INDONEWS.ID

  • Senin, 25/05/2020 14:30 WIB
  • Melihat Urgensi PSI Desak Presiden Reshuffle Kabinet dan Respon Tak Terduga PDIP dan NasDem

  • Oleh :
    • Rikard Djegadut
Melihat Urgensi PSI Desak Presiden Reshuffle Kabinet dan Respon Tak Terduga PDIP dan NasDem
Ilustrasi (Foto: ist)

Jakarta, INDONEWS.ID - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengusulkan kepada Presiden Jokowi Widodo atau Jokowi agar segera melakukan resufle Kabinet Indonesia Maju (KIM).

Hal itu dikatakan Koordinator Juru Bicara PSI Dara Nasution. Menurutnya, ada beberapa menteri di kabinet sekarang yang kerjanya dianggap lambat dan memble. Padahal, PSI menegaskan Presiden Jokowi membutuhkan menteri yang gesit dan cepat dalam menangani situasi krisis akibat pandemi corona.

Baca juga : Indonesia Poros Tatanan Dunia Baru Penuh Perdamaian

Dara beralasan, pandemi corona yang melanda Indonesia memperlihatkan kualitas dan kapasitas para menteri Jokowi. Ada yang rajin, bagus, memble, lambat, bahkan kinerjanya buruk. Akibat dari kinerja para pembantu yang buruk, tambah dara, Presiden Jokowi yang disalahkan. Kena getahnya.

Atas kegelisahan itu, DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyarankan kepada Presiden Jokowi melakukan reshuffle kabinet terhadap menteri yang memble dalam menghadapi krisis akibat Covid-19.

Baca juga : Terus Bertambah, Pasien Positif Covid-19 di Tower 6 dan 7 RS darurat Wisma Atlet Tembus 2.611 Pasien

“Presiden perlu mengganti para menteri yang bekerja lambat dan lambat beradaptasi dengan situasi krisis,” kata Koordinator Juru Bicara DPP PSI Dara Nasution seperti dikutip Rakyat Merdeka, Selasa (19/5/2020).

Bukan Kali Pertama

Baca juga : Dua Kapolsek Dicopot Karena Melanggar Maklumat Kapolri

Rupanya, ide reshuffle oleh PSI ini bukan kali pertama. Sebelumnya, pada February lalu, Juru Bicara PSI, Mohamad Guntur Romli, dalam keterangan tertulis, Rabu 12 Februari mengatakan sebagai pemegang mandataris rakyak, sudah saatnya presiden berpikir untuk menyegarkan kabinet agar bekerja lebih baik.

“Bila presiden sebagai mandataris rakyat dan pemegang hak prerogatif berpikir untuk menyegarkan kabinet agar bekerja dengan lebih baik, PSI mengusulkan menteri agama menjadi prioritas utama untuk diganti,” kata Guntur Romli.

Merespon usulan tersebut, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) meminta Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk tidak campur urusan Presiden Joko Widodo terkait kebijakan reshuffle atau perombakan menteri.

Politisi PDIP, Aria Bima, mengatakan PSI membuat isu reshuffle pada waktu yang tidak tepat karena pada saat ini pemerintah Indonesia tengah fokus dalam melakukan penanganan pandemi virus corona atau Covid-19. Ia menegaskan PDIP tidak tertarik membahas usulan PSI soal reshuffle menteri.

"Ini urusan Covid-19 jangan dicampuri dengan politik. Reshuffle urusan Presiden (Jokowi). Serahkan ke presiden saja. Dia tahu yang terbaik untuk mengatasi masalah ini," katanya di Jakarta, belum lama ini.

Senada dengan PDIP, Partai Nasional Demokrat (Nasdem) menolak keras usulan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan reshuffle atau perombakan menteri.

Politisi Nasdem, Willy Aditya, mengatakan bahwa saat ini bukan waktu yang tepat bagi Presiden Jokowi untuk melakukan reshuffle. Apalagi, saat ini pemerintah Indonesia tengah fokus melakukan penanganan pandemi virus corona atau Covid-19.

"Belum saatnya untuk gonta-ganti kabinet. Masih banyak yang harus dilakukan," katanya di Jakarta, belum lama ini.

Lebih Takut Diganti Ketimbang Corona

Terkait hal tersebut, Guru Besar Politik UI Prof Budyatna menyatakan para menteri kini deg-degan dengan adanya usulan reshuffle itu. Budyatna mengaku dirinya sepakat dengan usulan PSI agar Presiden Jokowi melakukan reshuffle sebab menteri yang saat ini kelihatan bekerja hanya segelintir saja.

"Bisa jadi para menteri sekarang lebih takut diganti ketimbang corona," tuturnya.*(Rikard Djegadut).

Artikel Terkait
Indonesia Poros Tatanan Dunia Baru Penuh Perdamaian
Terus Bertambah, Pasien Positif Covid-19 di Tower 6 dan 7 RS darurat Wisma Atlet Tembus 2.611 Pasien
Dua Kapolsek Dicopot Karena Melanggar Maklumat Kapolri
Artikel Terkini
Indonesia Poros Tatanan Dunia Baru Penuh Perdamaian
Pilkada Serentak: Golput atau Nekat?
Terus Bertambah, Pasien Positif Covid-19 di Tower 6 dan 7 RS darurat Wisma Atlet Tembus 2.611 Pasien
Webinar PT JIEP, Peluang Investasi di Masa Pandemi
Dua Kapolsek Dicopot Karena Melanggar Maklumat Kapolri
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
faramir