INDONEWS.ID

  • Jum'at, 21/02/2020 13:12 WIB
  • Presiden Jokowi Tinjau Posko Penanganan Karhutla di Provinsi Riau

  • Oleh :
    • Marsi Edon
Presiden Jokowi Tinjau Posko Penanganan Karhutla di Provinsi Riau
Presiden Jokowi saat melakukan kunjungan kerja di Riau, meninjau posko penanganaan Kebakaran Hutan dan Lahan(Karhutla) yang berada di daerah tersebut.(Foto:Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jakarta, INDONEWS.ID - Presiden Jokowi melakukan meninjau posko penanganaan Kebakaran Hutan dan Lahan(Karhutla) yang berada di Provinsi Riau. Posko tersebut merupakan ruangan yang berisi tentang beragam informasi terkait penanganan karhutla.Jakarta, Jumat,(21/02/2020)

Berkaitan dengan penanganaan kebakaran hutan dan lahan, Jokowi pernaha menyampaikan bahwa Indonesia memiliki perangkat yang cukup lengkap untuk menangani masalah ini. Negara dapat mamaksimalkan peran Babinsa dan Babinkamtibmas untuk membantu pemerintah daerah dalam menangani masalah Karhutla.

Baca juga : Presiden Jokowi Ingin Seluruh Desa Dapat Segera Nikmati Listrik

"Kita punya Babinsa, Babinkamtibmas, beri tahu mereka. Gubernur, bupati, wali kota, ada kepala desa, beri tahu mereka. Instrumen dan infrastruktur kita ada. Sehingga sekali lagi kalau ada api sekecil apapun segera padamkan, jangan sampai meluas dan sulit diselesaikan," kata Jokowi.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pengawasan mesti ditingkatkan sebagai bentuk upaya pencegahan. Dengan demikian, potensi Karhutla dapat ditekan setiap tahun.

Baca juga : Presiden: Kita Bekerja Berdasarkan Amanat Konstitusi

"Saya minta frekuensi patroli lapangan terutama di wilayah rawan kebakaran tolong mulai diperintahkan kepada aparat di bawah kita sehingga penguasaan lapangannya betul-betul bisa kita kuasai. Pemerintah daerah dan aparat teritorial seperti Babinsa dan Babinkamtibmas itu betul-betul dikerahkan dan melibatkan partisipasi masyarakat. Kita harapkan kondisi harian di lapangan selalu terpantau," tegas Jokowi.

Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Setya Imam Effendi dalam penejelasannya kepada presiden mengatakan,dashboard tersebut adalah sistem yang dibangun untuk menangani karhutla secara terukur, terstruktur, dan efisien.

Baca juga : Jokowi Sebut Pembatasan Sosial Berskala Besar untuk Antisipasi Wabah Covid-19

Sistem ini menggunakan empat teknologi satelit sebagai alat pengindera untuk mendeteksi titik api, yaitu Noah, Aqua, Terra, dan satelit dari Lapan.

"Dari pemantauan kami dari tanggal 1 Januari sampai sekarang itu ada 786 titik panas (hot spot). Kami sudah menggunakan dashboard untuk menanganinya. Hasil verifikasi kami di lapangan dengan mendatangi langsung titik api di koordinat sebagaimana informasi dari satelit itu, hanya 455 titik api. Alhamdulillah sampai hari ini sudah bisa kita padamkan dan kita akan terus memanfaatkan ini untuk proses pemadamannya," kata Setya.

Selain dapat memantau titik api, dashboard tersebut juga berisi beragam informasi mengenai lahan gambut, perkiraan cuaca, arah angin, kepemilikan lahan, anggota yang online maupun offline, sekolah, embung, kanal, sekat kanal, Polsek, Polres, lahan perusahaan, hingga helipad yang paling dekat lokasi.

"Kami juga bisa memobilisasi sumber daya manusia, peralatan, dan sumber daya lain untuk keperluan pemadaman. Kami memetakan di mana letak peralatan-peralatan itu ada, pos-pos BNPB yang ada di kabupaten kami data, Polsek dan Koramil kami data, demikian juga perusahaan-perusahaan yang memiliki alat pemadaman juga kami data. Sehingga kami bisa mengerahkan peralatan maupun personel yang ada di titik api tersebut untuk membantu proses pemadaman," jelasnya.

Dashboard tersebut juga memudahkan seluruh jajaran untuk berkoordinasi secara langsung dengan para petugas yang sedang bekerja. Pada kesempatan tersebut, Kapolda Riau sempat menelepon salah satu anggotanya yang sedang berada di lapangan.

"Siap Jenderal, pemadaman masih dilakukan pendinginan, api sudah tidak ada, hanya mengeluarkan asap Jenderal. Api sudah dapat dipadamkan Jenderal," tegas Marino Yures, anggota polisi yang berada di salah satu titik api di Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis.

Di lapangan, Marino bertugas bersama dengan sejumlah elemen yang terdiri atas unsur Polri 6 personel, TNI 6 personel, BPBD 5 personel, Damkar Kecamatan Rupat 7 personel, Masyarakat Peduli Api 3 personel, dan masyarakat sekitar sejumlah 15 orang.

"Kami ingin bersinergi dalam memadamkan karhutla secepatnya. Ini menjadi komitmen kami bagaimana penanganan kebakaran hutan di Provinsi Riau menjadi prioritas kami," tutupnya.*

 

 

Artikel Terkait
Presiden Jokowi Ingin Seluruh Desa Dapat Segera Nikmati Listrik
Presiden: Kita Bekerja Berdasarkan Amanat Konstitusi
Jokowi Sebut Pembatasan Sosial Berskala Besar untuk Antisipasi Wabah Covid-19
Artikel Terkini
Semangati Rakyat Lawan Corona, SBY Bikin Lagu
Hadapi Covid-19, Nyoman Suriadarma: Perayaaan Waisak Dilaksanakan dari Rumah
Bung Karno: Dari Homo Sapiens ke Homo Deus Via Inferno COVID-19
Terungkap! Kronologis dan Misteri Penemuan Mayat Pasangan Bugil di Atas Sajadah di Solo
Manfaatkan AMMDes Cegah Korona, Kemenperin Apresiasi Puskesmas di Lebak
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
eowyn