INDONEWS.ID

  • Kamis, 08/10/2020 11:24 WIB
  • Gerakan Rakyat Bisa Jatuhkan Presiden, Rizal Ramli: "Rumah Pasir" Hari Ini Sangat Fragile

  • Oleh :
    • very
Gerakan Rakyat Bisa Jatuhkan Presiden, Rizal Ramli: "Rumah Pasir" Hari Ini Sangat Fragile
Tokoh Nasional, Rizal Ramli. (Foto: Ist)

 

Jakarta, INDONEWS.ID – Demo besar-besaran terjadi di hampir semua daerah menolak pengesahan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja oleh pemerintah dan DPR RI.

Baca juga : Rizal Ramli: Saya Selalu Mengandaikan NU Itu Mobil `Plat Hitam`

Tak hanya dari aliansi buruh, demo yang makin masif juga dilakukan oleh mahasiswa dari berbagai universitas.

Beberapa pandangan, baik pro maupun kontra turut bermunculan.

Baca juga : Ray Rangkuti: Rizal Ramli Galang Dukungan Publik dengan Menjual Ide

Ekonom senior Rizal Ramli berpandangan, ada beberapa hal yang patut diwaspadai dalam merespons gerakan rakyat.

Menurut tokoh pergerakan ini, gerakan rakyat akan efektif dalam mendorong terjadinya perubahan bila sudah memenuhi beberapa unsur.

Baca juga : Rizal Ramli: Ubah Demokrasi Kriminal dengan Demokrasi Amanah dan Bersih

Antara lain, gerakan akan efektif mendorong perubahan bila dilakukan secara natural karena kondisi objektif sudah matang. Sedangkan kondisi subjektif itu terjadi dalam proses gerakan.

"Gerakan akan efektif bila dilakukan organik, sehingga sangat adaptif bagaikan aliran air dari hulu sungai. Kemudian sudah terlalu congkak, padahal di atas `rumah pasir` buzzeRP," kata Rizal Ramli di akun Twitternya, @RamliRizal, Rabu (7/10).

Mantan Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur ini pun mencontohkan demo besar-besaran yang dilakukan mahasiswa yang bisa melengserkan Presiden Soeharto 1998.

"Demonstrasi besar-besaran jatuhkan Soeharto itu dimulai tanggal 2 Mei di Makassar. Seminggu kemudian Medan, Solo, Jakarta akhir minggu Mei, habis itu Soeharto Jatuh. Hanya butuh waktu 20-an hari," ujarnya.

Padahal, kata Rizal, saat itu banyak tokoh partai dan elite menilai kepemimpinan Soeharto masih sangat kuat. Namun pada akhirnya dia lengser dengan kekuatan mahasiswa.

Oleh karena itu, Rizal merasa khawatir hal serupa bakal terulang pada saat ini. Terlebih saat ini pemerintahan Presiden Joko Widodo tak lebih kuat dibanding era Soeharto.

"Sampai April 1998, tokoh partai, elite, media, bisnis percaya Soeharto sangat kuat. Wong baru terpilih 11 Maret 1998. Soeharto jauh lebih kuat, ABRI-Golkar kuat. `Rumah pasir` (house of sand) hari ini sangat fragile, dukungan utama digital, oleh buzzeRP dan InfluenceRP," ujarnya. (Very)

 

 

 

Artikel Terkait
Rizal Ramli: Saya Selalu Mengandaikan NU Itu Mobil `Plat Hitam`
Ray Rangkuti: Rizal Ramli Galang Dukungan Publik dengan Menjual Ide
Rizal Ramli: Ubah Demokrasi Kriminal dengan Demokrasi Amanah dan Bersih
Artikel Terkini
Dorong Ekonomi Daerah dan Perkuat UMKM, Kemendagri Ajak BPR Milik Pemda Adopsi Digitalisasi
Asistensi Pemda dalam Mengimplementasikan SIPD, Kemendagri Gelar Bimtek
Geliat Bapak Sugiman Jaga Lingkungan dan Peranan UMKM di Tengah Pandemi
Kemendagri Harapkan BUMD Ambil Peran Gerakkan Pertumbuhan Ekonomi
Timsel Umumkan 48 Orang Lulus Seleksi Tahap II Bakal Calon Anggota KPU dan Bawaslu
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
legolas