INDONEWS.ID

  • Kamis, 23/01/2020 17:47 WIB
  • Moeldoko Dorong Staf Profesional KSP Kawal Program Prioritas Nasional Jokowi

  • Oleh :
    • Marsi Edon
Moeldoko Dorong Staf Profesional KSP Kawal Program Prioritas Nasional Jokowi
Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko saat memberikan arahan kepada tenaga profesional Kantor Staf Presiden di Ruang Rapat Utama Gedung Bina Graha, Kompleks Istana.(Foto: Kantor Staf Presiden)

Jakarta,INDONEWS.ID - Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden ,Maruf Amin, baru saja melewati bulan ketiga. Kantor Staf Presiden (KSP) pun bersiap mengawal pelaksanaan program prioritas pemerintah. Saat ini struktur organisasi sudah hampir lengkap.

"Anda semua harus memberi kontribusi pada masyarakat dengan latar belakang pendidikan, organisasi, dan pengalaman yang dimiliki," kata Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko di depan tenaga profesional KSP di Bina Graha, Komplek Istana, Kamis (23/01/2020)

Baca juga : Istana: Tenaga Medis Meninggal Akibat Corona Sebagai Pahlawan Kemanusiaan

Moeldoko meminta seluruh tenaga profesional KSP bekerja efektif dan terukur dalam mengawal program prioritas nasional. Saat ini Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2020 sudah diputuskan.

Kementerian di Kabinet Kerja sudah menyelesaikan cetak biru program kerja mereka. KSP sendiri mendapat tugas menjadi delivery assurance unit dan de-bottlenecking dalam pelaksanaan program prioritas nasional.

Baca juga : WHO Tetapkan Virus Corona Jadi Pandemi, Moeldoko Jelaskan Respon Istana

Guna melaksanakan tugas tersebut KSP harus didukung tenaga profesional yang berkualitas.

Sementara itu, menurut Ketua Tim Kerja Pengelolaan Sumber Daya Manusia (Tim SDM), Leonardi, KSP saat ini dari 150 posisi, sudah terisi sekitar 85 persen. Mereka terpilih melalui seleksi ketat dari hampir 2.000 pelamar.

Baca juga : Delameta Bilano Paparkan Program di Kantor KSP

Mereka berasal dari tokoh masyarakat, tokoh agama, profesional, PNS, swasta, purnawirawan, partai politik, maupun relawan untuk mengisi posisi tersebut.

Mereka dipilih sebagai tenaga ahli karena memiliki kapasitas di bidang pendidikan, hukum, ekonomi, pertahanan, maritim, pengembangan talenta nasional, kesehatan, dan kepakaran di bidang lain.

Leonardi menjamin sistem penerimaan berlangsung ketat dan dilakukan secara profesional tanpa ada campur tangan dari pihak mana pun.

"Semua diputuskan oleh tim SDM, bahkan Pak Moeldoko sekalipun tidak intervensi dalam proses ini," kata Leonardi yang juga menjabat sebagai Staf Khusus di KSP.

Tujuannya agar dapat memperoleh anak bangsa terbaik yang dapat memastikan program pemerintah dirasakan oleh masyarakat. Setiap calon tenaga ahli profesional harus melewati serangkaian seleksi mulai dari seleksi administrasi, tes tertulis, hingga wawancara.

Proses seleksi ini dilakukan untuk memastikan siapapun yang bekerja di KSP merupakan orang-orang yang memiliki integritas dan kompetensi cemerlang.

Sebab, meskipun mereka sudah diterima namun tetap diwajibkan menandatangani pakta integritas. Isinya antara lain menghindarkan segala bentuk benturan kepentingan (conflict of interest) dalam pelaksanaan tugas.

Selain itu juga Berperan secara proaktif dalam mencegah dan memberantas korupsi, kolusi dan nepotisme, serta tidak melibatkan diri dalam perbuatan tercela. Isi pakta integritas juga menyebut tidak meminta dan/atau menerima pemberian (gratifikasi) secara langsung atau tidak langsung terkait jabatan atau pekerjaan, yang tidak sesuai dengan ketentuan berlaku.

"Aturan main dan seleksi ketat juga berlaku bagi peserta program magang di KSP," kata Leonardi.

Saat ini ada beberapa orang mengikuti program magang di KSP. Mereka selain harus memiliki prestasi akademik memuaskan, juga harus memiliki kemampuan beradaptasi dengan lingkungan. Selama mengikuti program magang, KSP tidak memberikan honor atau gaji maupun insentif dalam bentuk apapun.

Leonardi mencontohkan saat ini Joanina, putri Moeldoko juga sedang menjalani program magang di KSP setelah lulus seleksi. Joanina sudah merampungkan studi S2 nya di Amerika Serikat.

Dia memiliki potensi akademis dan pengalaman profesional yang mumpuni di bidang pengembangan Usaha Mandiri Kecil dan Menengah (UMKM). Leonardi yakin, kemampuan Joanina dapat mendukung kinerja KSP.

"Saya pastikan Joanina sebagai tenaga magang dan bukan tenaga ahli profesional di KSP. Jadi dia juga tidak menerima fasilitas apapun termasuk honor maupun gaji," pungkasnya.*

 

Artikel Terkait
Istana: Tenaga Medis Meninggal Akibat Corona Sebagai Pahlawan Kemanusiaan
WHO Tetapkan Virus Corona Jadi Pandemi, Moeldoko Jelaskan Respon Istana
Delameta Bilano Paparkan Program di Kantor KSP
Artikel Terkini
Cegah Covid-19, Kapolri Minta Masyarakat Tidak Melakukan Kegiatan yang Mengumpulkan Banyak Orang
Achmad Yurianto: Tidak Mudik Kunci Menghentikan Penyebaran Virus Corona
Kenang Arminsyah, Erick Thohir: Beliau Sosok yang Baik
Hadapi Covid-19, DPD Minta Pemerintah Pusat Perjelas Kewenangan Daerah
Soal Pimpinan KPK Minta Gaji Naik 300 Juta di Tengah Wabah Corona, Ini Penjelasannya
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
gandalf