INDONEWS.ID

  • Sabtu, 08/02/2020 18:20 WIB
  • Dikotomi Langkah BNN Melakukan Pengawasan Tempat Hiburan Malam

  • Oleh :
    • hendro
Dikotomi Langkah BNN Melakukan Pengawasan Tempat Hiburan Malam
H. Anhar Nasution Ketua Umum SATGAS ANTI NARKOBA -SAN

Jakarta, INDONEWS.ID - Masyarakat sedikit dibuat senang dan terhibur oleh pernyataan Deputi Pemberantasan BNN Bapak IRJEN POL Arman Depari yang megatakan akan segera membentuk Tim Pengawas Tempat Hiburan Malam (THM) ,pernyataan Beliau disambut hangat Para penggiat Anti Narkoba dan masyarakat yg peduli dan Gamang akan maraknya kasus2 Narkoba hampir di seluruh tanah air.

Kelihatan nya Bapak Arman Depari ini betul2 Resah dan marah ketima mendapati laporan hasil operasi dibeberapa Tempat Hiburan Malam di seluruh Ibu kota jakarta yang di lakukan oleh Jajaran BNN Propinsi dan BNNK DKI Jakarta tanggal 6/7 Februari 2020.Dari hasil operasi tersebut khusus nya yang dilakukan ditempat Hiburan malam yang Besar yang menyajikan Musik2 keras khusus untuk para pengguna pecandu Narkoba,  terjaring dan dilakukan Test Urine 184 orang pengunjung terdapat 107 orang yang hasil nya Positip menggunakan Narkoba Jenis Shabu dan yang membuat kita miris dan sedih bahwa dari 107 orang itu terdapat 63 orang wanita (Kaum Hawa/calon Ibu dari anak2 Bangsa) dan 44 orang laki laki.

Baca juga : Dukcapil Kemendagri Ganti 14 Ribu Dokumen KK Korban Banjir Kalimantan Selatan

Perlu menjadi catatan besar bagi kita Hampir 99 % dari pengunjung tempat hiburan malam itu dinyatakan Positip Pengguna Narkoba dan lebih dari 60% Nya kaum Hawa...Bisa kita bayangkan betapa hancurnya masa depan generasi bangsa ini. Dengan keberadaan Tempat Hiburan Malam yang nota bene ber operasi dan bisa digemari oleh pengunjung jika menyedian sarana atau setidak2 nya melakukan pembiaran bagi pengunjung untuk mengguna Narkoba seenak nya bahkan saya menduga kuat ada oknum-oknum aparat yang ikut membekingi dan menikmati hasil dari banyak nya pengunjung yg membayar fasilitas yg bebas menikmati Narkoba tersebut.

Sebagai orang yang pernah aktif berkecimpung didunia tempat hiburan Malam Saya paham betul ciri2 dan modus mencari keuntungan sebesar2 nya dgn modal sekecil2 nya oleh Tempat hiburan malam tersebut. Coba di Cek saja Tempat sampah nya jika banyak terdapat sisa2 kemasan botol air mineral maka Tempat itu jelas memberikan pelayanan khusus bagi Pengunjung untuk bisa bebas menikmati Narkoba.

Baca juga : FOKSI Dukung PPATK Ungkap Aliran Dana Ke Rekening FPI

Dengan modal hanya 300 Rupiah sebotol air mineral bisa dijual dengan harga 50 Ribu sampai 100 ribu rupiah...bayangkan saja jika satu orang pengunjung menkonsumsi sampai 10 botol permalam. Belum lagi dengan menggunakan kaki tangan atau agen pihak luar yg berlaku sebagai pengunjung ikut mengedar narkoba di tempat tersebut karena Jelas sangat tidak mungkin ada pihak luar tanpa se izin atau sepengetahuan Oknum pengelola bisa bebas menjual Narkoba ditempat itu.

Nah dengan kenyataan ini Saya mencoba berpikir skeptis dan pesimis upaya-upaya Pak Arman Depari melakukan pengawasan serius dgn membentuk Tim khusus BNN guna Mengawasi THM, jangan jangan nanti malah ikut larut dgn kondisi kenyataan yang ada. Mengingat keterbatasan dana BNN yang disiapkan Negara dan keterbatasan Aparat BNN itu sendiri yang mereka berfungsi sebagai ASN dimana jam kerjanya dibatasi oleh waktu dan Peraturan.

Baca juga : Minta Maaf ke Natalius Pigai, Ambroncius Nababan: Saya Juga Anak Papua

Langkah kingkrit nya adalah Serius lah BNN menggandeng Masyarakat khusus nya Para penggiat anti Narkoba yang dengan suka rela niat yg tulus ingin menyelamatkan anak Bangsa ini dari Bahaya Narkoba. ( Penulis H. Anhar Nasution Ketua Umum SATGAS ANTI NARKOBA -SAN)

Artikel Terkait
Dukcapil Kemendagri Ganti 14 Ribu Dokumen KK Korban Banjir Kalimantan Selatan
FOKSI Dukung PPATK Ungkap Aliran Dana Ke Rekening FPI
Minta Maaf ke Natalius Pigai, Ambroncius Nababan: Saya Juga Anak Papua
Artikel Terkini
Diperpanjang! Daftar Pembatasan Kegiatan Masyarakat Pemkot Bogor
Dukcapil Kemendagri Ganti 14 Ribu Dokumen KK Korban Banjir Kalimantan Selatan
FOKSI Dukung PPATK Ungkap Aliran Dana Ke Rekening FPI
Biden Hapus Kebijakan Trump, Rizal Ramli: Nanti Kalau Ada Perubahan, Kita Batalkan UU Omnibus Law
Minta Maaf ke Natalius Pigai, Ambroncius Nababan: Saya Juga Anak Papua
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
faramir