INDONEWS.ID

  • Kamis, 30/01/2020 23:59 WIB
  • Presiden Jokowi Ajak Maknai Peringatan Imlek dengan Kerja Keras

  • Oleh :
    • very
Presiden Jokowi Ajak Maknai Peringatan Imlek dengan Kerja Keras
Presiden Joko Widodo menghadiri puncak perayaan Imlek Nasional yang dihelat di ICE BSD, Kota Tangerang Selatan, pada Kamis, 30 Januari 2020. (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID -- Presiden Joko Widodo menghadiri puncak perayaan Imlek Nasional yang dihelat di ICE BSD, Kota Tangerang Selatan, pada Kamis, 30 Januari 2020. Kepala Negara yang hadir dengan mengenakan pakaian tradisional changshan berwarna merah menyampaikan ucapan selamat bagi komunitas Tionghoa di Indonesia dalam perayaan yang mengangkat tema "Bersatu untuk Indonesia Maju".

"Pagi hari ini saya sangat bergembira sekali dan saya ingin mengucapkan selamat merayakan Hari Imlek di tahun 2020 ini. Gong Xi Fa Cai," ujarnya seperti dikutip dari siaran Biro Pers Istana.

Baca juga : Presiden Jokowi Yakin Indonesia Berpeluang Besar Lewati "Middle Income Trap"

Perayaan ini terasa kental akan nuansa kebudayaan dan keberagaman masyarakat Indonesia di mana tak hanya dihadiri oleh komunitas Tionghoa Indonesia saja, melainkan turut dihadiri oleh para raja dari penjuru Nusantara, masyarakat dari lintas agama dan profesi, serta sejumlah duta besar negara sahabat.

Di hadapan ribuan orang yang hadir, Kepala Negara mengajak seluruh pihak untuk senantiasa menjaga persatuan, persaudaraan, dan kerukunan. Perbedaan dan keberagaman yang ada hendaknya disikapi dengan bijak dan disadari sebagai sebuah anugerah bagi bangsa Indonesia.

Baca juga : Penyebab Jokowi Gembira di Tengah Gelombang Amarah pada Menteri KIM

"Bayangkan, 714 suku yang kita miliki dengan bahasa daerah yang berbeda-beda dan 1.100 lebih bahasa daerah kita. Enggak ada yang seberagam Indonesia, enggak ada. Ini yang patut kita syukuri bahwa meskipun kita beraneka ragam tapi kita tetap satu sebagai saudara sebangsa dan setanah air yang hidup di Negara Kesatuan Republik Indonesia," tuturnya.

Selain itu, Presiden juga mengajak seluruh pihak untuk memaknai momentum pergantian tahun ini dengan kerja keras. Apalagi Indonesia dan negara-negara lainnya tengah dihadapkan pada kondisi perekonomian global yang melamban dan tak menentu.

Baca juga : Presiden Minta Menteri Tidak Bekerja Datar-datar Saja Terkait Penanganan Pandemi

"Kalau kita kerja biasa-biasa saja akan sangat berbahaya bagi ekonomi negara kita. Karena ekonomi dunia sekarang sedang berada pada posisi yang menurun dan tidak pasti," ucapnya.

Acara puncak perayaan tersebut diakhiri dengan doa bersama para tokoh lintas agama dan dipimpin oleh Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar.

Tampak hadir sejumlah jajaran Kabinet Indonesia Maju yang di antaranya ialah Menko PMK Muhadjir Effendy, Menko Polhukam Mahfud Md, Menteri Agama Fachrul Razi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, serta Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil. (Very)

 

Artikel Terkait
Presiden Jokowi Yakin Indonesia Berpeluang Besar Lewati "Middle Income Trap"
Penyebab Jokowi Gembira di Tengah Gelombang Amarah pada Menteri KIM
Presiden Minta Menteri Tidak Bekerja Datar-datar Saja Terkait Penanganan Pandemi
Artikel Terkini
Pengakuan Mengejutkan Istana soal Isu Reshuffle Kabinet Menteri Jokowi
Reshuffle Kabinet Menguat, Ini Calon Kuat Menteri ESDM Baru
Doni Monardo dan Para Menteri Tinjau Kesiapan Hotel Grand Surabaya untuk Relaksasi Tenaga Kesehatan
Kiat Bersepeda Aman dan Nyaman di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru
Aspek Keselamatan dan Kesehatan Jadi Tantangan Pilkada di Sibolga
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
eowyn