INDONEWS.ID

  • Sabtu, 21/03/2020 23:01 WIB
  • Fahira Idris: Ini Tantangan Terbesar Penanggulangan dan Penghentian Virus Corona

  • Oleh :
    • very
Fahira Idris: Ini Tantangan Terbesar Penanggulangan dan Penghentian Virus Corona
Anggota DPD RI Fahira Idris. (Foto: Ist)

 

Jakarta, INDONEWS.ID -- Berbagai strategi Pemerintah menanggulangi penyebaran Covid-19 antara lain rapid test atau tes cepat secara massal untuk pemeriksaan imuniglobulin sebagai screening awal dan himbauan untuk beraktivitas di rumah (Kerja dari Rumah, Belajar dari Rumah, Ibadah di Rumah) serta pembatasan sosial diharapkan menjadi pemutus mata rantai penuluran dan penyebaran virus corona atau Covid-19. Namun, implementasi kebijakan ini terutama himbuan ‘di rumah aja’ sangat membutuhkan kasadaran dan peran serta semua pihak.

Baca juga : Update Covid-19, Positif COVID-19 Bertambah 1.671, Total Jadi 74.018 Kasus

Anggota DPD RI atau Senator Fahira Idris mengungkapkan, tantangan terbesar penanggulangan dan penghentian penyebaran virus corona adalah kecepatan dan ketepatan waktu. Saat ini, tiap detik waktu harus dimanfaatkan semaksimal mungkin mengimplementasikan berbagai strategi untuk memutus rantai penyebaran virus corona. Semakin cepat sebuah strategi diimplementasikan maka akan semakin banyak jiwa yang terselamatkan dan akan semakin cepat bangsa ini keluar dari belitan persoalan dan dampak penyebaran virus corona terutama dampak ekonomi.

“Perpaduan dua kebijakan ini (rapid test dan beraktivitas dari dan di rumah) adalah strategi dan langkah yang harus kita ditempuh demi memutus rantai penyebaran virus corona atau Covid-19. Saat ini kita sedang berkejaran dengan waktu dalam memutus rantai penyebaran virus ini. Jangan sampai kita tertinggal jauh ke belakang dari penyebaran virus ini,” ujar Fahira Idris melalui siaran pers di Jakarta (21/3).

Baca juga : Wacana Reshuffle Kabinet Jokowi, Tanggapan Menteri Erick Tohir Mengejutkan

Menurut Fahira, Rapid test dan beraktivitas dari dan di rumah adalah ikhtiar bangsa ini agar bisa berlari mengejar bahkan melewati penyebaran virus corona sehingga nanti di garis finish kitalah yang berhasil menjadi pemenangnya, bukan virus corona. Kebijakan ini juga akan sangat membantu tugas mulia para tenaga medis yang berada di garis depan perjuangan melawan virus corona. Semakin sedikit orang yang terpapar virus corona, semakin mambantu para tenaga medis untuk optimal menjalankan perannya.

Seruan atau himbauan para pengambil kebijakan baik di Pusat maupun daerah terkait penanggulangan penyebaran virus corona hendaknya dijalankan sepenuhnya hati. Virus ini hanya bisa dilawan oleh kesadaran penuh semua pihak. Seruan misalnya untuk sementara menghentikan kegiatan perkantoran untuk mengurangi aktivitas warga agar di rumah saja seperti yang dilakukan Pemprov DKI adalah langkah berat yang memang harus ditempuh demi mengendalikan penyebaran Covid-19.

Baca juga : Pilot Terlibat Narkoba, Garuda: Kita Akan Dipecat, Tak Ada Toleransi!

“Selama 14 hari ke depan, jika seruan ini dilaksanakan dengan baik, plus rapid test dilakukan secara massal, Insya Allah penyebaran virus ini bisa dikendalikan bahkan dihentikan. 14 hari ini mungkin produktivitas kita berkurang, tetapi yakinlah, ini langkah awal agar ke depan kita bisa berada di situasi yang lebih pasti sehingga produktivitas lebih meningkat,” pungkas Senator Jakarta ini. (Very)

Artikel Terkait
Update Covid-19, Positif COVID-19 Bertambah 1.671, Total Jadi 74.018 Kasus
Wacana Reshuffle Kabinet Jokowi, Tanggapan Menteri Erick Tohir Mengejutkan
Pilot Terlibat Narkoba, Garuda: Kita Akan Dipecat, Tak Ada Toleransi!
Artikel Terkini
Update Covid-19, Positif COVID-19 Bertambah 1.671, Total Jadi 74.018 Kasus
Wacana Reshuffle Kabinet Jokowi, Tanggapan Menteri Erick Tohir Mengejutkan
Pilot Terlibat Narkoba, Garuda: Kita Akan Dipecat, Tak Ada Toleransi!
Resuffle Kabinet Maju Mundur
KSAD Ceritakan Kronologi 1.280 Orang di Secapa AD Positif Corona
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
gimli