INDONEWS.ID

  • Minggu, 18/10/2020 20:45 WIB
  • UU Ciptaker Tuai Penolakan, Moeldoko: Mau Diajak Bahagia Kok Susah Amat

  • Oleh :
    • Rikard Djegadut
UU Ciptaker Tuai Penolakan, Moeldoko: Mau Diajak Bahagia Kok Susah Amat
Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko

Jakarta, INDONEWS.ID - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut bahwa Undang-Undang (UU) Cipta Kerja sejatinya dibuat demi kesejahteraan masyarakat Indonesia. Dia meyakini UU Cipta Kerja dapat mengubah wajah Indonesia menjadi lebih bermartabat dan memiliki daya saing di dunia.

"Wajah Baru Indonesia adalah wajah rakyat. Wajah bahagia dimana kita punya harga diri, punya martabat. Rakyat yang mempunyai daya saing, punya peluang dan karir, serta punya masa depan. Mau diajak bahagia saja kok susah amat," ujar Moeldoko dikutip dari siaran persnya, Minggu (18/9).

Baca juga : Setelah Ditolak Menkumham, Kini Pengadilan Kembali Tolak Dua Gugatan Moeldoko Cs

Dia menyadari bahwa banyak masyarakat yang menganggap kehadiran UU Cipta Kerja merugikan. Padahal, kata Moeldoko, UU Cipta Kerja justru menciptakan lapangan pekerjaan baru seluas-luasnya bagi masyarakat.

"Kita mengupayakan adanya jaminan lebih baik tentang pekerjaan, jaminan pendapatan lebih baik, dan jaminan lebih baik bidang sosial. Itu poin yang penting," katanya.

Baca juga : Peringati HUT ke-48, Moeldoko: HKTI Bisa Menekan Pemerintah Jika Tidak Berpihak

Moeldoko menuturkan bahwa hingga kini setidaknya ada 33 juta orang yang mendaftar menjadi peserta Kartu Prakerja. Hal ini menunjukkan besarnya kebutuhan lapangan pekerjaan di Indonesia saat ini.

Untuk itulah, Presiden Joko Widodo atau Jokowi berinovasi menghadirkan UU Cipta Kerja untuk memudahkan pengusaha kecil dan menengah (UMKM) dan koperasi membuka usaha. Melalui UU Cipta Kerja ini, proses perizinan disederhanakan menjadi lebih mudah dan tak lagi berbelit-belit.

Baca juga : Rizal Ramli Minta Jokowi, Moeldoko dan Hendro Priyono Tertibkan BuzzeRP

"Jadi jangan buru-buru komplain berlebihan padahal belum memahami penuh, isi dan substansi dari versi terakhir UU Cipta Kerja ini," tutur Moeldoko.*

Artikel Terkait
Setelah Ditolak Menkumham, Kini Pengadilan Kembali Tolak Dua Gugatan Moeldoko Cs
Peringati HUT ke-48, Moeldoko: HKTI Bisa Menekan Pemerintah Jika Tidak Berpihak
Rizal Ramli Minta Jokowi, Moeldoko dan Hendro Priyono Tertibkan BuzzeRP
Artikel Terkini
Hari Pertama Idulfitri, 5 Kabupaten di 4 Provinsi Terdampak Banjir dan Longsor
Ditjen Dikti dan Kominfo Bakal Berkolaborasi Jadikan Startup Digital Mata Kuliah Wajib Mahasiswa
Gempabumi M 7.2 Guncang Nias Barat, Masyarakat Panik dan Keluar Rumah
PNM Santuni 10.032 Anak Yatim Piatu & Dhuafa Lintas Agama di 875 Kantor Cabang
Khotbah Idul Fitri, Anggota Kompolnas Ajak Jamaah Sholat Ied Taat Prokes
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
legolas