INDONEWS.ID

  • Kamis, 24/10/2019 10:15 WIB
  • Untuk Menangkal Radikalisme, Besok Partai Nasdem Gelar Diskusi

  • Oleh :
    • hendro
Untuk Menangkal Radikalisme, Besok Partai Nasdem Gelar Diskusi
Istimewa

Jakarta, INDONEWS.ID - Dalam rangka mendapatkan input publik terkait dengan isu-isu Radikalisme, partai Nasdem akan menggelar diskusi Pra-Kongres 2 pada sebuah Penang Bistro, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (25/10/2019).

Dalam diskusi tersebut, akan menampilkan pembicara yang para politisi partai Nasdem seperti Muchtar  Lutfhi A. Mutty    : Anggota DPR RI periode 2014-2019 dan Supiadin Aries Saputra    : Anggota DPR RI Periode 2014-2019. Serta pengamat pertahanan Jaleswari Pramodharwardhani.

Baca juga : Bersama Hadapi Pandemi, Masyarakat Indonesia Dapat Titipan "Salam Sehat dari Swedia"

Diskusi tersebut dilatarbelakangi, adanya peristiwa pada Bulan Oktober tahun 2002, kita semua bangsa Indonesia dikejutkan dengan ledakan bom yang begitu besar di Bali. Ratusan orang meninggal dan luka. Rekasi pertama kita sebagai bangsa dan negara adalah bertanya apa yang terjadi kenapa ada ledakan begitu besar terjadi di pusat dan jantung pariwisata Indonesia?

Peristiwa itu telah menyadarkan kita semua bahwa ada bahaya besar yang sedang disemai di dalam masyarakat. Kebencian dan juga teror untuk menciptakan rasa takut di tengah masyarakat dan antipasti terhadap pemerintah. lalu respon negara adalah melakukan serangkaian tindakan hukum terhadap para pelaku dan mengejar jaringan kelompok radikal yang melakukan teror tersebut.

Baca juga : Jawab BuzzeRP, Rizal Ramli: Saya Dipecat Jokowi Karena Ganggu Cukong Reklamasi

Aparat keamanan dan hukum kita berhasil melumpuhkan beberapa tokoh kunci dari gerakan teror dan radikal seperti dr. Azhari, Noordin M Top sampai Abu Bakar Baasir. Keberhasilan itu ternyata tidak menghilangkan teror dari kelompok radikal tersebut. karena kemudian tumbuh kelompok baru yang juga melakukan hal yang sama.

Dalam prosesnya berkali-kali bom dan upaya teror meledak, banyak jatuh korban. Kelompok teror ternyata tidak hanya satu. Ada banyak sekali, bahkan memasuki anak-anak sekolah kita. Terakhir BIN mempublis data yang menyatakan bahwa ada 39% mahasiswa terpapar radikalisme. Berbagai upaya dilakukan pemerintah selain tentunya menangkap dan menghukum. Ada juga program deradikalisasi, kampanye tentang toleransi.

Baca juga : Tingkatkan Kinerja Pengelolaan Keuangan Daerah, Kemendagri Lakukan Pengukuran Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah

Terakhir saat ISIS merebut sebagian wilayah di Timur Tengah, lebih dari seribu orang Indonesia ikut bergabung. Mereka menjadi bagian dari gerakan teror internasional. Sebagian orang juga melihat bahwa gerakan tersebut merupakan upaya mendirikan sistem khilafah. Di Indonesia hal yang samapun diperjuangkan secara legal oleh kelompok HTI yang dibubarkan oleh pemerintah melalui PERPU Ormas.

Inilah pekerjaan kebangsaan kita bersama, menjadikan Indonesia tetap sebagai negara yang toleran. Menangkal upaya-upaya radikalisasi di tengah masyarakat, sebab hal itu akan bertabrakan dengan nilai-nilai luhur budaya Indonesia yang selama ini hidup dan berkembang di Indonesia. Pendekatan multi dimensi perlu dilakukan walau pendekatan keamanan dan pertahanan juga harus terus disiagakan. Agar peristiwa seperti di Menes beberapa waktu lalu tidak terjadi terhadap masyarakat dan juga pejabat publik Indonesia.

Karena itu,  dengan digelarnya diskusi Pra-Kongres 2 Partai NasDem ini, sangat erat kaitannya dengan perjalanan Partai NasDem lima tahun mendatang;
1.    Partai NasDem mendapatkan input dari publik terkait dengan isu-isu Radikalisme, sehingga Partai NasDem bisa melakukan berbagai upya pencegana agar tidak terjadi tindakan radikalisme yang mengacaukan negara dan masyarakat.
2.    Partai NasDem mampu menjadi bagian penting dalam proses menjaga masyarakat yang toleran dan menjauhkan masyarakat dari tindakan-tindakan yang dapat merusak tatanan dan pertahanan Indonesia. 
3.    Partai NasDem sangat menyadari bahwa bahaya radikalisme telah dalam kondisi yang mengkawatirkan sebagai mana data dan survei yang dirilis berbagai lembaga.
 
Tema yang diangkat untuk serial keempat ini terkait dengan pertahanan dan bahaya radikalisme terhadap keutuhan Republik Indonesia. Hal ini diangkat dari peristiwa ke peristiwa adanya upaya teror dan juga rongrongan terhadap Indonesia yang dilakukan oleh kelompok-kelompok yang menyatakan diri sedang berjihad. Maka tema yang diangkat adalah “Manangkal Radikalisme, Menjaga Indonesia”.


 

Artikel Terkait
Bersama Hadapi Pandemi, Masyarakat Indonesia Dapat Titipan "Salam Sehat dari Swedia"
Jawab BuzzeRP, Rizal Ramli: Saya Dipecat Jokowi Karena Ganggu Cukong Reklamasi
Tingkatkan Kinerja Pengelolaan Keuangan Daerah, Kemendagri Lakukan Pengukuran Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah
Artikel Terkini
Buah Pertama Perubahan Otsus Papua, Rasisme Pecah di Merauke
Bersama Hadapi Pandemi, Masyarakat Indonesia Dapat Titipan "Salam Sehat dari Swedia"
Masih Pantaskah Negara Indonesia Mempunyai Sebutan Sebagai Negara Dermawan Saat Ini?
Jawab BuzzeRP, Rizal Ramli: Saya Dipecat Jokowi Karena Ganggu Cukong Reklamasi
Tingkatkan Kinerja Pengelolaan Keuangan Daerah, Kemendagri Lakukan Pengukuran Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
legolas