INDONEWS.ID

  • Senin, 23/03/2020 14:30 WIB
  • Stafsus Presiden Minta Jaga Kesehatan Mental Saat Menjalankan Social Distancing

  • Oleh :
    • very
Stafsus Presiden Minta Jaga Kesehatan Mental Saat Menjalankan Social Distancing
Staf Khusus Milenial Presiden, Adamas Belva Syah Devara. (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID - Staf Khusus Milenial Presiden, Adamas Belva Syah Devara, meminta generasi milenial untuk saling menjaga kesehatan mental dengan terus bersosialisasi dengan orang lain dengan memanfaatkan teknologi meski tengah menjalani social distancing atau menjaga jarak aman sebagai bagian dari peran dan sumbangsih anak muda kepada negeri dalam mencegah terjadinya penyebaran COVID-19.

"Tidak ada social distancing generasi milenial adalah yang paling terpapar dengan problem mental health seperti depresi, merasa kesepian dan lain-lain," kata pendiri aplikasi Ruang Guru itu dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Jakarta, Senin (23/3).

Baca juga : BNPB Kirim Bantuan Penanganan Darurat Erupsi Gunung Ili Lewotolok di Lembata

Seperti dikutip dari siaran pers Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Belva mengatakan, meski melakukan jaga jarak secara fisik, namun generasi milenila masih bisa dan tetap harus melakukan tindakan sosial dengan memanfaatkan teknologi seperti menggunakan konferensi telepon menghubungi teman-temannya untuk memeriksa apakah ada yang merasa kesepian dan lain sebagainya.

Bisa juga, kata dia, dalam melaksanakan fungsi manusia sebagai makhluk sosial anak-anak muda dapat bermain game bersama dengan menggunakan video conference atau layanan obrolan lainnya.

Baca juga : Bertolak ke NTT, Doni Monardo Akan Tinjau Pengungsian dan Penanganan Erupsi Gunungapi Ili Lewotolok

Alasan mengapa harus dilakukan kegiatan sosial semacam itu adalah meningat bahwa COVID-19 tidak hanya memiliki dampak akan kesehatan fisik dan memperlambat ekonomi negara tapi juga harus diperhatikan tentang dampaknya bagi kesehatan mental manusia.

"Karena iya ada economy impact, ada health impact tapi mental health ini juga penting. Jadi jangan menyebarkan hoaks, fungsi edukasi harus jalan dan yang ketiga coba cek teman-teman pastikan mereka OK," tegas dia.

Baca juga : Tolak Otsus Dinilai sebagai Sebuah Pembodohan Masyarakat Papua

Dia juga meminta khusus kepada generasi muda untuk menahan diri untuk terus melakukan jaga jara dengan tidak keluar dari rumah jika tidak mendesak. Hal itu harus dilakukan karena, menurut Belva, generasi muda merupakan salah satu kelompok umur paling besar yang tertular COVID-19 meski tidak memiliki gejala berat.

Meski tidak memiliki gejala mereka masih tetap bisa menginfeksi ke orang-orang rentan seperti kelompok lanjut usia atau mereka yang memiliki penyakit penyerta.

Lebih lanjut menurut Belva, sebagai anak muda sudah seharusnya memiliki kewajiban untuk stop menyebarkan informasi yang tidak benar dan melakukan segala arahan yang sudah dianjurkan pemerintah terkait pencegahan penyebaran COVID-19. Dalam hal ini yang menjadi fokus adalah untuk menolong sesama.

"Ayo bertanya pada diri sendiri, `apa yang bisa saya lakukan untuk negeri?` Menyalakan lilin lebih baik daripada menyalahkan kegelapan,” tutup Belva. (Very)

Artikel Terkait
BNPB Kirim Bantuan Penanganan Darurat Erupsi Gunung Ili Lewotolok di Lembata
Bertolak ke NTT, Doni Monardo Akan Tinjau Pengungsian dan Penanganan Erupsi Gunungapi Ili Lewotolok
Tolak Otsus Dinilai sebagai Sebuah Pembodohan Masyarakat Papua
Artikel Terkini
BNPB Kirim Bantuan Penanganan Darurat Erupsi Gunung Ili Lewotolok di Lembata
Bertolak ke NTT, Doni Monardo Akan Tinjau Pengungsian dan Penanganan Erupsi Gunungapi Ili Lewotolok
Tolak Otsus Dinilai sebagai Sebuah Pembodohan Masyarakat Papua
Bakal Periksa Gories Mere Terkait Kasus Lahan Rp3 Triliun, Ini Jawaban Kajati
Kampus Harus Suarakan Kewaspadaan terhadap Paham Radikal Intoleran
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
faramir