INDONEWS.ID

  • Kamis, 28/05/2020 22:20 WIB
  • Rizal Ramli Minta Presiden dan Mendikbud Tunda Pembukaan Sekolah Hingga 2021

  • Oleh :
    • very
Rizal Ramli Minta Presiden dan Mendikbud Tunda Pembukaan Sekolah Hingga 2021
Ekonom Senior, Rizal Ramli. (Foto: ist)

 

Jakarta, INDONEWS.ID -- Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Rizal Ramli meminta pemerintah untuk menunda pemberlakukan belajar mengajar secara tatap muka, terutama untuk siswa Sekolah Dasar, dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Rizal meminta agar kegiatan belajar-mengajar di rumah baru dilakukan hingga awal tahun depan, atau 2021.

Baca juga : BNPB Kirim Bantuan Penanganan Darurat Erupsi Gunung Ili Lewotolok di Lembata

Mantan Menko Kemaritiman itu mengatakan, siswa tingkat SD dan SMP masih sulit menerapkan jaga jarak (physical distancing) antarsiswa menimbang banyak jumlahnya. Karena itu, harus dilakukan pembelajaran jarak jauh atau belajar dari rumah.

"Corona masih belum betul-betul menurun. Banyak SD, SMP padat sekali (siswanya). Nyaris sulit untuk jaga jarak. Presiden Jokowi & (Mendikbud) Nadiem mohon (kegiatan belajar mengajar di sekolah) sekolah SD, SMP, dan SMA diundur sampai awal tahun depan. Jepang yang penanganan Covidnya terjaga juga undurkan sekolah sampai Januari (2021)," cuit Rizal di Twitter melalui akun pribadinya @RamliRizal, Rabu (27/5).

Baca juga : Bertolak ke NTT, Doni Monardo Akan Tinjau Pengungsian dan Penanganan Erupsi Gunungapi Ili Lewotolok

Seperti diketahui, pemerintah telah menyiapkan skenario pemulihan ekonomi dari dampak pandemi virus Corona atau Covid-19. Proses pemulihan akan dilakukan dalam lima tahap sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

Khusus untuk sekolah, pemerintah merencanakan akan mulai beroperasi pada tahap III, yakni 15 Juni 2020 namun dengan sistem shift sesuai jumlah kelas.

Baca juga : Tolak Otsus Dinilai sebagai Sebuah Pembodohan Masyarakat Papua

Namun, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim memastikan bahwa rencana tersebut masih dalam pembahasan pakar, maupun Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, karena itu belum menjadi keputusan.

Menteri Nadiem mengatakan, Kemendikbud sebetulnya sudah siap dengan semua skenario. "Tapi tentunya keputusan itu ada di dalam Gugus Tugas, bukan Kemendikbud. Jadi, kami yang akan mengeksekusi dan mengoordinasikan," ujar Nadiem. (Very)

Artikel Terkait
BNPB Kirim Bantuan Penanganan Darurat Erupsi Gunung Ili Lewotolok di Lembata
Bertolak ke NTT, Doni Monardo Akan Tinjau Pengungsian dan Penanganan Erupsi Gunungapi Ili Lewotolok
Tolak Otsus Dinilai sebagai Sebuah Pembodohan Masyarakat Papua
Artikel Terkini
BNPB Kirim Bantuan Penanganan Darurat Erupsi Gunung Ili Lewotolok di Lembata
Bertolak ke NTT, Doni Monardo Akan Tinjau Pengungsian dan Penanganan Erupsi Gunungapi Ili Lewotolok
Tolak Otsus Dinilai sebagai Sebuah Pembodohan Masyarakat Papua
Bakal Periksa Gories Mere Terkait Kasus Lahan Rp3 Triliun, Ini Jawaban Kajati
Kampus Harus Suarakan Kewaspadaan terhadap Paham Radikal Intoleran
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
faramir