INDONEWS.ID

  • Rabu, 27/05/2020 09:45 WIB
  • Diusulkan Masuk Kabinet, Rizal Ramli: Usulan Itu Nyeleneh, Realistis Tapi Dilematis

  • Oleh :
    • very
Diusulkan Masuk Kabinet, Rizal Ramli: Usulan Itu Nyeleneh, Realistis Tapi Dilematis
Presiden Joko Widodo bersama Rizal Ramli. (Foto: RMOL)

Jakarta, INDONEWS.ID – Presiden Joko Widodo dan ekonom senior Rizal Ramli diminta untuk “islah” sehingga bisa menghadapi permasalahan yang sedang dialami bangsa dan negara saat ini. Kedua tokoh nasional itu seharusnya menyatukan kekuatan demi menghadapi tantangan yang sudah ada di depan mata, khususnya pada era pandemi Virus Covid-19.

Tokoh senior Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dari Ambon, Maluku, Nehemia Lawalata, misalnya, baru-baru ini mengatakan bahwa Jokowi membutuhkan sosok seperti Rizal Ramli yang dalam berbagai kesempatan terbukti dapat membawa negara ini keluar dari krisis perekonomian.

Nehemia menyebutkan bahwa pemerintah sudah sepatutnya realistis dan menyadari bahwa perekonomian nasional ambruk akibat kesalahan kelompok pendukung neoliberalisme di dalam kabinet yang diwakili Sri Mulyani.

Baca juga : Indonesia Poros Tatanan Dunia Baru Penuh Perdamaian

Dalam situasi sulit ini, kata Nehemia, Rizal Ramli bisa diberi kepercayaan untuk menduduki posisi menteri utama. “Kita inginkan RR bersedia masuk kabinet sebagai PM atau Menteri Utama demi keselamatan bangsa dan negara,” ujar Nehemia Lawalata melalui siaran pers.

Menyikapi usulan tersebut, Rizal Ramli menanggapinya secara santai. Menurut Bang RR, sapaan Rizal Ramli, usulan itu dinilai terlalu dilematis untuk disikapi. "Ini kok ada usulan nyeleneh, realistis tapi dilematis!" kata Rizal Ramli di akun Twitter pribadinya, @RamliRizal, pada Selasa (26/5).

Baca juga : Terus Bertambah, Pasien Positif Covid-19 di Tower 6 dan 7 RS darurat Wisma Atlet Tembus 2.611 Pasien

Cuitan Rizal Ramli itu mendapat respon bernada bercanda dari koleganya yang juga mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu.

"Bang @RamliRizal diminta ikut cuci piring selesai pesta mereka?" tanya Said Didu. "Berentiin dulu pesta, itu yang paling penting," timpal Rizal disetai emoji tertawa.

Seperti diketahui, dorongan masyarakat arus bawah agar Jokowi dan Rizal Ramli “bersatu” kembali kian deras seiring dengan terus bergulirnya isu reshuffle Kabinet Indonesia Maju.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah mengatakan, isu reshuffle kabinet di tengah pandemik virus corona (Covid-19) itu bisa saja terjadi. Menurutnya, tim ekonomi Presiden Jokowi yang menjadi pusat perhatian masyarakat saat ini bisa menjadi sasaran perombakan jika terjadi reshuffle.

"Dengan kondisi saat ini, perlu menyegarkan formasi tim ekonomi, terutama melihat tata kelola keuangan negara yang seolah semakin berat," ujar Dedi Kurnia Syah seperti dikutip dari RMOL, Selasa (26/5).

Baca juga : Dua Kapolsek Dicopot Karena Melanggar Maklumat Kapolri

Pengamat Politik jebolan Universitas Telkom ini menilai, formasi tim ekonomi Presiden Jokowi saat ini masih terbilang lumayan baik. Namun, ada beberapa orang yang dinilai perlu dilakukan penyegaran agar lebih ekspres dan sigap menghadapi tantangan ekonomi akibat pandemik Covid-19.

Dia menilai mantan Menko Perekonomian tersebut layak dan mumpuni mengisi pos tim ekonomi kabinet Jokowi dalam menghadapi potensi krisis ini. "Melihat kematangan RR tentu cukup potensial jika berada di tim ekonomi, jika harus ada penyegaran mungkin tidak berlebihan jika meneruskan Menkeu Sri Mulyani," kata Dedi.

Dia mengatakan bahwa dorongan “islah” Jokowi dan Rizal Ramli itu dinilai kurang masuk akal, karena keduanya tidak pernah bermusuhan. Dedi menilai, Jika RR dimasukkan dalam jajaran kabinet akan menambah poin plus bagi Jokowi lantaran objektif memilih Menteri tidak berdasarkan latar belakang parpol koalisi semata.

"Dorongan islah RR dan Presiden Jokowi ini kurang masuk akal, karena keduanya tidak terlibat konflik, jikapun RR dipandang miliki kapasitas masuk ke kabinet, itu cukup baik karena mengindikasikan Presiden tidak memandang seseorang hanya dari kubunya saja," pungkasnya. (Very)

 

Artikel Terkait
Indonesia Poros Tatanan Dunia Baru Penuh Perdamaian
Terus Bertambah, Pasien Positif Covid-19 di Tower 6 dan 7 RS darurat Wisma Atlet Tembus 2.611 Pasien
Dua Kapolsek Dicopot Karena Melanggar Maklumat Kapolri
Artikel Terkini
Indonesia Poros Tatanan Dunia Baru Penuh Perdamaian
Pilkada Serentak: Golput atau Nekat?
Terus Bertambah, Pasien Positif Covid-19 di Tower 6 dan 7 RS darurat Wisma Atlet Tembus 2.611 Pasien
Webinar PT JIEP, Peluang Investasi di Masa Pandemi
Dua Kapolsek Dicopot Karena Melanggar Maklumat Kapolri
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
faramir