INDONEWS.ID

  • Sabtu, 26/10/2019 17:30 WIB
  • Demokrat Malang! Berkali-kali Jokowi Ajak SBY ke Istana, Hanya Sebatas Temani Ngopi

  • Oleh :
    • Rikardo
Demokrat Malang! Berkali-kali Jokowi Ajak SBY ke Istana, Hanya Sebatas Temani Ngopi
Jokowi saat menerima SBY di Istana (10/10/19)

Jakarta, INDONEWS.ID - Tak ada Partai Demokrat di Kabinet Indonesia Maju Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Wakil Presiden Ma`ruf Amin. Meski diajak Jokowi, Demokrat nyatanya tak dapat kursi menteri.

Demokrat merupakan salah satu partai yang mengusung rival Jokowi, Prabowo Subianto, di Pilpres 2019. Meski bertarung sengit, Demokrat nyatanya cukup akrab dengan Jokowi setelah perhelatan pemilihan kepala negara itu tuntas.

Wasekjen Demokrat Andi Arief menyebut Jokowi sendiri ataupun pembantunya di Kabinet Kerja mengajak mereka merapat ke Istana. Namun nyata, tak satu pun perwakilan Demokrat di yang duduk di Kabinet Indonesia Maju: baik di menteri ataupun wakil menteri.

"Pak Jokowi sangat ulet--langsung atau via pembantunya di kabinet--mengajak Partai Demokrat bergabung di pemerintahan setelah pilpres 2019," kata Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief kepada wartawan, Rabu (23/10/2019).

Jejak kedekatan Jokowi dan Demokrat sangat jelas terlihat selepas Pilpres 2019. Pada Kamis 2 Mei 2019, Jokowi bertemu dengan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY, saat itu Komandan Kogasma Demokrat.

Di bulan yang sama, Jokowi sekali lagi bertemu putra Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono itu, tepatnya tanggal 22 Mei 2019. Pada Juni 2019, AHY bersama keluarga bersilaturahmi menemui Jokowi di Istana dalam rangka Idul Fitri.

Dari serangkaian pertemuan tersebut, isu Partai Demokrat merapat ke Istana kencang berembus. Puncaknya adalah saat Jokowi menerima SBY di Istana pada 10 Oktober 2019. AHY pun diisukan menjadi salah satu menteri Jokowi.

Usai bertemu SBY, Jokowi yang mengaku telah merampungkan susunan kabinetnya mengaku masih bisa melakukan perubahan di detik-detik akhir.

"Ya mungkin ada pertimbangan masih bisa. Iya (setelah bertemu SBY)," ucap Jokowi saat itu.

Senin 21 Oktober 2019, Jokowi mengenalkan calon-calon menterinya dengan cara memanggil ke Istana. Dua hari proses pengenalan terbuka itu dilakukan, dua hari pula tak tampak batang hidung kader Partai Demokrat.

Hingga Rabu (23/10), Jokowi akhirnya resmi mengumumkan dan melantik jajaran menteri yang tergabung dalam Kabinet Indonesia Maju. Nihil kader ataupun perwakilan Demokrat di daftar tersebut.

Andi Arief mengaku memaklumi keputusan Jokowi. Meski Jokowi secara langsung mengajak Demokrat masuk ke pemerintahan, ajakan itu belum jadi kenyataan.

"Partai Demokrat memahami jika akhirnya ajakan Pak Jokowi belum bisa diperjuangkan oleh Pak Jokowi sendiri saat ini. Sukses buat kabinet baru," kata Andi Arief.

"Selamat bekerja, sukses dan amanah!" katanya.

Bagaimana dengan sikap SBY setelah Demokrat tak dapat menteri? SBY bakal menyiapkan pidato politik.

"Sambil menunggu pidato politik Ketua Umum Partai Demokrat berkaitan dengan posisi serta peran PD lima tahun ke depan, baik dalam kehidupan politik maupun pembangunan bangsa, diinstruksikan sekali lagi agar para kader partai tidak mengeluarkan sikap dan pernyataannya sendiri-sendiri," kata Sekjen PD Hinca Pandjaitan.*(Rikardo). 

Artikel Terkait
Artikel Terkini
Pemerintah Sebut Pelayanan Rumah Sakit Kunci Peningkatan Angka Sembuh Pasien Covid-19
Empat Tawaran Strategi Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia
DPD Minta Bulog Bantu Petani untuk Menjaga Ketahanan Pangan Nasional
Kemendagri Desak Pemda untuk Mutakhirkan Data Ketahanan Pangan Daerah
Bamsoet: Jihad Lawan Narkoba Tidak Boleh Kendur Walau di Saat Pandemi
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
gimli