang telah ada ini, tidak akan berubah lagi.

"Itu mudah-mudahan tidak mengalami perubahan ya, tapi penjelasan tadi itu memberikan isyarat bahwa untuk lima tahun akan datang itu, Pak Presiden sangat amat paham terhadap model organisasi dalam hal ini adalah kabinet yang beliau percaya sangat amat bisa secara komprehensif karena beliau merasa kompatibel. Jadi untuk lima tahun akan datang karena sudah ada pengalaman," pungkasnya.*

 

 

 

Artikel Terkait
Artikel Terkini
Menhub Klaim Belum Ada Kasus Penularan Covid-19 di Pesawat
Sidang Perdana Jaksa Pinangki, Jaksa : Uang Dari Djoko Tjandra Untuk Kepentingan Pribadi Terdakwa
Tekan Impor Industri Farmasi, Balai Kemenperin Fokus Riset Bahan Baku Lokal
Kasus Djoko Tjandra, Kejagung Periksa Dua Saksi Dari Ditjen Imigrasi
KPU Sahkan Idris-Imam, Ketua Timses Ajak Warga Pilih Calon yang Mengerti Pembangunan Kota Depok
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
faramir