INDONEWS.ID

  • Rabu, 18/12/2019 08:57 WIB
  • Refleksi Akhir Tahun Deputi Cegah BNN

  • Oleh :
    • hendro
Refleksi Akhir Tahun Deputi Cegah BNN
Irjen Pol Anjan Pramuka

Jakarta, INDONEWS.ID - Terobosan Badan Narkotika Nasional (BNN) saat ini, menjadi Diskusi Trending Topik P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika).
Menjadi bagian dari refleksi akhir tahun 2019, program nasional Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai leading sector dalam penanganan permasalahan narkotika di Indonesia.

Viral foto anak Papua tersenyum, menengadah kepala menghadap ke atas. Wajah polosnya, disamping tulisan: “Jangan Biarkan Senyum dan Kebahagiaan Kami Terhapus Karena Narkoba.”
“Relawan anti narkoba wilayah terdepan dan terluar, merupakan penyuluh, inisiator dan juga fasilitator. Mereka menjadi penghubung antara masyarakat umum dengan BNN,” ujar Anjan Pramuka, kepada pimpinan redaksi /owner media digital di gedung BNN lantai tiga, Cawang, Jakarta Timur.

Baca juga : Satgas Covid-19 Luncurkan Inovasi Tingkatkan Kedisiplinan Protokol Kesehatan

Polisi yang dikenal galak dengan bandar narkoba, kini tampak humanis ketika dalam beberapa bulan ini melakukan sosialisasi P4GN (Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba), baik itu di institusi pemerintah dan swasta, termasuk ke daerah terpencil di seluruh Indonesia.

 “Jajaran BNN beserta relawan anti narkoba mengantisipasi narkoba. Agar cegah narkoba bisa dilakukan oleh semua komponen pedesaan dan kawasan terujung dan titik-titik terluar bangsa ini,” ujar Anjan.

Baca juga : Ajak Milenials Sentuh Sektor Pertanian, Wamen Arie: Kita Krisis Petani

Polisi berbintang dua itu menjelaskan, bahwa BNN selalu sinergi dengan pelbagai komponen di masyarakat. Ada sekitar 25 relawan di masing-masing provinsi yang sudah disaring dan kini dibina oleh BNN.

“Mereka secara ikhlas bekerja dan bekerja dengan rekam juang yang tinggi, khusus cegah di bidang narkoba pedesaan hingga pelosok ujung bangsa ini,” ujar Anjan, dengan bangga.

Baca juga : Moeldoko: Sektor Pertanian Indonesia Butuh Sentuhan Kaum Muda

Relawan yang terdiri dari pelbagai unsur masyarakat dibentuk di desa, kabupaten, untuk sementara ada di empat provinsi. Menjadi konsen BNN adalah daerah-daerah yang terluar dan terdepan, semacam Aceh, Sumut dan Papua Barat.

Lewat program Desa Bersih Narkoba (Bersinar) melibatkan tiga pilar yaitu TNI (Babinsa), Polri (Bhabinkamtibmas), dan pemerintah daerah (kepala desa, lurah, dan puskesmas). “Kami juga melibatkan tokoh agama dan petinggi ormas, kami asesmen,” ujar Anjan.

Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN itu dilatih, diberi pemahaman, kemudian diberi penugasan. Dengan Siparel (sistem pelaporan relawan), menggunakan gadget, aplikasi dengan target satu bulan minimal 15 kali kegiatan.

Milenial & Keluarga Juga Menjadi Program BNN 2020 Anjan menjelaskan, gerakan anti Narkoba, hingga ke basis massa semua lini.

 “Mereka menjadi ujung tombak dalam mencegah dan memberantas peredaran narkotika yang sudah sangat memprihatinkan,” ujarnya tentang Rumah Edukasi Anti Narkoba.

Lebih lanjut, polisi yang sebelumnya banyak bertugas di bidang pemberantasan narkoba ini mengatakan, “Pencegahan penyalahgunaan narkoba menggali dan menfasilitasi potensi positif. Agar semua pihak, mampu menolak dan melawan segala bentuk ancaman narkoba.” 
 

Artikel Terkait
Satgas Covid-19 Luncurkan Inovasi Tingkatkan Kedisiplinan Protokol Kesehatan
Ajak Milenials Sentuh Sektor Pertanian, Wamen Arie: Kita Krisis Petani
Moeldoko: Sektor Pertanian Indonesia Butuh Sentuhan Kaum Muda
Artikel Terkini
Satgas Covid-19 Luncurkan Inovasi Tingkatkan Kedisiplinan Protokol Kesehatan
Ajak Milenials Sentuh Sektor Pertanian, Wamen Arie: Kita Krisis Petani
Moeldoko: Sektor Pertanian Indonesia Butuh Sentuhan Kaum Muda
Bakal Kebagian 8 Juta Dosis, Gubernur Banten Enggan Paksa Warga Terima Vaksin Corona
Kebijakan Nonsense Pemerintah "Bahagiakan" Komodo dengan Geopark
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
faramir