INDONEWS.ID

  • Rabu, 15/07/2020 19:01 WIB
  • Di Balik Keakraban Menko Luhut dengan Menteri Ekonomi Jepang Kajiyama Hiroshi

  • Oleh :
    • Rikard Djegadut
Di Balik Keakraban Menko Luhut dengan Menteri Ekonomi Jepang Kajiyama Hiroshi
Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Tirto.id)

Jakarta, INDONEWS.ID - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menceritakan pengalaman pertemuan kali pertamanya dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang, Kajiyama Hiroshi.

Pertemuan itu yang juga dihadiri oleh Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang dan Kuasa Usaha Ad Interim (KUAD) Kepala Perwakilan RI Tokyo Tri Purnajaya pada 14 Juli 2020 melalui pertemuan virtual.

"Saya mengibaratkan hubungan antar negara tak ubahnya seperti sesama saudara, dan layaknya saudara, perlu saling berkomunikasi dan berbincang untuk mempererat hubungan kemitraan ini," kata Luhut seperti dikutip dalam akun Instagram resminya, Jakarta, Rabu (15/7/2020).

Luhut menuliskan bahwa keakrabannya dengan Menteri Jepang Kajiyama Hiroshi tersebut muncul karena keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu membendung laju penyebaran Covid-19 dan mendorong pemulihan ekonomi.

"Seperti perbincangan yang saya lakukan dengan kawan saya, Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang, Mr. Kajiyama Hiroshi. Meskipun hari ini adalah perbincangan kami kali pertama, rasa persaudaraan itu sangat akrab saya rasakan," katanya.

Luhut merasa percaya diri saat menyampaikan kesiapan Pemerintan Indonesia terkait relokasi investasi dan ekspansi perusahaan ke Indonesia di Kawasan Industri Batang.

Dia pun menyebutkan, di bawah pimpinan Presiden Jokowi, Indonesia akan memastikan kemudahan berbisnis lewat Omnibus Law dan Labour Law bagi investor bukan hanya dari Jepang saja, tetapi negara lain seperti Amerika Serikat, China, dan lainnya.

"Bak gayung bersambut, Mr. Kajiyama pun menyambut positif rencana ini dan berharap kami bisa memfasilitasinya. Jika kelak Kawasan Industri ini beroperasi, saya rasa akan semakin banyak lapangan pekerjaan yang bisa terserap bagi masyarakat Indonesia, khususnya penduduk sekitar wilayah Batang," katanya.

Harapan selanjutnya kepada Menteri Jepang, Kajiyama yang disebutkan adalah, dukungan sertifikasi ISPO bagi produk utama CPO, seperti cangkang sawit agar bisa di ekspor ke Jepang demi keberlangsungan UMKM Indonesia.

Lalu, membantu Indonesia sebagai hub ekspor produk otomotif, karena Indonesia sudah punya Free Trade Agreement (FTA) dengan ASEAN, Australia dan Korea Selatan.

"Saya berharap video call saya dengan Mr. Kajiyama seperti ini bisa dilakukan sekali dalam beberapa bulan agar semakin mengakrabkan hubungan kemitraan strategis antara Indonesia dan Jepang sehingga pemulihan perekonomian Indonesia dan permasalahan pandemi COVID-19 bisa kita lakukan bersama-sama," katanya.

Artikel Terkait
Artikel Terkini
Gembel Unjuk Rasa Tolak PSBB
Sri Mulyani: RI Resesi pada Akhir September 2020
Ekonomi Melambat Akibat Covid-19, LaNyalla Minta Kepala Daerah Beri Kemudahan Usaha
Sektor Perdagangan Tersungkur Selama Covid-19, DPD Minta Pemerintah Beri Perlindungan
Komisioner Kompolnas Pudji Hartanto Ucapkan HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-65
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
faramir