INDONEWS.ID

  • Minggu, 15/11/2020 15:01 WIB
  • Kabar Duka! Bupati Nduga Yairus Gwijangge Meninggal Dunia di Jakarta

  • Oleh :
    • Rikard Djegadut
Kabar Duka! Bupati Nduga Yairus Gwijangge Meninggal Dunia di Jakarta
Bupati Nduga Yairus Gwijangge Meninggal Dunia di Jakarta, Jenazah Diberangkatkan ke Papua

Jakarta, INDONEWS.ID - Bupati Nduga, Yairus Gwijangge meninggal pada Minggu (15/11) dini hari akibat sakit. Yairus diketahui mengembuskan napas terakhir di tengah perawatannya di Rumah Sakit Mayapada Jakarta Selatan.

"Beliau telah pergi untuk selamanya meninggalkan rakyat Ndugama masih dalam ketakutan dan pengungsian akibat konflik bersenjata antara aparat TNI Polri dan TPNPB," kata anggota DPR Papua, Laurenzus Kadepa, dikutip dari CNNIndonesia.com.

Menurut Kadepa, jenazah Yairus Gwijangge rencananya diterbangkan ke Jayapura dan akan dimakamkan di kampung halaman di Kabupaten Nduga.

"Selamat Jalan Bapak Yairus Gwijangge, Bupati Nduga - Provinsi Papua. Semoga apa yang dilakukan selama ini sebagai bupati baik itu amal dan perbuatannya dapat terima Tuhan Di Surga."

Yairus Gwijangge menjabat sebagai Bupati Nduga periode 2017 hingga 2022 mendatang. Periode sebelumnya ia juga diketahui mengemban jabatan serupa.

Di tengah kepemimpinannya, Nduga hingga kini mengalami pelbagai konflik. Termasuk kemudian mengakibatkan sejumlah warga mengungsi.

Merespons dampak konflik tersebut, semasa hidup Yairus Gwijangge, pada Agustus setahun silam sempat meminta bantuan ke Ketua DPR RI Bambang Soesatro untuk menyampaikan ke Presiden Joko Widodo agar segera menarik personel TNI dan Polri yang menggelar operasi militer di Papua sejak awal Desember 2018.

"Kami dengan harapan penuh meminta kepada Presiden melalui Ketua DPR bahwa penarikan anggota TNI (dan) Polri nonorganik dan organik itu sama-sama melaksanakan tugas di sana," ungkap Yairus usai bertemu Bamsoet di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Senin, 5 Agustus 2019 lalu.

Pada 2019 itu, Yairus menerangkan bahwa keberadaan personel TNI dan Polri di Nduga telah membuat hidup masyarakat tidak tenang.

Bahkan, menurut dia, masyarakat terpaksa mengungsi ke rumah saudara atau kerabat di kabupaten lain yang mengakibatkan sekitar 11 distrik di Nduga dalam kondisi kosong.*

Artikel Terkait
Artikel Terkini
Perlu Penindakan Tegas Terhadap Kejahatan Penggunaan Alat Rapid Tes Bekas
TNI AL Selamatkan 27 ABK KM Sinar Mas yang Alami Kebakaran
KPK: Pembebastugasan 75 Pegawai Tidak Ganggu Kinerja
Kerap Banjir, LaNyalla Desak Proyek KIT Batang Dievaluasi
Kutuk Serangan Israel, Presiden Jokowi: Agresi Harus Dihentikan
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
legolas