indonews

indonews.id

Di Diskusi PMKRI, Budiman: Sistem Pendidikan kita Harus Berorientasi pada Pembentukan Pola Pikir

Di Diskusi PMKRI, Budiman: Sistem Pendidikan kita Harus Berorientasi pada Pembentukan Pola Pikir

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: very
zoom-in Di Diskusi PMKRI, Budiman: Sistem Pendidikan kita Harus Berorientasi pada Pembentukan Pola Pikir
Ketua Umum Inovator 4.0 Budiman Sudjatmiko (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID - Sistem pendidikan di Indonesia harus perlu di rombak sebab selama ini, pola pendidikan kita sifatnya hanya mengisi pengetahuan. Padahal, pendidikan seharusnya berorientasi pada pembentukan pola pikir peserta didik, bukan sekadar menerima dan menyerap informasi yang ada. 

Hal itu dikatakan Ketua Umum Inovator 4.0 Budiman Sudjatmiko dalam diskusi online menyambut Dies Natalis ke-73 PMKRI pada 25 mei mendatang dengan mengambil tema “Indonesia Pasca Covid-19” pada Rabu (6/5/2020) dilaksanakan secara live streaming melalui aplikasi Zoom dan Chanel Youtube PP PMKRI.

“Pola Pendidikan kita harus dirombak. Karena semua yang dipelajari adalah pengetahuan. Semua yang kita pelajari adalah informasi. Kurang kita dalam proses belajar itu, mengolah rasa pikir, mengolah pikiran kita kurang, tidak sekedar mengisi pikiran tetapi mampu  membentuk pola pikir atau bukan membentuk jalan pikir seseorang,” kata Budiman. 

Diskusi tersebut diselenggarakan untuk menggali pandangan Budiman Sudjatmiko mengenai situasi kehidupan masyarakat Indonesia dan dunia pasca Covid-19, yang diprediksi akan mengalami perubahan di banyak sektor kehidupan, apalagi dalam menghadapi era dominasi teknologi ini. 

“Seluruh sektor kehidupan masyarakat selama ini berubah,” ujar Budiman dalam pemaparannya. 

Budiman mengakui bahwa Revolusi Industri 4.0 terjadi lebih cepat dari perkiraaan sebelumnya. Hal tersebut karena ada perubahan budaya era pandemi ini. Penggunaan teknologi menjadi sangat penting dalam melakukan aktivitas baik pribadi maupun kelompok. 

Selain itu, Budiman juga menyinggung siapa yang akan paling berhasil survive dalam menghadapi era pandemi atau paca pandemi ini. Orang yang selama ini mapan justru memiliki potensi cukup besar mengalami guncangan secara ekonomi.

"Mereka yang kemarin bahkan hari ini belum mapan justru akan lebih survive dalam menghadapi era pasca covid. Yang tidak mapan hari ini akan lebih siap menghadapi era disrupsi atau gocok ulang saat ini," tutur Budiman. 

Lebih lanjut Budiman menyampaikan pentingnya penguasaan data. Menjadi penting, tambah Budiman, karena hanya datalah yang relevan dari masa lalu, sementara cara kerja dan cara pandang manusia akan berubah.

“Kita akan masuk pada era keberlimpahan, termasuk era keberlimpahan data pasca covid ini,  karena yang relevan dari masa lalu adalah data sementara cara pandang dan cara kerja akan berubah, kalau tidak menyadari itu, dia akan kalah,” tambah Budiman. 

Lebih jauh Budiman menegaskan, hal penting lain di era datakrasi ialah membangun imajinasi. Imajinasi menurut Budiman sangatlah penting di era pandemi ini. Perubahan budaya merupakan keniscayaan tapi memaknai perubahan itu bukan sekedar kebiasaan.

Sehingga, dengan imajinasi, kebiasaan yang baru akan menjadi kultur baru di era pasca covid.  Karena Imajinasilah yang akan menyelamatkan kemanusiaan manusia ke depan terutama di era datakrasi. 

“Karena di era data, yang membuat manusia tetap menjadi manusia berdaulat adalah imajinasinya. Jika manusia di era data, tidak punya imajinasi, dia cuma sekumpulan objek data. Tapi seorang manusia yang punya ijmajinasi, di era masyarakat datakrasi, dia akan menjadi manusia berdaulat. Imajinasilah yang akan menyelamatkan kemanusiaan manusia.”, ujar Budiman.*


 

Tags:
Di Diskusi PMKRI
Budiman: Sistem Pendidikan kita Harus Berorientasi pada Pembentukan Pola Pikir
© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas