INDONEWS.ID

  • Sabtu, 06/03/2021 18:31 WIB
  • Rizal Ramli: Terjadi Pengambilalihan Secara Tak Bersahabat di Partai Demokrat

  • Oleh :
    • very
Rizal Ramli: Terjadi Pengambilalihan Secara Tak Bersahabat di Partai Demokrat
Ekonom senior Dr Rizal Ramli. (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID – Kemelut yang menimpa Partai Demokrat saat ini menjadi pembicaraan hangat di media sosial.

Ada yang mengeritik pengelolaan Partai (Demokrat) yang mirip seperti partai keluarga. Karenanya, hal ini memunculkan resistensi kalangan internal hingga terjadi Kongres Luar Biasa (KLB).

Baca juga : Pangdam XIII/Merdeka Bersama Forkopimda Tinjau Pos Pengamanan Lebaran

Namun ada juga pihak yang mengeritik para pelaksana Kongres Luar Biasa tersebut. Mereka mengatakan bahwa KLB tersebut dilakukan karena ujung-ujungnya perebutan kekuasan dan fulus, bukan karena perjuangan ideologi.

Ekonomi senior sekaligus tokoh nasional Rizal Ramli ikut berbicara terkait kemelut dalam Partai Demokrat saat ini. Dia mengatakan prihatin dengan nasib yang menimpa partai berlambang bintang mercy tersebut.

Baca juga : Ucapkan Selamat Idul Fitri 1442 H, Rizal Ramli Berharap Bangsa Ini Bisa Bangkit Melangkah ke Depan

Menurut Rizal Ramli, telah terjadi pengambilalihan secara paksa (hostile takeover) partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

Menurut Bang RR, sapaan Rizal Ramli, memang kebanyakan partai saat ini telah dikelola secara tidak demokratis.

Baca juga : Takbiran, Petugas Patroli Titik Keramaian di Kota Jambi

“Kebanyakan Partai2 dikelola tidak demokratis, bagaikan partai keluarga (CV, bukan PT, apalagi demokratis),” ujarnya melalui akun Twitter pribadinya, @RamliRizal yang diunggah di Jakarta, Sabtu (6/3).

Dia mengatakan bahwa semangat oligarkhi dalam pengelolaan partai politik saat ini juga ditunjukkan dari adanya aturan bahwa Ketua Umum Partai Politik bisa me-recall anggota DPR – yang seharusnya dilakukan oleh rakyat- karena rakyatlah yang memilih anggota DPR tersebut.

“Oligarki itu diperkuat dgn aturan Ketum bisa recall anggota DPR (harusnya yg recall pemilih),” ujarnya.

Menurut Rizal Ramli, loyalitas terhadap partai keluarga akan sulit tercapai tanpa adanya fulus atau uang.

“Partai keluarga sulit untuk mendapatkan loyalitas tanpa fulus. Quo vadis ?,” ujarnya.

Dipantau hingga pukul 18.05 hari ini, unggahan Rizal Ramli tersebut sudah di-retweets oleh 113 orang, dan sudah ada 713 likes.

Salah satu komentar datang dari akun  Daniel Hutabarat, @Daniel13666. Dia langsung mengairkan unggahan Rizal Ramli ini dengan kemelut di tubuh Partai Demokrat. “Intinya soal uang lebih royal Pak Moeldoko daripada Pak Sby ke kader demokrat maksudnya bang?” tanya dia.

Sementara itu, Galang Rambo melalui akun Twitternya, @GalangR70668824 menulis bahwa “Dak ada nilai perjuangan,,,udah luntur bagaimana mengangkat Indonesia bisa jadi negara yg makmur,, dgan keadilan sosial bagi rakyat, jauh api dari panggang,,mereka sibuk dengan setoran,,mahar,,,dan pencitraan,” tulisnya.

Lain lagi dengan Sa’id, dia mengamini kata-kata dari Rizal Ramli. “Betul ukuran orang bergerak adalah fulus. Loyalitas yang kenyang nasi bungkus,” tulisnya dalam akun @Riduan35793515.

Sementara itu, Duta Komering melalui akun @KlanSemendaway menulis “Republik dipilih alih-alih kerajaan, karena semangat anti feodalisme. Ternyata setelah jadi republik sama saja feodalisme nya. Kekuasaan seumur hidup Kultus individu seperti minum air cucian kaki. Keluarga jadi pengusaha juga. Dll”. (Very)

Artikel Terkait
Pangdam XIII/Merdeka Bersama Forkopimda Tinjau Pos Pengamanan Lebaran
Ucapkan Selamat Idul Fitri 1442 H, Rizal Ramli Berharap Bangsa Ini Bisa Bangkit Melangkah ke Depan
Takbiran, Petugas Patroli Titik Keramaian di Kota Jambi
Artikel Terkini
Pangdam XIII/Merdeka Bersama Forkopimda Tinjau Pos Pengamanan Lebaran
Ucapkan Selamat Idul Fitri 1442 H, Rizal Ramli Berharap Bangsa Ini Bisa Bangkit Melangkah ke Depan
Takbiran, Petugas Patroli Titik Keramaian di Kota Jambi
Tinjau Penyekatan Kendaraan, Kapolri Sebut Bisa Kurangi Arus Mudik Hingga 70 Persen
LPER Banyumas Dipercaya Salurkan Bantuan Kepada Para UMKM Industri Rumah Tangga
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
legolas