INDONEWS.ID

  • Rabu, 15/04/2020 10:01 WIB
  • Jokowi Bicara "Apa Adanya" Soal Ekonomi, Rizal Ramli: Ini Awal yang Bagus

  • Oleh :
    • very
Jokowi Bicara "Apa Adanya" Soal Ekonomi, Rizal Ramli: Ini Awal yang Bagus
Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli. (Foto: Ist)

JAKARTA, KOMPAS TV - Presiden Joko Widodo mulai bicara blak-blakan terkait proyeksi pertumbuan ekonomi Indonesia akibat pandemi Virus Corona (Covid-19) ini. Dia mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terkoreksi cukup tajam akibat pandemi ini.

Hal itu dikatakan Presiden Jokowi dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, melalui konferensi video, Selasa (14/4/2020).

Baca juga : Sri Mulyani: RI Resesi pada Akhir September 2020

"Kita harus bicara apa adanya. Target pembangunan dan pertumbuhan ekonomi akan terkoreksi cukup tajam. Tapi ini bukan hanya terjadi di negara kita, tapi juga di negara lain juga sama, mengalami hal yang sama," kata Jokowi.

Menteri Perekonomian era Presiden Gus Dur, Rizal Ramli menanggapi pernyataan Presiden Jokowi itu sebagai sebuah sikap yang baik bahkan penting.

Baca juga : Ekonomi Melambat Akibat Covid-19, LaNyalla Minta Kepala Daerah Beri Kemudahan Usaha

“Awal yg bagus Pak. Akui masalah, jujur terhadap fakta-fakta adalah awal yang penting,” ujar Rizal Ramli melalui akun Twitternya, @RamliRizal, di Jakarta, yang diunggah pada Selasa (14/4).

Yang penting dilakukan selanjutnya, menurut ekonom senior ini yaitu mengubah strategi dan kebijakan yang ada, sehingga responsif dengan situasi yang ada. “Strategi & kebijakan harus berubah, klo ndak makin ambyar,” pungkasnya.

Baca juga : Sektor Perdagangan Tersungkur Selama Covid-19, DPD Minta Pemerintah Beri Perlindungan

Presiden Jokowi sebelumunya juga mengatakakn bahwa hampir semua negara di dunia dan berbagai lembaga internasional baik International Monetary Fund (IMF), dan bank dunia juga sudah memprediksi ekonomi global 2020 akan memasuki periode resesi.

Jokowi memproyeksikan pertumbuhan ekonomi internasional akan akan tumbuh negatif 2,8 persen di 2020. Meski demikian, Jokowi mengatakan, semua pihak harus optimistis menghadapi tantangan tersebut.

"Kita harus menyiapkan diri dengan berbagai skenario. Kita tidak boleh pesimis dan tetap harus berikhtiar, bekerja keras untuk pemulihan-pemulihan. Baik pemulihan kesehatan, pemulihan ekonomi, dan Insya Allah kita bisa," ujar Jokowi. (Very)

 

Artikel Terkait
Sri Mulyani: RI Resesi pada Akhir September 2020
Ekonomi Melambat Akibat Covid-19, LaNyalla Minta Kepala Daerah Beri Kemudahan Usaha
Sektor Perdagangan Tersungkur Selama Covid-19, DPD Minta Pemerintah Beri Perlindungan
Artikel Terkini
Gembel Unjuk Rasa Tolak PSBB
Sri Mulyani: RI Resesi pada Akhir September 2020
Ekonomi Melambat Akibat Covid-19, LaNyalla Minta Kepala Daerah Beri Kemudahan Usaha
Sektor Perdagangan Tersungkur Selama Covid-19, DPD Minta Pemerintah Beri Perlindungan
Komisioner Kompolnas Pudji Hartanto Ucapkan HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-65
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
faramir