INDONEWS.ID

  • Jum'at, 10/04/2020 22:15 WIB
  • Negara Hadir di Tengah Pandemi Virus Corona di Yordania

  • Oleh :
    • hendro
Negara Hadir di Tengah Pandemi Virus Corona di Yordania
Dubes Andy Rachmianto di KBRI Amman telah menyiapkan kembali paket bantuan medis dan sembako untuk tahap kedua.

 

Amman, INDONEWS.ID - Bersamaan dengan Indonesia  pada 2 Maret 2020, Yordania mengumumkan kasus pertama infeksi positif virus corona—atau yang lebih dikenal Covid-19. Sejak saat itu, pemerintah Yordania serta merta melakukan langkah-langkah pencegahan dan penanganan yang terpadu.

Baca juga : Wacana Reshuffle Kabinet Jokowi, Tanggapan Menteri Erick Tohir Mengejutkan

Untuk menghadapi pandemik ini, atas perintah Raja Yordania, sejak tanggal 18 Maret 2020, pemerintah Yordania melalui Perdana Menteri kemudian memberlakukan keadaan darurat militer dengan menerapkan Undang-Undang Pertahanan 1992. 

Sejumlah langkah kebijakan dikeluarkan, yaitu penutupan kantor-kantor pemerintah dan swasta; sekolah/universitas; perbankan; tempat ibadah; pusat perbelanjaan; dan tempat wisata/rekreasi; kecuali rumah sakit dan apotik. Imbauan dan anjuran untuk menjaga jarak (physical distancing); pembatasan social (social distancing); tinggal di rumah dan bekerja dari rumah juga diterapkan.  

Baca juga : Update Covid-19, Positif COVID-19 Bertambah 1.671, Total Jadi 74.018 Kasus

Sejak awal kasus positif di umumkan, KBRI Amman telah mengambil langkah-langkah antisipasi dalam menghadapi pandemi di negeri para Nabi ini. Langkah antisipasi perlu dilakukan mengingat terdapat lebih dari 1.200 warga Indonesia yang tinggal di Yordania.

Ketika keadaan darurat militer diumumkan, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 kemudian dibentuk. Dengan berpedoman pada Peraturan Menteri Luar Negeri RI Tahun 2018 tentang Pelindungan WNI di luar negeri, rencana kontijensi juga disiapkan. Mulai dari skenario pencegahan dan penanganan hingga kedaruratan terburuk melakukan evakuasi WNI. 

Baca juga : Pilot Terlibat Narkoba, Garuda: Kita Akan Dipecat, Tak Ada Toleransi!

Sebagai bagian dari rencana kontijensi, KBRI Amman melakukan pemetaan dan penyusunan data WNI yang sebagian besar pekerja migran informal di beberapa kota, yaitu Amman, Irbid, Aqaba dan Karak. Di kantung-kantung WNI berada, kemudian ditunjuk koordinator-koordinator sebagai penjuru untuk berkomunikasi dengan perwakilan RI. KBRI Amman kemudian secara berkala menyebarkan imbauan dan informasi tentang wabah Covid-19 melalui media sosial agar dapat menjangkau warga lebih luas.

Setelah larangan keluar rumah dan jam malam berjalan dua minggu, sebagian pekerja migran harian mulai mengalami kesulitan karena tidak lagi berpenghasilan. Demikian pula sebagian mahasiswa menghadapi kesulitan yang sama mengingat kiriman uang bulanan dari tanah air mulai terhambat. Informasi ini diperoleh sebagai hasil dari komunikasi dan koordinasi antara KBRI Amman, baik melalui kunjungan dan pertemuan maupun panggilan video dengan para WNI. 

Untuk mengurangi beban sosial dan ekonomi yang dihadapi oleh sekitar 500 WNI, yang terdiri dari pekerja migran, mahasiswa dan jama’ah tabligh, KBRI Amman telah menyiapkan paket bantuan medis dan sembako, yang terdiri dari masker, sarung tangan, sanitizer, sabun cuci tangan, vitamin C, obat demam, indomie, beras dan makanan kaleng. Paket bantuan tahap pertama tersebut telah disalurkan sejak akhir Maret hingga awal April 2020. 

Langkah yang telah dilakukan KBRI Amman menjangkau para WNI ditengah krisis wabah penyakit adalah bentuk kehadiran negara dalam melayani dan melindungi warga Indonesia di luar negeri.

Selain sebagai realisasi dari arahan Presiden Jokowi dan pelaksanaan diplomasi pelindungan, kehadiran dan pendampingan KBRI tersebut juga memberikan ketenangan dan keamanan bagi para WNI dalam menghadapi masa krisis yang belum pernah mereka alami sebelumnya. 

Mengantisipasi perpanjangan situasi darurat akibat wabah Covid-19 serta mendekati bulan puasa Ramadhan, KBRI Amman telah menyiapkan kembali paket bantuan medis dan sembako untuk tahap kedua. Dengan partisipasi seluruh WNI yang berada di Yordania untuk mematuhi kebijakan dan pengaturan Pemerintah, semoga wabah pandemi ini bisa segera bisa diatasi. 
 

Artikel Terkait
Wacana Reshuffle Kabinet Jokowi, Tanggapan Menteri Erick Tohir Mengejutkan
Update Covid-19, Positif COVID-19 Bertambah 1.671, Total Jadi 74.018 Kasus
Pilot Terlibat Narkoba, Garuda: Kita Akan Dipecat, Tak Ada Toleransi!
Artikel Terkini
Wacana Reshuffle Kabinet Jokowi, Tanggapan Menteri Erick Tohir Mengejutkan
Update Covid-19, Positif COVID-19 Bertambah 1.671, Total Jadi 74.018 Kasus
Pilot Terlibat Narkoba, Garuda: Kita Akan Dipecat, Tak Ada Toleransi!
Resuffle Kabinet Maju Mundur
KSAD Ceritakan Kronologi 1.280 Orang di Secapa AD Positif Corona
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
gandalf