INDONEWS.ID

  • Kamis, 18/05/2017 17:24 WIB
  • Soal Insiden PPRC di Natuna

  • Oleh :
    • Abdi Lisa
Soal Insiden PPRC di Natuna
Salah satu prajurit TNI yang terkena ledakan meriam saat PPRC di Natuna.(Ist)
Jakarta, INDONEWS.ID - Empat orang anggota TNI tewas setelah tertembak meriam saat sedang mengadakan latihan bersama Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) di perairan Laut Natuna, Rabu (17/5/2017) siang. " Pucuk Meriam Giant Bow dari Batalyon Arhanud 1/K yang sedang melakukan penembakan mengalami gangguan pada peralatan pembatas elevasi, sehingga tidak dapat dikendalikan,” demikian keterangan resmi Dinas Penerangan Angkatan Darat yang diterima wartawan, Kamis (18/5/2017). Akibatnya meriam meledak dan mengakibatkan empat orang meninggal dunia dan delapan prajurit lainya mengalami luka-luka. Sebanyak 12 orang yang meninggal dan terluka itu berasal dari dua divisi yakni 11 dari Batalyon Arhanud dan Pusat Penerangan TNI. Berikut identitas para korban: Korban meninggal dunia: 1. Kapt Arh Heru Bayu 2. Praka Edy 3. Pratu Marwan 4. Pratu Ibnu Korban terluka yang dievakuasi ke RST Pontianak: 1. Serda Alfredo Siahaan 2. Sertu Blego 3. Prada Wahyu Danar 4. Pratu Bayu Agung Anggota yang dirawat: 1. Pratu Ridai 2. Partu Didik 3. Praka Edi Sugianto 4. Pelda David (fotografer Puspen TNI) Saat ini, pihak TNI sedang melakukan investigasi mendalam tentang kejadian tersebut. Latihan PPRC sendiri puncaknya direncanakan akan dilaksanakan hari Jumat, 19 Mei 2017 yang juga akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.(Lka)
Artikel Terkait
Pengukuhan Pengurus GP Jamu Secara Online Bersama Ketua Badan POM 
Pemerintah Rencana Bubarkan 18 Lembaga Negara, Bamsoet: Harus Sertakan Solusi
Bertemu Dubes Qatar, Bamsoet: Indonesia Ingin Menjalin Kerja Sama Melalui Investasi
Artikel Terkini
Pengukuhan Pengurus GP Jamu Secara Online Bersama Ketua Badan POM 
Pemerintah Rencana Bubarkan 18 Lembaga Negara, Bamsoet: Harus Sertakan Solusi
Bertemu Dubes Qatar, Bamsoet: Indonesia Ingin Menjalin Kerja Sama Melalui Investasi
Sampah Demokrasi, Rizal Ramli Punya Cara Membuat Para Buzzer Keok
Yenny Wahid: Kebijakan Afirmasi Berlaku Semua Sektor, Indonesia Timur Harus Menjadi Prioritas
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
legolas