INDONEWS.ID

  • Selasa, 08/09/2020 10:10 WIB
  • Jadi Presiden, Rizal Ramli Akan Naikkan Kredit UMKM Jadi 50 Persen

  • Oleh :
    • very
Jadi Presiden, Rizal Ramli Akan Naikkan Kredit UMKM Jadi 50 Persen
Ekonom senior, Rizal Ramli. (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID -- Ekonom senior Rizal Ramli mengatakan, jika dirinya terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia maka dia akan menaikkan kredit untuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dalam tempo 5 tahun pemerintahan. Pasalnya, ekonomi Indonesia digerakkan oleh sektor tersebut.

“Kalau Rizal Ramli terpilih menjadi presiden (diteriak amin oleh para emak-emak, red.), maka saya akan menaikkan kredit usaha mikro, kecil dan menengah dari 20 persen menjadi 50 persen. Jadi saya akan balikkan perekonomian karena sebagian besar ekonomi kita digerakkan oleh usaha mikro, kecil dan menengah tersebut,” ujar mantan Perekonomian itu saat berdialog dengan para emak-emak di kantor Rizal Ramli di bilangan Tebet, Jakarta Timur beberapa waktu lalu.

Baca juga : Menteri Luhut Bilang Ekspor Benih Lobster Dihentikan Sementara

Rizal Ramli menyebutkan bahwa emak-emak merupakan tulang punggung perekonomian keluaga, karena merekalah yang biasa mempergunakan uang dengan sangat hati-hati. “Jadi kalau kita beri kredit ke bapak-bapak maka duitnya itu akan habis untuk rokok, minum dan lain-lain. Sedangkan jika diberikan pada ibu-ibu maka pasti mereka akan menggunakannya untuk pendidikan anak, dan hal-hal yang perlu,” ujarnya.

Praktik yang memberi kredit kepada ibu-ibu ini telah dipraktikkan oleh PT Permodalan Nasional Madani (PT PNM Persero).

Baca juga : Ajang Wirausaha Muda Mandiri 2020 Kenalkan 21 Inspirator Inovatif

Mantan Menko Perekonomian itu mengatakan, dirinya pernah diajak oleh PNM untuk meninjau usaha yang dilakukan oleh ibu-ibu di Jakarta beberapa tahun lalu. Para ibu tersebut diberi pinjaman sebesar Rp 2 juta per orang. Dan bunganya dikembalikan per minggu. Jika kredit macet, maka para ibu, yang mencapai 20-an orang satu kelompok tersebut, akan menanggungnya secara bersama-sama. “Jadi inilah sanksi sosial yang diterapkan oleh PT PNM kepada para ibu tersebut,” ujarnya.

Karena itu, kata Rizal Ramli, dia pernah mengusulkan untuk memberi bantuan kredit kepada para ibu tersebut hingga 3-4 kali. “Namun pemerintah hanya memberi sebesar 1 kali saja,” ujarnya.

Baca juga : Sinar Mas Donasikan Suplemen Herbal bagi Jurnalis Foto

Rizal Ramli memberi kata-kata optimistis kepada para emak-emak dalam menghadapi pandemi Virus Corona saat ini.

Sebelumnya, Ketua Umum Perempuan Peduli Nusantara (PPN) Inge Mangundap mengaku kecewa terhadap kebijakan pemerintah selama pandemi Covid-19 ini.

Inge misalnya memberi contoh terkait kebijakan menaikkan tarif dasar listrik (TDL) tanpa adanya pemberitahuan ke publik.

Selain itu, kenaikan iuran BPJS Kesehatan, sistem pendidikan dalam jaringan (daring) yang menambah beban biaya lantaran harus membeli kuota internet, dan penyaluran dana bantuan sosial (bansos) yang masih semrawut. 

"Pemerintah terkesan tak punya hati sama rakyatnya sendiri. Bayangkan, di saat krisis tega-teganya pemerintah menaikkan iuran BPJS, menaikkan TDL, dan sebagainya. Seharusnya perhatikan dong, industri kreatif. Kredit untuk UMKM ditambah dan dipermudah," kata Inge, dalam keterangan resminya saat mengunjungi kantor ekonom senior Rizal Ramli, di Jakarta, Jumat (28/8).   

Para emak tersebut merupakan perwakilan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tersebut tergabung dalam Perempuan Peduli Nusantara (PPN).

Maksud kedatangan tersebut untuk menyampaikan keluhan kepada Rizal Ramli atas kondisi selama pandemi Covid-19.

Inge membandingkan cara penanganan krisis ekonomi di era pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dengan masa kepemimpinan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Inge menilai pada era kepemimpinan Gus Dur lebih bijak dan membuahkan hasil yang sangat bagus.

"Era Gus Dur itu arsitek ekonominya Bang Rizal. Faktanya, beliau (Rizal Ramli) mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi dari minus tiga persen ke positif 4,5 persen kurang dari dua tahun. Bahkan, di tengah krisis, gaji PNS, pensiunan, TNI dan Polri bisa naik 125 persen. Jadi, kami yakin banget kalau Bang Rizal mampu memperbaiki kondisi ekonomi sekarang ini," ujar Inge.

Sementara itu, perwakilan Oke Oce Jakarta Selatan, Susilowati juga menyampaikan keluhannya kepada Rizal Ramli.  Dia secara spesifik meminta kepada pemerintah memberikan fasilitas BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan bagi UMKM. 

"Saya berharap dengan karut-marutnya BPJS yang terjadi di negara ini, mungkin ada persentasi berapa atau bagaiamana tentang iuran BPJS kesehatan. Harapannya saya tidak hanya untuk kesehatan saja, tetapi juga ketenagakerjaan. Sebab, pegiat UMKM itu rata-rata punya pegawai, kalau bisa itu di-cover," tuturnya. 

Terkait BPJS, Rizal menyoroti iuran yang dibayarkan oleh perusahaan seharusnya empat kali lipat daripada iuran yang dibayarkan peserta. 

"Belum lagi pengguna BPJS yang kaya dan harus dicover penyakitnya. Seharusnya ada iuran tambahan untuk mensubsidi," ujar mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian tersebut. (Very)

 

Artikel Terkait
Menteri Luhut Bilang Ekspor Benih Lobster Dihentikan Sementara
Ajang Wirausaha Muda Mandiri 2020 Kenalkan 21 Inspirator Inovatif
Sinar Mas Donasikan Suplemen Herbal bagi Jurnalis Foto
Artikel Terkini
BNPB Kirim Bantuan Penanganan Darurat Erupsi Gunung Ili Lewotolok di Lembata
Bertolak ke NTT, Doni Monardo Akan Tinjau Pengungsian dan Penanganan Erupsi Gunungapi Ili Lewotolok
Tolak Otsus Dinilai sebagai Sebuah Pembodohan Masyarakat Papua
Bakal Periksa Gories Mere Terkait Kasus Lahan Rp3 Triliun, Ini Jawaban Kajati
Kampus Harus Suarakan Kewaspadaan terhadap Paham Radikal Intoleran
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
faramir