INDONEWS.ID

  • Jum'at, 15/05/2020 10:42 WIB
  • Yayasan Tunggadewi: Bangga dengan Semangat Gotong Royong Masyarakat Membantu Pemerintah Melawan Virus Corona

  • Oleh :
    • very
Yayasan Tunggadewi: Bangga dengan Semangat Gotong Royong Masyarakat Membantu Pemerintah Melawan Virus Corona
Yayasan Tunggadewi menyumbangkan donasi berupa 2.600 buah paket Hygiene Kits atau Paket Corona berisi (Masker Kain sritex, Hand sanitizer, Lembar Edukasi Virus Corona berupa Stiker), di Jakarta, Kamis (14/5). (Foto: Ist)

 

Jakarta, INDONEWS.ID -- Yayasan Tunggadewi sebuah organisasi non- profit yang didirikan oleh Annisa Pohan, Aliya Rajasa dan Sheila Herbowo, menyumbangkan donasi berupa 2.600 buah paket Hygiene Kits atau Paket Corona berisi (Masker Kain  sritex, Hand sanitizer, Lembar Edukasi Virus Corona berupa Stiker), di Jakarta, Kamis (14/5).

Baca juga : Lembaga Harus Hilangkan Ego Sektoral untuk Wujudkan Konvergensi Program Pencegahan Stunting

Donasi diterima oleh dr. Tirta dan Ketua Bidang Relawan Pendukung Yulius Setiarto di posko Tim Relawan Gugus Tugas di Hotel Media Tower, Jakarta untuk selanjutnya akan dibagikan kepada para pekerja yang masih berkerja di luar rumah seperti pekerja harian, pedagang kaki lima, ojek, pengemudi taksi, pemulung, tukang sapu jalan, supir ambulans, petugas makam, kaum dhuafa dan masyarakat lainnya yang terimbas pandemi Virus Corona (Covid-19).

Annisa Pohan, Co-Founder and Trustee Yayasan Tunggadewi mengatakan sumbangan tersebut bertujuan memberikan penyadaran kepada masyarakat terkait himbauan penggunaan masker. Juga untuk memberi sosialisasi terkait alasan penggunaan masker.

Baca juga : Satgas Covid-19 Minta Fasilitas Kesehatan Patuhi Ketentuan Tarif Swab Tes

“Selain itu kami ingin memberi penyadaran kepada masyarakat akan kebersihan tangan yang perlu terus digalakkan sebagai upaya pencegahan penularan. Kadang masyarakat tahu tentang Virus Corona tapi tidak tahu pasti bahayanya, penularannya dan pencegahannya seperti apa. Sehingga  tujuan pemberian sumbangan ini untuk memberikan bantuan tidak hanya dalam  berbentuk benda kesehatan seperti masker dan hand sanitaizer, tetapi juga memberikan pengetahuan dan edukasi yang tepat tentang virus Corona kepada masyarakat,” ujarnya.

Karena itu, istri dari Agus Harimurti Yudhoyono ini mengharapkan masyarakat akan lebih teredukasi terhadap bahaya Virus Corona. Dengan sosialisasi melalui sticker, juga diharapkan, masyarakat bisa lebih memiliki pemahaman, kemudian lebih waspada dan mau untuk melakukan pencegahan-pencegahan yang sesuai dengan himbauan pemerintah dan WHO.

Baca juga : Mantan Pengacara Setya Novanto Ajukan PK, KPK : Itu Hak Terpidana

Selain itu, menantu Presiden keenam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini mengatakan, dengan memberi sumbangan tersebut, diharapkan bisa memberi inspirasi untuk orang lain, lembaga lain, komunitas lain, atau yayasan lain, sehingga mereka bisa mengulurkan tangan membantu sesama saudara yang terdampak pandemi.

“Apa yang kami lakukan ini adalah sesuatu yang kecil dan sedikit. Tapi jika banyak orang yang melakukan hal serupa seperti ini tentu hal yang sedikit ini akan lama-lama menjadi bukit dan impaknya akan lebih signifikan dalam membantu meringankan kondisi pandemi Corona ini,” ujarnya.

Kepada pemerintah, Annisa meminta agar lebih jelas dan tegas dalam membuat dan memberlakukan aturan terkait penyebaran Virus Corona tersebut.  Dengan adanya aturan yang jelas, masyarakat diharapkan memiliki pemahaman akan kegunaan dan tujuannya dari aturan-aturan tersebut.

“Untuk masyarakat setelah mendapatkan informasi  dan aturan yang jelas dari pemerintah, diharapkan dapat ikut menjalankan dan mematuhinya dengan tertib,” ujarnya.

Annisa mengaku bangga dengan masyarakat Indonesia, yang disebutnya paling besar berkontribusi dalam membantu menghadapi pandemi Corona ini.

“Kami bangga dengan usaha serta semangat gotong royong ini, masyarakat ikut terjun dan membantu upaya pemerintah dalam melawan virus corona dan meringankan kondisi dalam pandemi Corona ini. Upaya kami ini adalah untuk mendukung pemerintah dan kami berkeyakinan dan berharap pemerintah juga bisa lebih baik lagi dalam upayanya untuk mengurangi angka positif Covid-19 di Indonesia serta dapat lebih melindungi masyarakat sehingga dapat memutus mata rantai penularan dan  menurunkan kurva positif Covid-19,” ujarnya.

Yayasan Tunggadewi merupakan wadah untuk melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan tanggung jawab sosial, pendidikan, pemberdayaan perempuan  dan kesejahteraan anak dalam menanggapi permasalahan publik yang ada di Indonesia.

Didirikan pada tahun 2009, yayasan Tunggadewi memiliki visi untuk berusaha dalam meningkatkan tingkat pendidikan, taraf hidup masyarakat, serta keterampilan dengan menyediakan fasilitas dan wadah yang memadai. Yayasan Tunggadewi berharap dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tidak mampu.

Yayasan ini memiliki 5 misi yaitu pemberantasan buta aksara bagi seluruh lapisan masyarakat dengan memberikan pendidikan non formal yang akan dikemas dalam berbagai bentuk; Memberikan pendidikan dan pengertian kepada orangtua dan lingkungan sekitar betapa pentingnya pendidikan bagi anak-anak mereka yang kelak akan menjadi penerus bangsa; Memberikan pendidikan moral, norma dan budaya kepada anak-anak agar nantinya dapat menjadi pribadi yang positif, dan berkembang secara maksimal, tanpa melupakan jati diri mereka sebagai bangsa Indonesia;

Selain itu, memberikan pelatihan dan keterampilan bagi masyarakat khususnya para ibu agar mereka dapat membantu kebutuhan rumah tangganya, mendidik anak-anak mereka dengan baik demi mencapai keluarga Indonesia Bahagia dan sejahtera; serta Melakukan aksi cepat tanggap ketika terjadi bencana alam sebagai suatu kegiatan sosial dan tanggung jawab moral terhadap masyarakat dan korban bencana alam. (Very)

Artikel Terkait
Lembaga Harus Hilangkan Ego Sektoral untuk Wujudkan Konvergensi Program Pencegahan Stunting
Satgas Covid-19 Minta Fasilitas Kesehatan Patuhi Ketentuan Tarif Swab Tes
Mantan Pengacara Setya Novanto Ajukan PK, KPK : Itu Hak Terpidana
Artikel Terkini
Purnabakti Ketua GMKI Tarakan: Melayani dengan Segenap Hati, Jiwa-Raga, dan Pikiran
Lembaga Harus Hilangkan Ego Sektoral untuk Wujudkan Konvergensi Program Pencegahan Stunting
Satgas Covid-19 Minta Fasilitas Kesehatan Patuhi Ketentuan Tarif Swab Tes
Dosen IPB: Ini yang Perlu Diperhatikan dari Merger 3 Bank Syariah
Perusahaan di Kawasan Industri Tidak Perlu Susun Izin Lingkungan
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
faramir